Jumat, 18 Maret 2011

Ilmu Pengetahuan Sosial 2.11

Paket 11 Produksi, Distribusi, dan Konsumsi 11 - 1
PRODUKSI, DISTRIBUSI, DAN
KONSUMSI
Pendahuluan
Pada paket 11 ini mahasiswa-mahasiswi akan membicarakan tentang
kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi.Paket ini memang tidak secara
langsung berhubungan dengan paket 10, namun dengan memahami paket 11
ini, akan lebih mudah memahami paket 12 tentang penawaran dan permintaan.
Pertama-tama dosen mengeksplorasi pemahaman awal mahasiswamahasiswi
tentang produksi, distribusi dan konsumsi dengan menunjukkan
mendemonstrasikan suatu produk (atau menayangkan gambar produk), dan
secara brainstorming mahasiswa-mahasiswi diminta untuk menjelaskan Siapa
yang menghasilkan benda tersebut?
Siapakah yang mempergunakan benda tersebut? Bagaimana proses dari
pembuat menuju pengguna? Kemudian dosen menyampaikan kompetensi
dasar, indikator dan pentingnya perkuliahan ini. Selanjutnya dosen
menyampaikan materi perkuliahan dan dilanjutkan dengan diskusi kelompok
dengan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh dosen, sebagai upaya
untuk lebih mendalami pemahaman terhadap materi. Di akhir perkuliahan,
mahasiswa-mahasiswi diberi tugas untuk melakukan kegiatan interaksi,
observasi, wawancara, dan membuat laporan tentang tiga kegiatan utama
ekonomi tersebut, dan menjadi bekal ketika mereka mengajar di Madrasah
Ibtidaiyah.
Pada kegiatan kerja berpasangan, (LK 11.1.A) dosen memastikan bahwa
semua pertanyaan telah dipilih oleh pasangan yang berbeda. Pasangan boleh
memilih pertanyaan yang sama, kalau semua pertanyaan telah dipilih pasangan
yang lain. Untuk memperlancar pelaksanaan wawancara dan observasi,
mahasiswa-mahasiswi diberi panduan melalui lembar kegiatan (LK), yaitu LK
11.1. B serta disiapkan instrumen untuk wawancara.
Paket 11
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 11 Produksi, Distribusi, dan Konsumsi 11 - 2
Rencana Pelaksanaan Perkuliahan
Kompetensi Dasar
Mahasiswa-mahasiswi mampu mendeskripsikan kegiatan pokok ekonomi yang
meliputi kegiatan konsumsi, produksi, dan distribusi barang/jasa
Indikator
Pada akhir perkuliahan mahaiswa-mahasiswi diharapkan dapat :
1. menjelaskan pengertian produksi,
2. menjelaskan pengertian distribusi barang dan jasa, dan
3. menjelaskan pengertian konsumsi,
Waktu
3 x 50 menit
Materi Pokok
1. Produksi
2. Distribusi
3. Konsumsi
Kelengkapan Bahan Perkuliahan
1. Lembar Kegiatan LK 11.1
2• Lembar Uraian Materi 11.2
3• Lembar Powerpoint 11.3
4• Lembar Penilaian 11.4
5• Gambar-gambar produk untuk eksplorasi (kalau ada barang asli lebih
bagus)
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 11 Produksi, Distribusi, dan Konsumsi 11 - 3
Langkah-langkah Perkuliahan
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 11 Produksi, Distribusi, dan Konsumsi 11 - 4
Lembar
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 11 Produksi, Distribusi, dan Konsumsi 11 - 5
Lembar Kegiatan 11.1.A
PANDUAN KERJA BERPASANGAN
PRODUKSI, DISTRIBUSI DAN
KONSUMSI
Pengantar
Produksi, distribusi dan konsumsi banyak ditemui dalam kehidupan seharihari,
namun jarang terpikirkan apa kaitan diantara mereka, dan bagaimana
suatu produksi bisa sampai ketangan konsumen untuk memenuhi kehidupan
sehari-hari.
Tujuan
Tujuan dari kegiatan ini adalah agar mahasiswa-mahasiswi lebih memahami
bagaimana suatu barang atau produk bisa sampai ke tangan konsumen.
Bahan dan Alat
Daftar Pertanyaan
Langkah kegiatan
1. Pilihlah salah satu pertanyaan berikut ini.
a) Jelaskan pengertian produksi, distribusi dan konsumsi!
b) Sebutkan faktor-faktor produksi!
c) Buatlah dan jelaskan grafik/kurva produksi total, produksi marginal dan
produksi rata-rata
d) Jelaskan alur distribusi!
e) Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi!
f) Apa yang dimaksud dengan prilaku konsumen?
g) Jelaskan maksud surplus konsumen dan berikan contoh
2. Diskusikan dengan pasanganmu!
3. Presentasikan hasil kerjamu di depan kelas!
4. Pada saat pasangan yang lain mempresentasikan hasil kerjanya, berikan
tanggapanmu!
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 11 Produksi, Distribusi, dan Konsumsi 11 - 6
Lembar Kegiatan 11.1.B
PANDUAN OBSERVASI/WAWANCARA
PRODUKSI, DISTRIBUSI, DAN
KONSUMSI
Pengantar
Materi tentang produksi, distribusi, dan konsumsi dapat dipahami melalui
observasi dan wawancara untuk mengetahui secara langsung apa yang terjadi
di lapangan.
Tujuan
Mahasiswa/mahasiswi mampu memahami makna produksi, distribusi dan
konsumsi melalui observasi dan wawancara dengan menghubungkan antara
konsep dan fakta produksi serta distribusi dan konsumsi dalam kehidupan
sehari-hari.
Bahan dan Alat
• Surat ijin wawancara
• Instrumen untuk observasi
• Instrumen untuk wawancara
Langkah kegiatan
• Dosen membagikan surat izin untuk observasi dan wawancara
• Mahasiswa-mahasiswi dibagi menjadi 6 kelompok, masing-masing
kelompok 5 orang anggota yang heterogen
• Kelompok 1 dan 2 melakukan observasi/wawancara dengan materi
Produksi, Kelompok 3 dan 4 melakukan observasi/wawancara dengan
materi Distribusi, dan Kelompok 5 dan 6 melakukan observasi/wawancara
dengan materi Konsumsi,
• Tujuan observasi adalah melakukan pengamatan ke badan usaha, dan
badan usaha ditentukan oleh mahasiswa (kelompok) sendiri
• Setiap kelompok harus berbeda kasus yang diangkat
• Lakukan observasi dan wawancara tentang proses produksi, distribusi,
dan konsumsi kepada beberapa badan usaha dengan membawa
instrumen pengamatan dan wawancara!
• Susunlah laporan hasil pengamatan dan wawancara anda disertai dengan
gambar seperlunya !
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 11 Produksi, Distribusi, dan Konsumsi 11 - 7
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 11 Produksi, Distribusi, dan Konsumsi 11 - 8
Uraian Materi 11.2
PRODUKSI, DISTRIBUSI, DAN
KONSUMSI
Pengertian dan Tujuan Produksi
Dalam kehidupan sehari-hari, barang-barang seperti baju, balpen, makanan,
dan sepera motor sudah tidak asing lagi bagi kita. Seluruh barang tersebut
tentunya memerlukan bahan baku dalam proses pembuatannya. Bahan-bahan
ini diproses di pabrik dengan mesin-mesin yang canggih.
Mesin-mesin yang digunakan memerlukan tenaga listrik. Selanjutnya, proses
produksi dilakukan oleh sekian tenaga kerja sehingga dihasilkan berbagai
macam barang tertentu. Bahan, tanaga, dan modal, dikombinasikan oleh
seseorang yang disebut pengusaha. Setiap orang bisa menggunakan sekian
jenis barang/jasa sebagai hasil produksi oleh
produsen yang berbeda, seperti yang terlihat
pada gambar di samping.
Dari uraian di atas, maka diartikan sebagai
kegiatan yang berhubungan dengan usaha
untuk menciptakan dan menambah nilai guna
suatu barang atau jasa untuk memenuhi
kebutuhan manusia.
Sekarang kita sampai pada persoalan, apakah
yang menjadi tujuan produksi? Jawabannya
sebenarnya sudah termuat dalam pengertian
produksi. Tujuan produksi dapat dilacak dari
sudut barang atau jasa yang diproduksi pihak
produsen dan konsumen. Berdasarkan tiga
aspek tersebut, tujuan produksi dapat dilihat
dari sisi makro (luas) dan mikro (sempit).
Sisi Makro
Dilihat dari sudut pandang makro, peningkatan kegiatan produksi akan
meningkatkan kesempatan kerja dan jumlah produksi yang pada akhirnya
dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan meningkatnya
pendapatan masyarakat, maka akan meningkat pula hasil-hasil produksi.
Gb. 11.1 :
Hasil Produksi Kerajinan
Gb. 11.2:
Produksi Jasa
Pendidikan
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 11 Produksi, Distribusi, dan Konsumsi 11 - 9
Secara makro, tujuan produksi adalah untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat dalam mencapai kemakmuran nasional suatu negara.
Sisi mikro
Secara mikro tujuan produksi meliputi :
menjaga kesinambungan usaha perusahaaan, lembaga jasa maupun home
industri dengan jalan meningkatkan proses produksi secar terus-menerus
meningkatkan keuntungan perusahaan dengan cara meminimumkan biaya
produksi
meningkatkan jumlah dan mutu produksi.
memperoleh kepuasan dari kegiatan produksi
memenuhi kebutuhan dan kepentingan produsen serta konsumen
Faktor-faktor Produksi
Faktor produksi adalah semua benda dan alat-alat yang digunakan untuk
menghasilkan atau menambah nilai guna barang atau jasa. Adapun yang
termasuk faktor-faktor produksi adalah sebagai berikut.
Sumber Daya Alam
Sumber daya alam merupakan semua kekayaan alam yang terdapat di alam
untuk dimanfaatkan dalam proses produksi. Sumber daya alam meliputi
aspek berikut.
Tanah
Tanah antara lain digunakan untuk lahan
pertanian dan perkebunan dalam rangka
menghasilkan barang jadi, bahan baku,
maupun bahan penolong. Selain itu,
tanah diperlukan juga untuk sarana jalan
kendaraan bermotor, landasan pesawat
terbang, tempat gedung perkantoran,
pabrik dan areal peternakan.
Air
Air tidak dapat dilepaskan dari sirkulasi kehidupan kita. Selain untuk diminum,
air juga digunakan untuk pembangkit tenaga listrik, perikanan dan sarana lalu
lintas perairan.
Udara
Udara di antaranya digunakan untuk kincir angin, sarana lalu lintas penerbagan
dan juga berperan dalam mempengaruhi iklim serta kesuburan tanah.
Gb. 11.3:
Faktor Produksi Tanah
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 11 Produksi, Distribusi, dan Konsumsi 11 - 10
Sinar Matahari
Sinar matahari dapat dimanfaatkan untuk sumber tanaga listrik,
mempengaruhi iklim, dan menunjang kesuburan tanah.
Tumbuh-Tumbuhan
Tumbuh-tumbuhan dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya panas (untuk
memasak), sumber daya protein (sayur-sayuran) dan bahan baku alat-alat
rumah tangga.
Sumber Daya Manusia (Human resources/labour)
Sumber daya manusia adalah tenaga kerja insani yang melaksanakan proses
produksi, baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Dikatakan
langsung bilamana tenaga kerja insani itu hadir atau secara fisik dalam proses
produksi, misalnya penenun kain songket dan supir bemo. Sebaliknya, tenaga
kerja tidak langsung bekerja di bidang pemasaran perkantoran keuangan
termasuk jajaran manajer tingkat bawah, menegah, dan tingkat atas.
Klasifikasi tenaga kerja dapat kita lihat sebagai berikut.
1) Tenaga kerja menurut sifat kerja
Pembedaan tenaga kerja didasarkan pada penggunaan tenaga berupa fisik
atau kemampuan pikiran. Berdasarkan tolak ukur ini, tenaga kerja dapat
dibedakan sebagai berikut:
a) Tenaga kerja rohani
Tenaga kerja rohani adalah tenaga kerja yang didasarkan pada
perasaan dan pikiran manusia, misalnya guru, editor, doktrer,
pengacara, dan akuntan.
b) Tenaga kerja jasmani
Tenaga kerja jasmani adalah tenaga kerja yang didasarkan pada
kekuatan fisik (otot) dalam proses produksi misalnya tukang batu,
tukang becak, dan tukang kayu.
2) Tenaga kerja menurut kualitas kerja
Pembedaan tenaga kerja didasarkan
pada kemampuan menyelesaikan
masalah dan tahapan dalam proses
produksi. Berdasrkan tolak ukur ini,
tenaga kerja dapat dibedakan sebgai
berikut.
a) Tenaga kerja terdidik
Tenaga kerja terdidik (ahli) ialah
tenaga kerja yang memerlukan
Gb.11.4:
Tenaga Kerja terdidik
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 11 Produksi, Distribusi, dan Konsumsi 11 - 11
pendidikan sehingga menjadi seorang ahli dalam bidangnya. Misalnya
pengacara, pendidik profesional, akuntan, dan sebagainya.
b) Tenaga kerja terampil
Tenaga kerja terampil adalah tenaga kerja
yang menjadi mahir dalam bidangnya
melalui latihan-latihan tertentu (training)
misalnya mekanik listrik, pendidik
profesional, dan tukang tenun.
c) Tenaga tidak terdidik dan tidak terampil
Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak
terampil (buruh/tenaga kasar) adalah
tenaga kerja yang tidak melalui pendidikan
atau latihan-latihan tertentu. Misalnya
tukang parkir, buruh tani, buruh kali jalan.
Sumber Daya Modal (Kapital)
Sumber daya modal adalah semua alat-alat yang dipergunakan sebagai
penunjang sekaligus pemacu proses produksi. Klasifikasi dapat dilihat di
bawah ini.
1) Modal menurut sifat
Pembedaan modal didasarkan pada corak
pemakaiannya. Berdasarkan tolak ukur ini
modal dapat dikelompokkan sebagai berikut :
Modal tetap
Modal tetap menunjukkan pada modal
yang dapat digunakan secara berulangulang.
Misalnya, rumah toko (ruko),
komputer maupun kamera bagi juru foto.
Modal lancar
Modal lancar adalah modal yang habis digunakan dalam satu kali
proses produksi. Misalnya bahan baku pabrik dan kangkung sebagai
bahan membuat pelecing.
2) Modal menurut subjeknya
Pembedaan modal didasarkan pada kepemilikan dan kegiatan benda/
modal. Berdasarkan tolak ukur ini modal dapat dibedakan sebagai berikut.
Modal perorangan
Modal perorangan (individu) adalah modal yang digunakan secara
Gb.11.5:
Tenaga kerja
Terampil
Gb. 11.6:
Tenaga Kerja tidak terdidik
dan tidak terampil
Gb.11.7 : Modal Tetap
Berupa Ruko
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 11 Produksi, Distribusi, dan Konsumsi 11 - 12
personal dalam proses produksi dan menjadi sumber penghasilan bagi
pemiliknya, misalnya bunga deposito bank, sewa rumah dan modal
tanam padi.
Modal masyarakat
Modal masyarakat adalah modal yang digunakan dalam proses
produksi, berasal dari masyarakat dan berhubungan dengan konsumsi
atau kepentingan masyarakat, misalnya, modal pada telkom, PDAM
dan Newmont Nusa Tenggara (NNT).
3) Modal menurut bentuk
Pembedaan modal didasarkan pada bentuk nyata dari alat-alat modal.
Berdasrkan tolak ukur ini, modal dapat dibedakan sebagai berikut:
Modal konkrit
Modal konkrit (nyata) adalah modal yang dapat dilihat secara nyata
dalam proses produksi. Misalnya mesin-mesin dan gedung pabrik
modal abstrak
Modal abstrak (tidak nyata) adalah modal yang tidak dapat dilihat tetapi
mempunyai nilai dalam perusahaan, misalnya nama baik perusahaan
dan merek produk (populeritas).
4) Modal menurut sumber
Pembedaan modal didasarkan pada sumber atau asal modal, baik berasal
dari dalam atau luar perusahaan. Berdasarkan tolak ukur ini, modal dapat
dibedakan sebagai berikut .
Modal sendiri
Modal sendiri merupakan modal yang berasal dari perusahan itu
sendiri, misalnya modal setoran pemilik. Jika perusahaan bangkrut
otomatis modal ini akan habis.
Modal asing
Modal asing adalah modal yang berasal dari
luar perusahaan (berupa pinjaman) untuk
meningkatkan produksi misalnya pinjaman
dari bank.
1. Sumber Daya kewirausahaan
Sumber daya ini disebut juga kewirausahaan. Pengusaha berperan mengatur
dan mengkombinasikan faktor-faktor produksi dalam rangka meningkatkan
kegunaan barang atau jasa secara efektif dan efesien. Caranya dengan
memanfaatkan keterampilan para ahlinya dalam rangka mencapai tujuan
organisasi. Organisasi ini dapat berupa pabrik, industri jasa pendidikan dan
industri pertanian (tembakau).
Gb.11.8:
Bank sebagai
penyalur Modal Asing
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 11 Produksi, Distribusi, dan Konsumsi 11 - 13
Pengusaha berkaitan dengan manajemen. Istilah manajemen menunjuk pada
suatau proses merencanakan, mengorganisai, memimpin, dan
mengendalikan usaha-usaha semua pihak yang terlibat dalam organisasi,
serta menggunakan semua sumber daya organisasi lainnya agar tercapai
hasil yang maksimal.
Sebagai pendorong proses produksi, pengusaha perlu memiliki kemampuan
yang dapat diandalkan. Untuk mengatur dan mengkombinasikan faktor-faktor
produksi, pengusaha mempunyai keterampilan merencanakan,
mengorganisasikan, mengarahkan, dan mengendalikan usaha.
Peranan faktor-faktor produksi yang telah dijelaskan di atas perannya sangat
besar dalam kegiatan menciptakan dan menambah kegunanaan suatu barang
atau jasa. Faktor-faktor produksi merupakan masukan (input) dalam proses
produksi, sedangkan hasil produksi merupakan luaran (aoutput). Dalam
masalah produksi, seluruh faktor produksi yang digunakan terkait dalam suatu
fungsi produksi.
Fungsi produksi merupakan hubungan atau keterkaitan antara jumlah produk
(luaran yang dihasilkan dengan jumlah) faktor-faktor produksi yang digunakan
(masukan) dalam proses produksi. Suatu produk, misalnya dalam bahan
pakian batik, dapat diproduksi melalui tiga macam proses, seperti dapat kita
lihat pada tabel berikut.
Menurut tabel dan grafik tersebut, jumlah produk tertentu dapat dihasilkan
dengan tiga cara. Cara pertama adalah dengan menggunakan 2 orang tenaga
kerja dan 6 unit modal, cara kedua dengan menggunakan 3 orang tenaga
kerja dan 5 unit modal dan cara ketiga adalah dengan mengkomibnasikan 4
orang tenaga kerja dan 4 unit modal. Hasilnya adalah sama-sama berupa 100
meter kain batik.
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 11 Produksi, Distribusi, dan Konsumsi 11 - 14
Fungsi produksi dapat juga dinyatakan dengan
formulasi yaitu :
TP = f (L, R, T)
Keterangan :
TP = total produksi
(total production)
f = fungsi (suatu tetapan)
L = tenaga kerja (labour)
R = kekayaan alam (resources)
T = teknologi yang digunakan (technology)
2. Teori Produksi
Teori produksi mengambarkan perilaku produsen dalam memproduksi barang
atau jasa. Dalam penerapannya, teori ini tidak dapat dipisahkan dari hukum
produksi marjinal yang semakin menurun, sehingga kadang kala disebut Teori
Keterbatasan Produksi.
Teori produksi yang sederhana mengambarkan keterkaitan antara jumlah
produksi dengan faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi.
Dengan kata lain, teori produksi memuat penjelasan mengenai dinamika
hubungan antara input dan output produksi. Dalam analisis, kita anggap saja
jumlah tenaga kerja yang digunakan berubah, tetapi jumlah modal, luas tanah,
dan teknologi yang digunakan adalah tetap.
Telah kita ketahui, dalam produksi diperlukan faktor-faktor produksi untuk
menghasilkan barang atau jasa. Dalam hal ini, setiap pertambahan satu unit
faktor produksi akan menambah jumlah produksi. Misalnya, tambahan jumlah
tenaga kerja akan mengakibatkan bertambahnya jumlah output, meskipun
faktor produksi lainnya tetap. Pertambahan output seperti inilah yang
dinamakan dengan produksi marginal. Dengan kata lain, produksi marjinal dari
suatu faktor produksi merupakan output (keluaran) ekstra yang dihasilkan
oleh tambahan satu unit faktor produksi.
Untuk mengetahui produksi marjinal, terlebih dahulu kita perlu mengetahui dua
hal. Hal pertama adalah pertambahan jumlah tenaga kerja. Hal kedua adalah
pertambahan jumlah produksi secara keseluruhan atau pertambahan total
produksi. Dari kedua hal ini dapat juga diketahui produksi rata-rata.
Bila dirumuskan secara matematis, produk marjinal (MP) dapat digambarkan
sebagai berikut.
Grafik 11.1:
kombinasi proses produksi
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 11 Produksi, Distribusi, dan Konsumsi 11 - 15
MP = TP
L
Produksi rata – rata (AP) dirumuskan secara matematis sebagai berikut :
AP = TP
“L
Keterangan :
TP = Total produksi ( total production)
L = tenaga kerja ( labour)
MP = produksi marginal ( margianl produktion)
AP = produksi rat- rata ( average pruduktion)
“ = selisih atau perubahan
Hukum Produksi Marjinal yang Semakin Menurun
Hubungan antara total produksi, produksi marjinal, dan produksi rata–rata
menimbulkan hukum produksi marjinal yang semakin menurun (keterbatasan
produksi), atau dalam istilah bahasa Inggris kerap disebut the law of
diminishing marginal return. Menurut hukum ini, apabila faktor produksi
(tenaga kerja) ditambah terus-menerus sebanyak unit tertentu, pada mulanya
total produksi akan semakin meningkat. Akan tetapi, sesudah produksi
mencapai tingkat tertentu, produksi marjinal atau tambahan produksi akan
semakin menurun hingga akhirnya mencapai titik negatif. Perhatikanlah tabel
berikut ini:
Tabel 2
Penagruh penambahan tenaga kerja terhadap jumlah produksi suatu barang
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 11 Produksi, Distribusi, dan Konsumsi 11 - 16
Tabel tersebut memperlihatkan produksi suatu barang pertanian di atas
sebidang tanah yang tetap luasnya, tetapi jumlah tenaga kerja bertambah terus.
Kolom ( I ) : Luas tanah yang digunakan
Kolom ( 2) : Jumlah tenaga kerja yang digunakan
Kolom ( 3 ) : Jumlah produk yang dihasilkan
Kolom ( 4) : Produksi marginal dengan penambahan satu unit tenaga
Kolom ( 5) : Produksi rata - rata
Tahap produksi dilaksanakan dalam beberapa tahap.
Tahap pertama : penggunaan tenaga kerja sebanyak 3 unit
Tahap kedua : penggunaan tenaga kerja sebanyak 7 unit
Tahap ketiga : penggunaan tenaga kerja sebanyak 10 unit
Tahap pertama
Penggunaan tenaga kerja sebanyak :
satu unit, produksi marginal adalah nol = (100 - 100)
dua unit, produksi marginal adalah 200 = (300 - 100)
tiga unit, produksi marginal adalah 300 = (600 - 300)
Tahap kedua
Penggunaan tenaga kerja sebanyak:
empat unit, produksi marginal adalah 280 = (880 - 600)
lima unit, produksi marginal adalah 170 = (1050 - 880)
tujuh unit, produksi marginal adalah 50 = (1190 - 1140)
Tahap ketiga
Penggunaan tenaga kerja sebanyak:
delapan unit, produksi marginal adalah nol = (1190 - 1190)
sembilan unit, produksi marginal adalah (-190) = (1110 - 1190)
sepuluh unit, produksi marginal adalah (- 400) = (700 - 1100)
Pada tahap pertama, bisa kita lihat bahwa produksi marginal meningkat;
sedangkan pada tahap kedua, produksi marginal menurun, hingga akhirnya
pada tahap ketiga terjadi produksi marginal yang negatif. Gejala inilah yang
disebut hukum produksi marginal yang semakin menurun (teori keterbatasan
produksi) atau the law of diminishing marginal return.
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 11 Produksi, Distribusi, dan Konsumsi 11 - 17
B. Distribusi
Pengertian Distribusi
Distribusi merupakan salah satu kegiatan pokok ekonomi. Agar barang dan
jasa hasil produksi yang masih di tangan produsen segera dapat dimanfaatkan
oleh konsumen, maka harus segera disalurkan. Kegiatan penyaluran barang
dan jasa hasil produksi dari
produsen kepada konsumen
dinamakan distribusi, sedangkan
orang atau badan yang bertugas
menyalurkan barang dan jasa
disebut distributor.
Biasanya, distribusi barang dan jasa
dari produsen ke konsumen dapat
dilakukan dengan cara berikut.
a. Pedagang besar membeli
barang dan jasa dari produsen,
kemudian menjualnya kepada
Jika dibuat dalam sebuah grafik, teori
keterbatasan produksi akan
tergambarkan seperti grafik di bawah ini.
Perhatikanlah kurva produksi total.
(TP). Di situ tampak bahwa sejak
penggunaan tenaga kerja delapan unit,
total produksi mulai menurun (tahap
ketiga)
Perhatikanlah kurva produksi marginal
(MP). Di situ tampak bahwa, setelah
penggunaan tenaga kerja tiga unit,
produksi marginal menurun (pada
tahap kedua dan tahap ketiga menjadi negatif)
Perhatikanlah kurva produksi rata-rata (AP). Produksi rata-rata menurun
sejak penggunaan tenaga kerja 4 unit (tahap kedua).
Berdasarkan grafik di atas dapat kita simpulkan bahwa, jika tenaga kerja
ditambah terus-menerus, maka produksi marginal semakin menurun, sampai
akhirnya menjadi negatif. Kurva di atas dengan jelas memperlihatkan
kebenaran hukum produki marginal yang semakin menurun.
Grafik 11.2:
Kurva Produksi Total (TP)
Gb. 11.9 :
Kegiatan Distribusi ke Agen
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 11 Produksi, Distribusi, dan Konsumsi 11 - 18
pedagang eceran. Selanjutnya pengecer menjual kepada konsumen atau
pengguna barang dan jasa.
Produsen Pedagang Besar Pedagang Eceran Konsumen
b. Produsen menyalurkan barang dan jasa kepada agen, kemudian agen
menjual barang kepada pedagang eceran. Selanjutnya pedagang eceran
menjualnya kepada konsumen.
Produsen Agen Pedagang Eceran Konsumen
c. Produsen menyalurkan barang dan jasa
kepada koperasi, selanjutnya koperasi
menjualnya kepada konsumen. Produsen Koperasi Konsumen
d. Produsen menjual barang dan jasa langsung kepada konsumen
Produsen Konsumen
Saluran distribusi barang dan jasa
Distributor menerima barang dari produsen, kemudian menyallurkan /
mendistribusikan kepada konsumen. Kegiatan distribusi ini melibatkan
beberapa pihak berikut.
Pedagang
Pedagang adalah orang yang menjualbelikan darang dan jasa atas prakarsa
dan resiko sendiri. Pedagang dapat dibedakan menjadi dua, yaitu pedagang
besar (grosir) dan pedagang eceran (warung, toko, kios).
Perantara khusus
Perantara khusus terdiri atas agen, makelar, dan komisioner.
1) Agen adalah orang atau perusahaan perantara atas nama perusahaan
tertentu yang melakukan penjualan barang dan jasa produksi perusahaan
tersebut ke konsumen
2) Makelar (broker) adalah perantara atas nama orang lain (yang
memberikan kuasa) untuk mencarikan barang dan jasa bagi pembeli atau
menjualkan barang milik orang lain. Bidang usahanya adalah sebagai
perantara jual beli barang, jasa dan surat-surat berharga.
3) Komisioner adalah orang yang bertugas mempertemukan pembeli dan
penjual. Komisioner memperoleh imbalan dari kedua belah pihak (penjual
dan pembeli). Besar kecilnya komisi diatur melalui perjanjian.
Pengekspor dan pengimpor (eksportir dan importir)
Eksportir dan importir adalah orang atau perusahaan yang bertugas
menyalurkan barang dan jasa dari dan ke luar negeri dalam jumlah besar.
Mengekspor artinya mendatangkan barang dan jasa dari luar dan mengimpor
artinya mengeluarkan/menyalurkan barang dan jasa ke luar negeri.
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 11 Produksi, Distribusi, dan Konsumsi 11 - 19
Disamping orang atau badan tersebut, ada beberapa lembaga yang
kegiatannya membantu dalam pengeluaran barang dan jasa dari produsen ke
konsumen. Lembaga-lembaga tersebut dicontohkan berikut ini.
1) Bank. Salah satu fungsi bank adalah sebagai sarana pengiriman
pembayaran atau pemindahan rekening. Dalam hal ini, baik produsen
maupun konsumen sangat membutuhkannya.
2) Asuransi. Asuransi sebagai lembaga yang memberikan jasa
penanggungan resiko yang dapat dimanfaatkan oleh produsen sebagai
penjamin pengiriman barang kepada agen atau konsumen langsung.
3) Perusahaan pengangkutan
Untuk penyaluran produk dari suatu perusahaan kepada konsumen, tidak
jarang perusahaan membutuhkan jasa perusahaan angkutan.
4) Biro ekspedisi
Tugasnya memberikan jasa pengiriman dan pengangkutan barang
5) Perusahaan periklanan dan media massa/elektronik
Dewasa ini persaingan antarperusahaan makin ketat. Untuk menghadapi
hal tersebut perusahaan merebut pasaran dengan memanfaatkan jasa
periklanan dan media masa/ elektronik.
Etika ekonomi dalam distribusi barang dan jasa
Distribusi barang dan jasa sangat berguna untuk memenuhi kebutuhan hidup
manusia. Adapun manfaat dari distribusi antara lain :
Bagi tempat yang kelebihan barang
Kalau suatu barang terlalu banyak yang mengendap atau tidak disalurkan,
dikhawatirkan harga barang tersebut akan merosot. Karena itu, untuk
mencegah merosotnya harga barang dan jasa itu, harus disalurkan atau
didistribusi ke tempat-tempat yang kekurangan barang dan jasa tersebut.
Bagi tempat yang kekurangan barang
Semakin sedikit persediaan suatu barang dan jasa dan semakin tinggi
permintaan konsumen, akan membuat harga barang itu naik. Oleh karena itu,
untuk mencegah naiknya harga barang dan jasa, harus didatangkan dari
tempat yang memiliki kelebihan persediaan barang.
Gb. 11.10: Biro Ekspedisi/pengantar barang
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 11 Produksi, Distribusi, dan Konsumsi 11 - 20
Contoh :
Hasil produksi (persediaan) tembakau sangat banyak di Pulau Lombok
(Propinsi NTB) sementara itu kebutuhan beberapa pabrik tembakau di Kediri
Jawa Timur maupun Kudus Jawa Tengah meningkat. Agar di daerah Lombok
yang persediaan tembakau tinggi tidak merosot harganya dan di daerah Jawa
yang persediaan tembakau rendah tidak naik harganya, harus dilakukan
distribusi atau penyaluran tembakau dari Lombok ke Jawa Timur dan Jawa
Tengah. Begitu pula sebaliknya dengan kasus semen.
Dari contoh di atas, etika ekonomi dalam distribusi barang dan jasa adalah
adanya unsur pemerataan dan keadilan. Penyaluran barang dan jasa hasil
produksi harus dilaksanakan dalam waktu yang tepat. Keterlambatan
pengiriman dapat merugikan produsen, konsumen, dan distributor. Produsen
rugi karena mungkin barangnya menjadi kurang laku, konsumen rugi karena
kebutuhannya tidak segera tercukupi, dan distributor rugi karena kemungkinan
akan kehilangan kepercayaan dari para konsumen.
Disamping distribusi barang dan jasa terdapat pula distribusi pendapatan. Yang
dimaksud dengan distribusi pendapatan adalah arus pendapatan yang diterima
oleh pemilik produksi sebagai imbalan dari faktor produksi yang dijual atau
disewa. Distribusi pendapatan dapat digambarkan sebagai berikut.
C. Konsumsi
Pengertian dan Tujuan Konsumsi
Pada umumnya orang menyetarakan konsumsi dengan kegiatan makan dan
minum yang terjadi setiap hari. Jika ditinjau secara etimologi, kata konsumsi
berasal dari bahasa latin consumptio yang berarti menggerogoti atau
menghabiskan . Pengertian konsumsi yang demikian dianggap merupakan
Gb. 11.11: Berbagai Konsumsi yang dibutuhkan Konsumen
pengertian sempit. tetapi bukan berarti pengertian tadi salah. untuk
mendapatkan pengertian konsumsi yang lebih dalam. marilah kita analisis
contoh di atas lebih lanjut
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 11 Produksi, Distribusi, dan Konsumsi 11 - 21
Konsumsi adalah pemanfaatan semua barang dan jasa yang bernilai
ekonomis untuk memenuhi kebutuhan hudup yang direncanakan sesuai
dengan skala prioritasnya.
Apakah yang menjadi tujuan konsumsi ? jawaban terhadap pertanyaan ini
sebenarnya tidak terlalu pelik, penyimpulan mengenai tujuan konsumsi dapat
kita tarik dari akibat yang dialami baik pada barang atau jasa yang akan
dikonsumsi maupun konsumennya. Setelah dikonsumsi, nilai guna barang
atau jasa yang bersangkutan berkurang atau habis, lalu setelah
mengkonsumsi, pihak konsumen (pihak yang melakukan kegiatan konsumsi)
meresakan kebutuhan terpenuhi baik itu secara fisik maupun secara rohani.
Tujuan konsumsi adalah :
mengurangi nilai guna barang atau jasa secara bertahap
menghabiskan barang guna barang sekaligus
memuaskan kebutuhan jamani
memuaskan kebutuhan rohani
Fungsi Konsumsi
Dari penjelasan arti dan tujuan konsumsi di ats, dapatlah kini ditarik
kesimpulan akan fungsi konsumsi. Beberapa fungsi konsumsi bagi manusia
antaranya adalah sebagai berikut.
Untuk memenuhi kebutuhan mausia
Dengan melakukan kegiatan konsumsi, maka manusia serta merta
memenuhi kebutuhan hidupnya, baik berupa barang atau jasa.
Memberikan kesenangan kepada manusia
Kesenangan d isini sangat dekat kaitanya dengan perasaan puas yang segera
manusia peroleh setiap kali ia mengonsumsi barang atau jasa yang ia butuhkan
Indikator Untuk mengukur tingkat status sosial manusia
Dengan melakukan kegiatan konsumsi, kita dapat mengetahui status sosial
seseorang. Manusia yang melakukan kegiatan konsumsi seperti makan di
restoran mewah sangat mungkin status sosialnya berbeda dengan manusia
yang makan di warung–warung pinggir jalan.
Menambah tingkat permintaan masyarakat
Dengan semakin banyak manusia yang melakukan kegiatan konsumsi, maka
secara keseluruhan tingkat permintaan masyarakat pun meningkat. bila hari
lebaran tiba, banyak orang menginginkan ketupat untuk dikonsumsi. Hal ini
tentu saja membuat tingkat permintaan ketupat pun meningkat.
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 11 Produksi, Distribusi, dan Konsumsi 11 - 22
Menciptakan inovasi baru
Setiap kali konsumsi sebuah barang atau
jasa meningkat, dampak yang terjadi
selanjutnya adalah munculnya barang atau
jasa baru yang mungkin tidak terpikirkan
oleh kita sebelumnya.
Manfaat Dan Nilai Suatu Barang
Dari pengertian konsumsi, tampaklah
bahwa setiap barang dan jasa yang dikonsumsi memiliki nilai. Nilai itu dimiliki
karena barang atau jasa yang bersangkutan berguna untuk memuaskan
kebutuhan hidup manusia . Selanjutnya, nilai barang dan jasa dapat dibedakan
menjadi dua macam nilai berikut ini.
Nilai Guna
Yang dimaksud dengan nilai guna adalah kemampuan suatu barang atau jasa
untuk digunakan oleh konsumen. Nilai pakai dapat ditinjau dari dua pihak,
yakni dari pihak konsumen dan dari pihak pengguna barang atau jasa
bersangkutan yang disebut dengan nilai pakai subjektif; Sedangkan nilai
barang atau jasa yang ditinjau dari barang atau jasa itu sendiri disebut dengan
nilai pakai objektif. Artinya, barang dan jasa merupakan objek bagi setiap
pemakainya.
Nilai Tukar
Nilai tukar adalah kemampuan suatu barang atau jasa untuk ditukar dengan
barang atau jasa lainnya. Sebagimana nilai pakai, nilai tukar pun dapat ditinjau
dari dua pihak. Nilai tukar barang berdasrkan orang yang menukarkannya
disebut Nilai tukar subjektif, sedangkan nilai tukar barang berdasrkan barang
disebut Nilai tukar objektif.
Perilaku Konsumen
Tentu kita telah mengerti bahwa dinamika pembelian dari konsumen
ditentukan oleh dinamika harga. Konsumen cendrung membeli barang atau
jasa dalam jumlah yang lebih banyak pada waktu harga–harga turun, dan
mengurangi pembelian bilamana harga–harga naik. Perilaku konsumen ini
ternyata erat kaitannya dengan nilai guna (utillity) barang atau pun jasa. Artinya,
suatu barang atau jasa dibeli oleh konsumen karena barang atau jasa tersebut
mengandung nilai guna. Konsumen percaya bahwa barang-barang atau jasa
bersangkutan dapat memuaskan kebutuhannya.
Gb.11.12:
Fungsi Konsumsi sebagai inovasi
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 11 Produksi, Distribusi, dan Konsumsi 11 - 23
Identifikasi di atas membawa kita pada kesimpulan bahwa perilaku konsumen
sangat dipengaruhi oleh nilai guna suatu barang atau jasa, sehingga perilaku
konsumen ini juga sangat bepengaruh pada kegunaan suatu barang atau jasa.
Oleh karena keduanya saling mempengaruhi, maka akibatnya nilai guna suatu
barang atau jasa dapat dibedakan menjadi tiga macam berikut.
Nilai Guna Total
Nilai guna total atau kadang–kadang disebut utilitas total (total utiliti). Utilitas
total adalah kepuasan yang dinikmati konsumen dalam mengonsumsi
sejumlah barang atau jasa tertentu secara keseluruhan. Contoh, pembelian
sawo di kebanyakan supermarket meningkat terus dari minggu ke minggu.
Pada minggu pertama, rata–rata pembelian sawo sebesar 50 kwintal, pada
minggu kedua pembelian sawo meningkat menjadi sekitar 80 kwintal. Berarti
nilai guna total sawo pada minggu kedua naik menjadi 80. Apabila minggu ke
tiga pembelian sawo makin menurun, itulah tandanya kepuasan total
konsumen terhadap sawo sudah menurun.
Nilai Guna Marjinal
Nilai guna marjinal (marginal utility) adalah pertambahan kepuasan yang
dinikmati dari setiap tambahan barang atau pun jasa yang di konsumsi.
Contoh, Konsumsi satu buah jeruk manis pertama bernilai guna total 40,
konsumsi jeruk manis kedua menghasilkan nilai guna total sebesar 70, berarti
nilai guna marjinal adalah 30 (70-40).
Nilai Guna Total dan Marjinal yang semakin Menurun
Konsumen berusaha menikmati barang atau jasa yang dimiliki sepuas
puasnya. Setelah kepuasan dari mengkonsumsi suatu barang atau jasa
berlangsung terus menerus, sampai titik tertentu akhirnya kepuasan itu akan
sampai pada tingkat kejenuhan tertentu, setelah tingkat ini, kepuasan akan
menurun. Contoh yang amat sederhana adalah tingkat kepuasan kita
ketika minum.
Saat sedang haus–hausnya, segelas air pertama akan terasa segar, gelas
kedua akan lebih menyegarkan, gelas ketiga akan menyebabkan kita
kekenyangan atau bahkan merasa mual, jika kita akan menum gelas keempat
kemungkinan kita akan muntah. Contoh di atas memperlihatkan turunnya nilai
guna total setelah sampai pada tingkat kejenuhan tertentu. Bagaimana
dampaknya pada nilai guna marjinal? Nilai guna total ternyata berbanding lurus
dengan nilai guna marjinal. Artinya, kalau nilai guna total turun, maka nilai guna
marjinal pun ikut turun. Untuk lebih jelasnya, amatilah tabel dan grafik berikut ini.
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 11 Produksi, Distribusi, dan Konsumsi 11 - 24
Tabel 3
Nilai Guna Total dan Nilai Guna Marginal
Grafik 3: Kurva Nilai Tuna total (TU) dan Nilai Guna Marginal (MU)
Dapat dipahami bahwa salah satu faktor
yang mempengaruhi perilaku konsumen
dalam mengonsumsi barang dan jasa
adalah adanya tingkat kepuasan marjinal
(marginal utility), yaitu tingkat pertambahan
kepuasan apabila konsumen dapat
menambah suatu unit alat pemuas
kebutuhannya. Secara matematis,
kepuasan marginal adalah turunan
pertama dari kepuasan total.
Kepuasan marginal (marginal utility / MU) dapat diformulasikan sebagai berikut :
MU = dTU/dQ
Keterangan:
MU = kepuasan marginal
d = selisih atau perubahan
TU = kepuasan total
Q = jumlah barang yang dikonsumsi
Grafik 11.3: Kurva Nilai Tuna total
(TU) dan Nilai Guna Marginal (MU)
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 11 Produksi, Distribusi, dan Konsumsi 11 - 25
Dalam pendekatan kepuasan marginal ini orang beranggapan bahwa
konsumsi dapat diukur dengan uang dan konsumen selalu berusaha
mencapai titik kepuasan total maksimum. Jika P adalah harga suatu barang,
maka konsumen akan mencapai kepuasan maksimum apabila
MU = P
Contoh 1:
Berapa jumlah barang yang akan dikonsumsi apabila harga barang
tersebut Rp 300,00 dan kepuasan konsumen dinyatakan dengan fungsi :
TU = 150Q – 0,25Q 2 – 100
Jawab:
TU = 150Q – 0,25Q 2 – 100
MU = 150 – 0,50Q
Kepuasan akan maksimum bila MU = P maka
150 – 0,50Q = 300
0,50Q = 300 – 150
Q = 150/0,50
Q = 300
Jadi kepuasan konsumen tercapai pada saat ia membeli 300 unit.
Paradoks Nilai Barang Dan Jasa
Dalam kamus besar bahasa Indonesia, Kata
paradoks berarti pernyatan yang seolah-olah
berlawananan dengan pendapat umum atau
kebenaran, tetapi kenyataannya mengandung
kebenaran. Dalam kehidupan sehari-har,
sering kita temuai paradoks macam ini yang
tidak sesuai dengan teori ekonomi. Misalnya,
harga air sangat rendah dan harga laptop
sangat tinggi, padahal air merupakan
kebutuhan vital yang lebih bernilai
dibandingkan laptop. Kita ketahui, tanpa air
mana mungkin kita dapat hidup. Lalu,
bagaimana paradoks ini dapat kita jelaskan?
Mula-mula paradoks tersebut dijelaskan berdasarkan teori biaya produksi.
Teori tersebut mengatakan bahwa semakin tinggi biaya produksi, maka
semakin tinggi harga barang tesebut. Itulah sebabnya harga laptop lebih tinggi
daripada air karena biaya produksinya lebih besar. Selain itu, penjelasan lebih
lanjut dapat pula mengacu pada teori nilai guna marjinal. Menurut teori ini, nilai
guna marjinal air yang semakin banyak dipakai (diminum) akan semakin
Gb. 11.13: Paradoks Nilai
Barang Laptop dan air
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 11 Produksi, Distribusi, dan Konsumsi 11 - 26
menurun sampai akhirnya nilai guna marjinalnya mendekati nol. Sebaliknya,
nilai guna marginal laptop semakin bagus akan semakin naik, atau semakin
berkualitas laptop tersebut semakin tinggi nilai guna marginalnya. Kalau
demikian, jelaslah bahwa tinggi rendahnya harga suatu barang sangat
ditentukan oleh biaya produksi dan nilai guna marjinal barang itu sendiri.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Konsumsi
Konsumen membeli barang serta jasa yang diperlukan di pasar. Barang dan
jasa itu berbeda perspektif antara pembeli satu dengan yang lainnya.
Perbedaan itu mencakup jenis, corak, jumlah, mutu, dan model. Timbul
pertanyaan di sini, mengapa demikian? Hal ini terjadi karena ada beberapa
faktor yang mempengaruhi konsumen dalam kegiatan konsumsinya, yaitu
sebagai berikut.
Pendapatan
Pendapatan adalah balas jasa yang diterima oleh pemilik faktor produksi.
Biasanya, pendapatan itu berupa upah, sewa, dan laba. Semakin tinggi
pendapatan yang diterima oleh pemilik faktor-faktor produksi, semakin tinggi
pula daya belinya. Dengan demikian, baranga yang dibeli semakin rendah pula
daya belinya. Akibatnya, kesempatan membeli lebih banyak dan ragam barang
semakin sempit.
Hubungan pendapatan dengan konsumsi dirumuskan
Y = C + S
Y = pendapaatan (income)
C = konsumsi (konsumption)
S = tabungan (saving)
Contoh : jika A berpendapatan Rp 100.000,00 per bulan dan tingkat
konsumsi Rp 90.000,00 per bulan maka A memiliki tabungan:
Rp 100.000,00 – Rp 90.000,00 = Rp.10.000,00
Harga barang dan jasa
Prinsip ekonomi, yang berorientasi pada penimilan pengeluaran dan
pemaksimalan hasil, dapat kita tetapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Misalnya, jika harga turun, kita meningkatkan pembelian, dan jika harga narik
kita menyusutkan pembelian. Dengan perkataan lain, konsumsi dikurangi
pada waktu harga tinggi dan konsumsi dapat ditingkatkan pada waktu harga
rendah.
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 11 Produksi, Distribusi, dan Konsumsi 11 - 27
Kebiasaan konsumen
Saat berjalan keliling suatu pusat perbelanjaan, kita cendreng belanja banyak,
menghabiskan uang kita padahal barang-barang yang kita belanjakan belum
tentu kita perlukan. Perilaku seperti inilah yang disebut dengan perilaku
konsumtif. Bila sebagian besar masyarakat memiliki perilaku atau gaya hidup
macam ini, maka gejala yang terjadi pada masyarakat tersebut disebut dengan
gejala konsumerisme.
Adat istiadat
Adat istiadat akan mempengaruhi konsumsi. Misalnya, dalam acara ritual,
dibutuhkan barang-barang tertentu. Jenis dan bayaknya barang yang
dibutuhkan tentunya disesuaikan dengan upacara adat istiadat antardaerah. Ini
tentunya akan mempengaruhi tingkat konsumsi.
Mode barang
Jika seorang memakai pakaian yang sedang digandrungi masyarakat, kita
katakan orang itu mengikuti mode. Begitu pula dengan jenis barang yang lain.
Saat sedang menjadi mode, barang tertentu banyak diminati sehingga selalu
laku di pasar. Dengan demikian, mode dapat mempengaruhi konsumsi.
Barang substitusi
Barang substitusi (pengganti) pada gilirannya akan mempengaruhi konsumsi.
Jika suatu barang mahal, kita akan mencari barang pengganti untuk
memenuhi kebutuhan tersebut.
Selera konsumen
Setiap orang mempunyai selera yang mungkin berbeda-beda dalam
mengkonsumsi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya. Contoh:
begitu banyak orang yang ingin makan siang di luar lokasi perkantoran.
Mereka memiliki banyak pilihan dan memilih sesuai dengan selera, misalnya
masakan pelecing Lombok, apel malang dan sebagainya. Jadi jelas bahwa
selera sangat berpengaruh pada tingkat konsumsi seseorang.
Surplus Konsumen
Ibu Mahmudah dan pak Yazid pergi ke pasar untuk berbelanja keperluan
rumah tangganya. Sewaktu akan pergi, Ia sudah mempunyai catatan tentang
barang–barang yang akan dibelinya serta harga barang–barang yang akan ia
beli. Setelah tawar-menawar harga, maka barang pun jadi dibeli. Ternyata,
harga barang yang dibeli lebih murah dibandingkan dengan jumlah uang yang
disiapkan, artinya ada kelebihan uang mereka. Kelebihan uang yang disiapkan
dengan harga yang sebenarnya disebut dengan suplus konsumen. Artinya,
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 11 Produksi, Distribusi, dan Konsumsi 11 - 28
mereka merupakan konsumen yang mempunyai kemampuan daya beli yang
lebih daripada harga pasar, sehingga ia memiliki surplus atau kelebihan.
Perhatikan tabel dan grafik berikut ini.
Pada pepaya pertama terdapat surplus (kelebihan) konsumen : daya beli
konsumen Rp 2.600,00 dikurangi harga pasar Rp 2.000,00 sama dengan
Rp600,00
Pada pepaya kedua terdapat surplus (kelebihan) konsumen : daya beli
konsumen Rp 2.400,00 dikurangi harga pasar Rp 2.000,00 sama dengan
Rp400,00
Pada pepaya ketiga terdapat surplus (kelebihan) konsumen : daya beli
konsumen Rp 2.200,00 dikurangi harga pasar Rp 2.000,00 sama dengan
Rp200,00
Pada pepaya ke empat tidak terdapat surplus
(kelebihan) konsumen : daya beli konsumen
Rp 2.000,00 sikurangi harga pasar Rp
2.000,00 sama dengan Rp 0,00
Pepaya ke lima, ke enam, dan ke tujuh tidak
dibeli konsumen karena harga pasar lebih
tinggi dari daya beli konsumen
Jumlah surplus konsumen dalam
seminggu Rp 200,00 dan konsumen hanya
membeli 4 pepaya seminggu
Jika dibuat grafiknya, akan terlihat seperti pada grafik 11.2. Nilai guna total
yang diperoleh dari mengkonsumsi 4 pepaya digambarkan oleh daerah
OACD. Untuk memperoleh pepaya tersebut, si pembeli harus membayar
sebanyak OBCD. Dengan demikian, segi tiga ABC merupakan surplus
konsumen yang dinikmati oleh pembeli pepaya tadi.
Grafik 11.4:
Surplus Konsumen atas
Pembelian Pepaya
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 11 Produksi, Distribusi, dan Konsumsi 11 - 29
Rangkuman
Pengertian dan Tujuan Produksi: yaitu suatu kegiatan yang berhubungan
dengan usaha untuk menciptakan dan menambah nilai guna suatu barang
atau jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia. Berdasarkan tiga aspek
tersebut, tujuan produksi dapat dilihat dari dua sisi, yaitu sisi makro (luas)
dan mikro (sempit).
Faktor-faktor Produksi adalah semua benda dan alat-alat yang digunakan
untuk menghasilkan atau menambah nilai guna barang atau jasa. Adapun
yang termasuk faktor-faktor produksi: Sumber Daya Alam, Sumber Daya
Manusia (Human Resource/Labour), Sumber Daya Modal (Kapital),
Sumber Daya Kewirausahaan.
Pengertian Distribusi: kegiatan penyaluran barang dan jasa hasil produksi
dari produsen kepada konsumen
Pengertian dan Tujuan Konsumsi adalah pemanfaatan semua barang dan
jasa yang bernilai ekonomis untuk memenuhi kebutuhan hudup yang
direncanakan sesuai dengan skala prioritasnya. Tujuan konsumsi:
mengurangi nilai guna barang atau jasa secara bertahap, Menghabiskan
barang guna barang sekaligus, Memuaskan kebutuhan jasmani.,
memuaskan kebutuhan rohani.
Fungsi Konsumsi: untuk memenuhi kebutuhan manusia; memberikan
kesenangan kepada manusia; indikator untuk mengukur tingkat status
sosial manusia, menambah tingkat permintaan masyarakat dan
menciptakan inovasi baru.
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 11 Produksi, Distribusi, dan Konsumsi 11 - 30
Lembar Powerpoint 11.3
Indikator:
1. Menjelaskan kegiatan produksi
2. Menjelaskan kegiatan distribusi
3. Menjelaskan kegiatan
konsumsi.
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 11 Produksi, Distribusi, dan Konsumsi 11 - 31
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 11 Produksi, Distribusi, dan Konsumsi 11 - 32
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 11 Produksi, Distribusi, dan Konsumsi 11 - 33
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 11 Produksi, Distribusi, dan Konsumsi 11 - 34
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 11 Produksi, Distribusi, dan Konsumsi 11 - 35
Lembar Penilaian 11.4
A. Tes Tulis
1. Jelaskan pengertian produksi, distribusi, dan konsumsi!
2. Sebutkan faktor-faktor produksi!
3. Buatlah dan jelaskan grafik/kurva produksi total, produksi marginal, dan
produksi rata-rata!
4. Jelaskan alur distribusi!
5. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi!
6. Apa yang dimaksud dengan prilaku konsumen?
7. Jelaskan maksud surplus konsumen dan berikan contoh!
B. Penilaian Portopolio/Laporan
Skoring
Interval antara 10 – 100
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 11 Produksi, Distribusi, dan Konsumsi 11 - 36
Daftar Pustaka
Azis, Noor. Drs. M.M., Pengantar Mikroekonomi, Bayumedia Publishing, 2003.
Economic Education and The National Education Association Washington DC.
Hartono, Jogiyanto., Teori Ekonomi Mikro Analisis Matematis, Andi Offset, 2003.
Rochaety, Ety., dan Ratih Tresnati., Kamus Istilah Ekonomi, Bumi Aksara, 2003.
Samuelson, Paul A. dkk., Mikro Ekonomi, Erlangga, 2003.
Sugiyanto, Katijan. Pengetahuan sosial ekonomi. 2004. pen. Pabelan cerdas
nusantara.
Sumayang, Lalu., Dasar-dasar Manajemen Produksi dan Operasi, Salemba
Empat, 2003.
Tambunan, Tulus T.H., Perekonomian Indonesia Teori dan Temuan Empiris,
Ghalia, 2003.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar