Rabu, 26 Januari 2011

THE DEGREES OF COMPARISON

THE DEGREES OF COMPARISON
A. DEFINITION OF DEGREE OF COMPARISON
Degrees of Comparison are used when we compare one person or one thing with another. Usually, the degrees of comparison is divided into three degrees, they are:
1. Positive degree
2. Comparative degree
3. Superlative degree
1. Positive degree.
When we speak about only one person or thing, we use the Positive degree.
Examples:
Amir is as old as I am
I am as handsome as you are
2. Comparative degree.
When we compare two persons or two things with each other, we use Comparative degree.
Examples:
a. This house is bigger than that one.
The term “bigger” is comparative version of the term “big”
b. This flower is more beautiful than that.
The term “more beautiful” is comparative version of the term “beautiful”.
c. He is more intelligent than this boy.
The term “more intelligent” is comparative version of the term “intelligent”.
Both these sentences convey the same meaning.
d. He is taller than Mr. Hulas.
The term “taller” is comparative version of the term “tall”.
e. Bill works harder than Joe Sanders
The term “harder” is comparative version of the term “hard”.
3. Superlative degree:
When we compare more than two persons or things with one another, we use all the three Positive, Comparative and Superlative degrees.
Examples:
a. This is the biggest house in this street. (Superlative)
This house is bigger than any other house in this street. (Comparative)
No other house in this street is as big as this one. (Positive)
The term “biggest” is the superlative version of the term “big”.
All the three sentences mean the same meaning.
b. This flower is the most beautiful one in this garden. (Superlative)
This flower is more beautiful than any other flower in this garden. (Comparative)
No other flower in this garden is as beautiful as this one. (Comparative)
The term “most beautiful” is the superlative version of the term “beautiful”.
All the three sentences mean the same meaning.
c. He is the most intelligent in this class. (Superlative)
He is more intelligent than other boys in the class. (Comparative)
No other boy is as intelligent as this boy. (Positive)
The term “most intelligent” is superlative version of the term “intelligent”.
Both these sentences convey the same meaning.
d. He is the tallest student in this class. (Superlative)
He is taller than other students in this class. (Comparative)
No other student is as tall as this student. (Positive)
The term “tallest” is superlative version of the term “tall”.
Both these sentences convey the same meaning.
*Degrees of Comparison are applicable only to Adjectives and Adverbs*
*Nouns and verbs do not have degrees of comparisons*
He is the tallest student in the class.
The term “tallest” is an adjective.
Among the members of the group, Mr. Clinton speaks most effectively.
The term “effectively” is an adverb.
All the terms used in the above-examples are either adjectives or adverbs.
We have seen all the three Degrees of Comparison
Let us see their models.
Model -1: “The best”:
Examples:
a. This is the best hotel in this area.
No other hotel is as better as this on in this area.
No other hotel is as good as this one in this area.
b. Unemployment is the most serious problem facing our country.
Unemployment is more serious than any other problem facing our country.
No other problem facing our country is as serious as unemployment.

Model-2: “One of the best”:
Examples:
a. Calcutta is one of the largest cities in India.
Calcutta is large than most other cities in India.
Very few cities in India are as large as Calcutta.
b. Satin Tendulkar is one of the best batsmen in the world.
Satin Tendulkar is better than most other batsmen in the world.
No other batman in the world is as good as Satin Tendulkar.
Model-3: “Not the best”:
Examples:
a. This is not the best solution to the problem.
b. This is not better than few other solutions to this problem.
c. Other solutions to this problem are not as good as this one.
d. New York is not the largest city in America.
New York is not bigger than many other cities in America. Few other cities in America are at least as large as New York.
Few adjectives and adverbs get their Comparative forms by simply getting “more” before them.
And their superlative terms, by getting “most” before them.
Examples:

DEGRESS OF ADJECTIVES
Positive Comparative Superlative
Beautiful More Beautiful Most Beautiful
Effective More Effective Most Effective
Effectively More Effectively Most Effectively

Enjoyable More Enjoyable Most Enjoyable
Useful More Useful Most Useful
Honest More Honest Most Honest
Different More Different Most Different
Qualified More Qualified Most Qualified


Few adjectives and adverbs get their Comparative forms by simply getting “er” after them and their superlative terms, by getting “est” after them.
Examples:

Positive Comparative Superlative
Big bigger biggest
Tall taller Tallest
Long longer Longest

Short shorter shortest
Costly costlier Costliest
Simple simpler Simplest
Hard harder hardest

Degrees of Comparison add beauty and varieties to the sentences

Minggu, 09 Januari 2011

derama

Narator:
Pada suatu malam di sebuah hutan yang lebat dan terdapat banyak binatang telah terjadi kehebohan. Seekor serigala jahat tiba-tiba mengamuk dengan membabi buta. Sebabnya ialah sang serigala sedang menderita sakit gigi. Tentu saja seluruh binatang jadi takut. Mereka lari dan bersembunyi.

SUARA MUSIK CERIA MENGHANGATKAN SUASANA. BINATANG-BINATANG MUNCUL DENGAN TARIANNYA YANG MENARIK. MEREKA BEGITU AKRAB. TAPI TIBA-TIBA, SUARA TERIAKAN SERIGALA MEMECAHKAN SUASANA. DAN MUSIK MENJADI TEGANG. KAWANAN BINATANG PUN LARI KOCAR-KACIR. MEREKA BERSEMBUNYI DI BALIK SEMAK-SEMAK. CAHAYA LAMPU MEREDUP.

SANG SERIGALA MUNCUL DAN MENGERANG KESAKITAN. IA BERJALAN TERTATIH-TATIH. SUASANA TAMPAK MENCEKAM. SERIGALA ITU TIBA DI TENGAH PANGGUNG DENGAN MERAUNG-RAUNG. TANGANNYA MEMEGANG SEBELAH PIPINYA YANG BENGKAK.


Serigala:
Aduh sakit….. Tolong….. Aduh….. sakit….. aduh…..Tolonglah teman-teman berikan aku obatnya. Aduh, sakit…..!


SANG SERIGALA BERLALU. SUARANYA SEMAKIN LAMA SEMAKIN MENJAUH. DAN LENYAP. PANGGUNG PUN MULAI BENDERANG KEMBALI. BEBERAPA BINATANG MASUK KE ATAS PENTAS DENGAN WAJAH KETAKUTAN. LALU PERGI KE ARAH SEMAK BELUKAR UNTUK BERSEMBUNYI. KANCIL JUGA KELUAR DARI TEMPAT PERSEMBUNYIAN-NYA DENGAN HATI-HATI. IA MENENGOK KIAN KEMARI UNTUK MEMASTIKAN SERIGALA ITU TELAH PERGI.


Kancil:
(berbisik) Kera…. Kera….! Ayo keluar.

Kera:
(dari balik pepohonan) Sssstt….., Aku disini….

Kancil:
(mengedarkan pandangannya) Dimana kamu Kera? Aku tak melihatmu.

Kera:
Disini,…. Aku disini.

Kancil:
(jengkel) Iya, disini itu dimana? Aku tetap tak melihatmu.

Kera:
Ya disini. Cobalah Kancil berjalan dua langkah ke arah kanan.

Kancil :
(kancil menurut) Satu…. dua….

Kera:
Lalu mundur lagi ke arah belakang lima langkah.

Kancil:
Satu, dua, tiga, empat dan lima….. Sudah, kamu dimana?

Kera:
Sekarang putar kepalamu ke arah kiri.

Kancil:
Begini?

Kera:
Ya.

Kancil:
Lalu?

Kera:
(muncul di belakang Kancil dengan mengendap-endap) Dar !

Kancil:
(terkejut) Waduh ampun…..!!!

Kera:
(tertawa terbahak-bahak) Haha….ha…ha….

Kancil:
(bersungut dan marah) Huuh, bilang kek dari tadi. Jangan pakai kejutan segala. Kancil kan jadi takut.

Kera:
Jangan marah dong, Cil. Aku kan hanya bercanda. Hehe….

Kancil:
Bercanda ya bercanda, tapi jangan ngerjain Kancil dong !

Kera:
Oke deh, maaf. Kalau begitu kita pacantel saja….


KERA MENYODORKAN TANGAN, TAPI KANCIL TAK MEMPEDULIKANNYA


Kera:
O, jadi marah beneran nih. Baik kalau begitu. Lihat ini…..


KERA MENGERUTKAN MUKANYA YANG LUCU DAN MULAI BERTINGKAH SUPAYA MEMBUAT KANCIL TERSENYUM. TAPI KANCIL SEOALAH-OLAH TAK MELIHATNYA.


Kera:
Lho, kok gak mempan juga. Ya sudah, aku pulang saja….


BARU SAJA KERA BERJALAN BEBERAPA LANGKAH, TIBA-TIBA KAKINYA TERPELESET MENGINJAK KULIT PISANG. DAN JATUH.


Kera:
Aduh…..!

Kancil:
(tertawa) Rasain….. Makanya kalau buang sampah jangan sembarangan

Kera:
Huh, bukannya menolong malah menertawakan

Kancil:
Ya, salah sendiri

Kera:
O, jadi Kancil tak mau menolong saya?

Kancil:
Baik, deh, baik……


KANCIL MENGAHAMPIRI KERA YANG TERDUDUK DI ATAS TANAH SEMABARI MENYODORKAN TANGANNYA. NAMUN TIBA-TIBA KERA MENARIK TANGAN SANG KANCIL HINGGA TERJATUH BERANGKULAN. KEDUANYA TERTAWA LEPAS. DAN SESAAT MENJADI HENING. KANCIL SEPERTI TERINGAT SESUATU.


Kancil:
Eh, Kera. Apakah kamu melihat apa yang kulihat tadi?

Kera:
(Mengerutkan dahinya) Apa itu Kancil? Tadi kan gelap

Kancil:
(seolah berfikir) Kalau begitu apakah Kamu mendengarkan apa yang tadi kudengar?

Kera:
Mendengar apalagi, Kancil? Kok saya jadi tak mengerti maksudnya .

Kancil:
Ya, mendengar suara dong. Tadi aku mendengar suara yang seperti minta tolong. Begini (menirukan suara Serigala)Aduh sakit….. Tolong…. Aduh….. Aduh……

Kera:
Oooo, yang itu. Iya aku juga mendengar. Memangnya kenapa?

Kancil:
Suara siapa, ya? Kok rasanya saya kenal. Aku ingin sekali menolongnya

Kera:
Ah,….. (membelakangi Kancil) buat apa kita susah-susah menolongnya? Toh kita sendiri tidak tahu siapa yang minta pertolongan itu.

Kancil:
Lho, kok Kera ngomongnya begitu sih? Kita ini kan sesama mahluk ciptaan Tuhan. Jadi sudah seharusnya kita saling menolong. Bukankah dengan tolong menolong itu kita akan mendapatkan pahala, betul kan?

Kera:
Iya, tapi menolong siapa dulu….. Nah, kalau yang kita tolong itu jahat bagaimana? Kita sendiri kan yang jadi repot

Kancil:
Betul juga, ya. Tapi kalau dia baik?

Kera:
Ya tidak tahu…..

Kancil:
Ah, saya punya akal!

Kera:
Apa itu?

Kancil:
Kalau begitu, kita tanyakan saja pada teman-teman kita. Siapa tahu diantara mereka ada yang mengetahuinya. Yuk?

Kera:
Ayo, siapa takut…..


Babak II

Suasana : Malam Menjelang Pagi

Latar Panggung : Hutan Belantara



Narator:
Kemudian, Sang Kancil dan Sang Kera mulai berjalan untuk mencari tahu apa yang terjadi. Mereka bertanya kepada siapa saja yang ditemuinya di perjalanan. Mereka menemui kawan-kawannya. Tapi sampai pagi menjelang, tak sedikit pun jawaban yang mereka dapatkan. Mereka capek dan akhirnya ketiduran di bawah pohon yang sangat rindang.


Kera:
Aduh, sudah jauh kita ini berjalan kancil. Tapi kita tak mendapatkan sesuatu yang menggembirakan. Gajah tak tahu, kambing tak tahu, burung hantu pun juga tidak tahu. Ah, sia-sia saja.

Kancil:
Iya, tapi kita tak boleh menyerah.

Kera:
Ah, aku sudah lelah

Kancil:
Iya, aku juga (menguap lalu tidur di bawah pohon yang rindang)


Babak III

Suasana : Pagi Hari

Latar Panggung : Hutan Belantara


TERDENGAR SUARA KOKOK AYAM JANTAN. LAMPU MENYALA PERTANDA HARI MULAI BERANJAK SIANG.



Narator:
Pagi telah tiba. Matahari bersinar dengan cerahnya. Binatang-binatang di hutan menyambutnya dengan gembira. Ya, hari itu mereka gembira karena Sang Serigala yang jahat dan sering menggangu mereka itu kini sedang sakit gigi. Serigala itu kini tak bisa menggigit.


MUSIK CERIA PUN BERGEMA. BINATANG-BINATANG MUNCUL DENGAN MATA MASIH MENGANTUK DAN MENGGELIAT-GELIAT. LALU SECARA SERENTAK MEREKA MENARI BERNYANYI DALAM LAGU “SERIGALA SAKIT GIGI”. NAMUN DI TENGAH-TENGAH KECERIAAN ITU PULA MEREKA DIKEJUTKAN OLEH KERA YANG MERASA TERGANGGU TIDURNYA.


Kera:
Stooop…..!!!


MUSIK BERHENTI. SEMUA BINATANG KAGET. MEREKA LARI TERBIRIT-BIRIT DAN BERSEMBUNYI.


Kera:
Berisik,…. Berisik!

Kancil:
(bangun sambil menggosok kedua matanya dengan tangan) Aduh…. Ada apa sih, Kera?

Kera:
Mereka itu, tuh…. Mengganggu kita yang sedang tidur saja.

Kancil:
Siapa?

Kera:
(berdiri dan memutarkan pandangannya)Hey kalian, ayo keluar. Jangan bersembunyi. Keluar !


SEJENAK HENING. TAPI BEBERAPA SAAT KEMUDIAN KAWANAN BINATANG ITU PUN MEMUNCULKAN KEPALANYA. DAN KELUAR SAMBIL MENGGERUTU.


Kambing:
Mbee…… Huuh, saya kira kamu ini Serigala. Ee…. Ternyata Kera.

Kera:
(marah) Iya, ini aku Si Kera. Mau apa?

Kucing:
(melerai) Meoong,….. Eh, sudah-sudah jangan bertengkar. Sesama binatang penghuni hutan jangan saling bermusuhan dong…. Meong.

Kera:
(kepada kucing) Kamu juga sama saja. Pengganggu!

Ayam:
Kukuruyuk….. Aduh-aduh pagi-pagi begini kok sudah ribut-ribut. Oo…oo…. Saya tahu-tahu, rupa-rupanya Sang Kancil-kancil dan Sang Kera-kera ini telah terganggu-ganggu oleh tarian-tarian dan nyanyian kita teman-teman. Dan mereka-mereka ini sedang tertidur-tidur, betulkan?

Kera:
(judes) Hemh….. tau!

Koor:
Ooo, begitu…..

Kambing:
Mbee…… Kalau begitu kami minta maaf Kera. Betul kami tidak tahu kalau kamu sedang tidur di sekitar sini. Betulkan teman-teman?

Koor:
Betul, Kera. Betul Kancil. Kami semua tidak tahu…..

Kancil:
Ah, tidak apa-apa kok. Sebetulnya aku dan Kera ini sedang mencari sesuatu yang membuat kami berdua bingung. Kami sudah berjalan semalaman hingga terlelah dan tertidur disini. Maafkan kami juga ya, teman-teman. Kami bingung….

Koor:
Bingung?

Ayam:
Kukuruyuk, bingung kenapa Kancil?

Koor:
Iya, bingung kenapa Kancil? Bingung kenapa Kera?

Kancil:
Begini teman-teman. Tadi malam saya dan Kera dikejutkan oleh suara aneh.

Koor:
Apa, suara aneh?

Kancil:
Betul Suara aneh.

Kucing:
Meoong….. Aneh, aneh bagaimana kancil?

Kancil:
Begini teman-teman. (menirukan kembali suara Serigala)Aduh sakit… aduh…. Tolong…. Nah, begitu. suaranya.Dan setelah itu kami mencari tahunya hingga sampailah kami kesini.


KEMUDIAN PARA BINATANG ITU SALING BERPANDANGAN MATA. HENING SEJENAK, DAN SETELAH ITU DENGAN SERENTAK MEREKA TERTAWA DENGAN RAMAINYA.


Kancil:
Hei, kok kalian malah tertawa sih….. Apa ada yang lucu, ya?


TAWA MEREKA PUN BERHENTI. DAN TAK LAMA KEMUDIAN MEREKA TERTAWA LAGI.


Kera:
(marah) Stop-stop, berhenti…..! (semua terdiam)

Kucing:
Meoong…. Maafkan kami kawan, rupanya kalian tidak tahu ya?

Kancil:
Apa yang kalian tahu dan tak kita ketahui? Beritahulah segera.

Kucing:
Begini Kancil, begini Kera. Rupanya suara yang kalian berdua dengar itu

adalah suaranya Serigala. Serigala yang jahat itu, mengerti?

Kancil & Kera:
(bersamaan) Ha, Serigala?! (mereka berpelukan dengan gemetar)

Kambing:
Mbeee….. Betul. Suara yang kalian dengar itu adalah suara Serigala.Tapi tenang saja, dia tidak akan apa-apa.Sebab Sang Serigala tengah menderita sakit gigi.

Koor :
Ya, Serigalanya sedang sakit gigi. Jadi Serigalanya tak akan bisa menggigit.

Kancil & Kera:
O, begitu….. (Kancil dan Kera bernafas lega)

Koor :
Iya, Serigalanya sedang sakit gigi. Hahaha……


Narator:
Nah, begitulah teman-teman sekalian. Mereka sangat senang sekali mendengar Serigala yang sedang sakit gigi. Bagaimanapun Sang Serigala memang jahat. Serigala sering mengganggu para binatang. Bahkan memakannya. Namun dengan tiba-tiba, seluruh alam di sekitar hutan itu mendadak gelap gulita. Kancil dan kawan-kawannya menjerit ketakutan. Hingga datanglah seekor Kelinci yang membawa obor di tangannya. Dan mengabarkan bahwa Serigala itu telah menculik Tupai sahabat mereka.


KELINCI DATANG DENGAN OBOR DITANGANNYA. SEMENTARA KAWANAN BINATANG MASIH BINGUNG SALING BERPELUKAN SATU SAMA LAINNYA.


Kelinci:
(terengah-engah) Aduh, kawan-kawan. Ini gawat…..gawat!

Kera:
Eh, rupanya ada Si Kelinci !

Ayam:
E, bener-bener. Itu-itu ada Si kelinci.

Kelinci:
Ya, ini aku. Semuanya menjadi kacau…..kacau!

Kancil:
Emangnya ada apa Kelinci? Kok kamu seperti ketakutan begitu.

Kelinci:
Ya, aku membawa kabar untuk kalian semua.

Koor:
Kabar? Kabar apa kelinci?

Kelinci:
(berjalan ke salah satu sudut panggung, diikuti yang lainnya)Ini kabar buruk teman-teman.

Koor:
Apa, kabar buruk?

Kambing:
Embeee….. Kalau begitu cepatlah kau katakan, Kelinci!

Kucing:
Meoong….. ayo jawab. Jangan bengong begitu……meoong.

Kelinci:
Begini….. (berjalan lagi, diikuti yang lainnya) Katanya, Pak Serigala

yang jahat itu telah menangkap salah seorang sahabat kita.

Koor:
Apa, menangkap sahabat kita?

Kelinci:
Ya, betul sekali.

Kancil:
Siapa itu Kelinci?

Koor:
Ya, siapa yang ditangkap itu? Siapa?

Kelinci:
Yang ditangkap oleh Pak Serigala adalah….. Si Tupai Pohon.

Koor:
Hah,….. Si Tupai?

Kelinci:
Ya, Si Tupai ditangkap untuk dimasak dan dijadikan obat sakit giginya Pak Serigala. Alasannya adalah karena Si Tupai sangat kuat giginya. Dan bagus.

Koor:
Hiiiyyyy….. takuuut……

Ayam:
Kukuruyuk…. Takut sih takut. Tapi kenapa si kucing ngompol?

Kucing:
(tersipu malu) Ma….maaf, aku benar-benar takut.

Kelinci:
Dan satu lagi teman-teman, hari yang sangat gelap ini diakibatkan oleh mantra-mantranya Pak Serigala untuk mengundang Nenek Sihir yang kejam.

Koor:
Hiiiyyyy….. takuuut……

Kambing:
Embeee….. Lantas apa yang harus kita lakukan?

Kancil:
Tentu saja kita harus menolongnya, kawan-kawan. Si Tupai itu kan sahabat kita semua.

Koor:
Apa menolongnya? Hiiiyyyy….. takuuut……!!!

Kelinci:
Tapi bukankah Pak Serigala itu jahat sekali. Jangan-jangan nanti kita sendiri yang dimakannya….

Kera:
Oh, kalau begitu Kambing saja yang menolong. Dia kan punya tanduk.

Kambing:
Enak saja, kamu saja yang bisa naik pohon. Serigala kan tidak bisa menangkap kamu.

Ayam:
Apalagi aku….. ketketokketok!

Koor:
Kamu saja….. Tidak, kamu saja….. Gak mau, kamu saja….!!!

Kancil:
Aha,….. Saya dapat ide!

Koor:
(semua berhenti, lalu berkata) Apa, ide?

Kancil:
Ya, ide. Kita tidak mungkin melawannya tanpa ada kebersamaan.

Kambing:
Maksudmu?

Kancil:
Kitalah yang akan melawan Sang Serigala!

Kucing:
Tapi kan akau takut

Kancil:
Kenapa mesti takut segala? Kita ini banyak. Dan Serigala itu harus kita lawan bersama-sama. Keadilan harus ditegakkan. Serigala itu telah merampas segala ketentraman hutan kita semenjak dulu. Kalau sekarang tidak dilawan, maka selamanya kita akan selalu diliputi ketakutan

Kambing:
Embee…. betul sekali. Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh.

Kancil:
Sekarang, marilah kita satukan seluruh kekuatan kita, tenaga dan fikiran kita untuk menolong sahabat kita. Setuju?

Koor:
Setuju…..!!!

Kucing:
Kalau begitu aku juga setuju, deh….

Kelinci:
Nah, itu namanya Si Kucing pemberani

Kancil:
Baiklah, sekarang mari ita berunding dan mengatur siasat untuk menghadapi Sang Serigala, Oke?

Koor:
Oke, baiklah Kancil….!!!


Babak IV

Suasana : Sore Hari

Latar Panggung : Sarang Serigala


Narator:
Akhirnya, mereka pun berunding untuk mencari cara membebaskan sahabatnya Si Tupai pohon yang ditangkap Serigala. Sementara di tempat lain, Si Tupai pohon yang baik hati sedang menangis tersedu-sedu. Dia disekap oleh Serigala dalam sebuah kurung yang besar. Tupai takut kalau dirinya akan dimakan hidup-hidup. Kasihan sekali keadaannya…..


TUPAI MENANGIS MERONTA-RONTA DALAM KURUNGAN. IA SUDAH MULAI PUTUS ASA. MUNCULAH SANG SERIGALA DENGAN SOROT MATANYA YANG TAJAM. MENGHAMPIRINYA.


Tupai:
Tolong….. tolong….. lepaskan saya….. Tolong!

Serigala:
(tertawa) Aduh….. aduh…. Aku sakit gigi…. Aduh….. kasihan Si Tupai bodoh ini…..
Aduh….. aku akan segera sembuh……hahaha….

Tupai:
(memelas) Tolong lepaskan saya, Pak Serigala. Saya ingin pulang…..

Serigala:
Apa, melepaskanmu? (tertawa) Enak saja. Aku kan sudah susah-susah menangkapmu. Mana kamu sudah menendang pipi saya yang sedang sakit gigi ini, huh, dasar bodoh.

Tupai:
Tapi kenapa saya dikurungnya disini?

Serigala:
Ha? (tertawa) dasar kamu ini memang bodoh….. He, Tupai kecil. Kenapa aku bisa menculikmu? Karena aku sangat membutuhkanmu. Kenapa aku membutuhkanmu? Karena itu penting sekali. Dan kenapa kamu dikurung disini? Karena kamu tak boleh kabur, mengerti?

Tupai:
Iya, tapi untuk apa saya harus diculik? Saya kan tidak bersalah…..

Serigala:
(mulai jengkel) Aih-aih, dasar kamu Si Tupai bodoh! Ah, tapi baiklah. Aku akan memberi tahumu kenapa aku harus menculikmu Tupai bodoh. Begini, sudah seminggu belakangan ini aku menderita sakit gigi. Lihat….
(menunjukkan mulutnya lebar-lebar) Sudah kau lihat?

Tupai:
(mengangguk)

Serigala:
Nah, sudah kutemui banyak dokter, para penyihir dan dukun-dukun untuk mengobati sakit gigiku ini. Tapi tak satu pun yang dapat menyembuhkannya. Dan sia-sia saja semua obat yang aku makan. Sakit gigiku malah semakin menjadi-jadi. Hingga aku putus asa dibuatnya. Tetapi malam kemarin aku bermimpi….

Tupai:
Mimpi, mimpi apa?

Serigala:
(marah) Diam dulu bodoh, aku juga akan menceritakannya biar kamu tidak penasaran jika kelak aku makan. Begini, di dalam mimpi itu aku bertemu dengan seorang nenek sihir. Dan ia memberikan petunjuk. Katanya…….


LAMPU MEREDUP. SERIGALA DAN KANCIL MEMATUNG. DAN MUNCULAH SEORANG NENEK SIHIR DIANTARA MEREKA. WAJAHNYA SANGAT MENYERAMKAN.


Nenek Sihir:
(kepada Serigala) Hei Serigala yang jahat….. Aku akan memberitahumu sesuatu. Penyakit sakit gigi yang kau derita itu tidak pernah akan sembuh meskipun seribu dukun telah kau kunjungi. Bahkan seribu tahun yang kau habiskan untuk mengobatinya tidak akan menyembuhkan. Sebab penyakitmu adalah kutukan karena engkau terlalu jahat di dunia.

Akan tetapi kamu jangan khawatir. Aku Si Nenek Sihir akan rela membantumu. Ya, aku juga jahat sepertimu. Maka sebagai orang yang sama-sama jahat sudah seharusnya kita saling membantu. Seperti juga orang-orang yang baik saling menolong sesamanya. Baiklah, kau dengarkan baik-baik…...Sakit gigi itu akan sembuh bila engkau memakan daging Si Tupai pohon. Dan gigi Si Tupai itu engkau bakar sebagai persembahan untukku.Sebab aku dendam padanya yang telah mencuri banyak kelapa dari kebunku. Mengerti? Hikhikhik…..


SUASANA KEMBALI SEPERTI SEMULA.


Serigala:
Nah, begitulah ceritanya. Jadi kuculik saja kamu……hahaha…

Tupai:
Dasar penjahat. Demi kepentingan pribadimu, kau korbankan orang yang tak bersalah padamu.

Serigala:
Diam kamu! Bukankah kau ini pencuri juga?

Tupai:
Serigala jahat!

Serigala:
Biarin

Tupai:
Kamu jahat!

Serigala:
Biar

Tupai:
Kamu jahat….. jahat!

Serigala:
Biarin….. biar…..!!! Dasar tupai bodoh. Awas ya, nanti malam kamu akan saya makan….hahaha. Dan mulai saat ini, kamu jangan berteriak-teriak lagi dan membuat kupingku sakit. Mengerti?

Tupai:
(diam saja)

Serigala:
(membentak) mengerti tidak, bodoh…..?!?

Tupai:
Iyy…..ya. Ssaa…saya mengerti.


SERIGALA MEMBALIKAN TUBUHNYA DAN PERGI. TUPAI MERONTA-RONTA DALAM KURUNGAN ITU. NAMUN SARANG ITU BEGITU KUAT DAN TERKUNCI.


Tupai:
(meratap) Oh, Tuhantolonglah hambamu ini. Aku tak mau jadi santapan malamnya Serigala yang jahat. Tolonglah hamba, Tuhan….(Tupai menangis hingga ketiduran)


Babak V

Suasana : Petang

Latar Panggung : Sarang Serigala


Narator:
Akhirnya, kawanan Kancil pun datang dan sampai di tempat persembunyiannya Serigala yang jahat. Dengan mengendap-endap mereka masuk. Hati-hati sekali. Mereka menemukan Tupai yang tertidur dalam kurungan. Kancil mencoba membangunkanya, tapi Tupai tak kunjung bangun. Diluar, terdengar suara Sang Serigala yang mengaduh merasakan giginya yang sakit. Dan kawanan Kancil pun menjadi panik. Lalu bersembunyi di semak belukar di sekitarnya. Tak lama kemudian muncullah Serigala…..


MUSIK TEGANG. SERIGALA MONDAR-MANDIR DAN MENDENGUS-DENGUSKAN HIDUNGNYA. IA MENCURIGAI KEBERADAAN KAWANAN KANCIL YANG MEMANG ADA DISEKITARNYA.


Serigala:
Hmm, sepertinya ada yang tidak beres disini. Ya….. seperti bau yang tidak asing. Ya, bau makanan lezat. (Serigala menghampiri tempat dimana Kancil bersembunyi)O, jadi ini….. (memungut setangkai bunga yang sudah mengering)aku kira makanan enak…. E, ternyata hanya bunga kering, sial.(melirik ke arah kurung) Oow, ternyata si bodoh sedang tidur. Biar sajalah. Daripada bangun malah membuatku pusing saja. Berteriak-teriak (meniru Tupai) Tolong…. Tolong…. Ah, lebih baik aku menyiapkan segala sesuatunya untuk nanti malam. Mmh,…. Daging Tupai dimasak dengan bumbu yang sedap. Enaaak….!!! (keluar)


KANCIL KELUAR DARI PERSEMBUNYIANNYA DENGAN SANGAT HATI-HATI. MEREKA MENARIK NAFAS LEGA.


Kancil:
Hampir saja……

Kera:
Cil, bagaimana sekarang?

Kambing:
Embeee…. Iya Cil, bagaimana sekarang?

Kancil:
Nah, sekarang kita harus dibagi dua. Kelompok pertama membebaskan Si Tupai dari kurungan, sementara yang lainnya mengawasi keadaan kalau-kalau Pak serigala datang lagi seperti barusan. Selanjutnya, kita semua akan membuat jebakan untuk menangkap Pak serigala, oke?

Koor:
(bersemangat) Oke, oke-oke saja Kancil…..

Kancil:
Sssstt…… Jangan keras-keras dong.


SEMUANYA SEREMPAK MENUTUP MULUT


Kancil:
Sekarang ayo kita lakukan !


Narator:
Maka bekerjalah mereka sesuai tugas yang telah diberikan kepada masing-masing. Tupai sudah dibebaskan. Dan jebakan pun sudah selesai dibuat. Mereka tinggal menunggu saat yang tepat untuk menghancurkan semua kejahatan yang pernah dilakukan Sang Serigala.


Tupai:
(setelah keluar) Terimakasih Kancil. Terimakasih kawan-kawan semuanya. Kalian telahmenyelamatkan hidupku. Dan kalau kalian tak ada pasti...

Kelinci:
Ah, kamu tak perlu bicara seperti itu kawan. Karena sudah seharusnya antar sahabat itu saling menolong.

Ayam:
Betul-betul. Betul sekali apa-apa yang dikata-katakan oleh Kelinci. Kukuruyuk…. Kitakan temenan. Betulkan…..?

Koor:
Ya, betul Tupai. Kita kan temen…..

Kancil:
Ya, berterimaksihlah hanya kepada Tuhan, Tupai.

Tupai:
Kawan-kawan, kalian sungguh sahabatku yang terbaik di dunia.


KEMUDIAN MEREKA SALING BERPELUKAN SATU SAMA LAINNYA. TAPI SUASANA YANG MENGHARUKAN TERSEBUT SIRNA MANAKALA SANG SERIGALA MASUK DENGAN TIBA-TIBA.


Serigala:
Oh, rupanya sedang ada reuni keluarga di rumahku, ya? Kok aku tak diundang…..

Koor:
Hah, S-E-R-I-G-A-L-A…..

Serigala:
He, apa yang kalian lakukan disini?

Koor:
La….lari…..!!!


SEMUA KAWANAN KANCIL LANGSUNG LARI. TAPI TAK MENINGGALKAN TEMPAT ITU. MEREKA MALAH MEMPERMAINKAN SANG SERIGALA YANG SUDAH SANGAT MARAH.


Serigala:
Jangan lari…. Mau kemana kalian….. Tunggu! (melihat kurungan yang sudah kosong) Aduh, dasar sial…... Bagaimana dengan gigiku? Awas kalian. Akan kubalas semuanya...
Ayo, kemarilah akan kutangkap kalian semua…….


SERIGALA TERUS MENGEJAR KAWANAN KANCIL YANG SANGAT CERDIK. DAN MEREKA TERUS SAJA MEMPERMAINKANNYA. SERIGALA JADI PUSING. SEHINGGA PADA SUATU KESEMPATAN YANG TEPAT, SERIGALA PUN MASUK DALAM PERANGKAP. SERIGALA TERKURUNG PADA TEMPAT DIMANA IA TELAH MENGURUNG SANG TUPAI. SERIGALA TERKUNCI DI DALAMNYA. SERIGALA MENJERIT MINTA TOLONG. KANCIL DAN KAWAN-KAWAN BERSORAK GEMBIRA KARENA TELAH MENGALAHKAN SERIGALA.


Tupai:
Nah Serigala, sekarang kau akan merasakan juga bagaimana rasanya terpenjara di dalam sana…..

Serigala:
Dasar Tupai bodoh, ayo keluarkan aku dari sini. Kalau tidak…..

Tupai:
Kalau tidak, mau apa?

Kancil:
Ah, sudahlah Tupai. Biarkan saja ia menikmati sakit giginya disana.

Koor:
Ya, sekarang rasain Serigala. Makanya jangan jahat….

Serigala:
Aduh, ampun….. Keluarkan aku dari sini…. Tolonglah….

Kambing:
Embeee…… Mari kawan-kawan kita pulang. Hari sudah mulai malam.

Serigala:
Hei, jangan pergi. Keluarkan dulu aku dari sini…..Hei binatang-binatang bodoh…… Tolong……Tolong….. keluarkan aku dari sini….. ampun….!!!


Narator:
Lalu mereka meninggakan tempat tersebut dengan serigala yang terkurung. sang serigala hanya bisa menangis sedih meratapi keadaanya. dan tak akan ada yang pernah mau menolong serigala itu. karena ia jahat. dan yang jahat harus mendapatkan hukuman yang setimpal.

Nah, begitulah teman-teman akhir kisah Serigala yang sakit gigi dengan kawanan Kancil yang cerdik. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari cerita ini.


- The End -

Sabtu, 08 Januari 2011

ILMU PENGATAHUAN SOSIAL

JAWABAN ILMU PENGATAHUAN SOSIAL

Jawab B
1
LETAK GEOGRAFIS MATA PENCAHARIAN MAKANAN POKOK
SEHARI-HARI TEMPAT TINGGAL KEBUDAYAAN
Dataran Tinggi Petani Jagung Rumah Sendiri
Dataran Rendah Petani Beras Rumah Sendiri
Daerah Pegungan Petani Jagung Rumah Sendiri
Pesisir Nelayan Beras Rumah Sendiri
Pedesaan Petani Jagung Rumah Sendiri Tradisional
Perkotaan Pegawai Beras Perumahan Kebarat-baratan

Jawab C
1. Produksi adalah pengulahan bahan yang diproses di pabrik dengan mesin-mesin yang canggih yang digunakan, memerlukan tenaga listrik. Dan proses produksi di lakukan oleh tenaga kerja sehingga menghasilkan berbagai macam barang tertentu. Sedangkan distribusi merupakan salah satu kegiatan pokok ekonomi. Agar barang dan jasa hasil produksi yang masih di tangan produsen segera dapat dimanfaatkan oleh konsumen, maka harus segera disalurkan. Dan Konsumsi adalah pemanfaatan semua barang dan jasa yang bernilaiekonomis untuk memenuhi kebutuhan hudup yang direncanakan sesuai dengan skala prioritasnya.
2. faktor-faktor produksi adalah sumberdaya alam, tanah, air, udara, sinar matahari, tumbuh-tumbuhan, Sumber Daya Manusia, Sumber Daya Modal.
3. Alur distribusi adalah distributor menerima barang dari produsen, kemudian menyallurkan/mendistribusikan kepada konsumen. Kegiatan distribusi ini melibatkan beberapa pihak berikut.
Pedagang
Pedagang adalah orang yang menjualbelikan barang dan jasa atas prakarsa dan resiko sendiri.
Perantara khusus
Perantara khusus terdiri atas agen, makelar, dan komisioner.
Pengekspor dan pengimpor (eksportir dan importir)
Eksportir dan importir adalah orang atau perusahaan yang bertugas menyalurkan barang dan jasa dari dan ke luar negeri dalam jumlah besar. Mengekspor artinya mendatangkan barang dan jasa dari luar dan mengimpor artinya mengeluarkan/menyalurkan barang dan jasa ke luar negeri.
4. Konsumen membeli barang serta jasa yang diperlukan di pasar. Barang dan jasa itu berbeda perspektif antara pembeli satu dengan yang lainnya. Perbedaan itu mencakup jenis, corak, jumlah, mutu, dan model. Timbul pertanyaan di sini, mengapa demikian? Hal ini terjadi karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi konsumen dalam kegiatan konsumsinya, yaitu sebagai berikut.
• Pendapatan
Pendapatan adalah balas jasa yang diterima oleh pemilik faktor produksi. Biasanya, pendapatan itu berupa upah, sewa, dan laba. Semakin tinggi pendapatan yang diterima oleh pemilik faktor-faktor produksi, semakin tinggi pula daya belinya. Dengan demikian, baranga yang dibeli semakin rendah pula daya belinya. Akibatnya, kesempatan membeli lebih banyak dan ragam barang semakin sempit.
• Harga barang dan jasa
Prinsip ekonomi, yang berorientasi pada penimilan pengeluaran dan pemaksimalan hasil, dapat kita tetapkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, jika harga turun, kita meningkatkan pembelian, dan jika harga narik kita menyusutkan pembelian. Dengan perkataan lain, konsumsi dikurangi pada waktu harga tinggi dan konsumsi dapat ditingkatkan pada waktu harga rendah.
• Kebiasaan konsumen
Saat berjalan keliling suatu pusat perbelanjaan, kita cendreng belanja banyak, menghabiskan uang kita padahal barang-barang yang kita belanjakan belum tentu kita perlukan. Perilaku seperti inilah yang disebut dengan perilaku konsumtif. Bila sebagian besar masyarakat memiliki perilaku atau gaya hidup macam ini, maka gejala yang terjadi pada masyarakat tersebut disebut dengan gejala konsumerisme.
• Adat istiadat
Adat istiadat akan mempengaruhi konsumsi. Misalnya, dalam acara ritual, dibutuhkan barang-barang tertentu. Jenis dan bayaknya barang yang dibutuhkan tentunya disesuaikan dengan upacara adat istiadat antardaerah. Ini tentunya akan mempengaruhi tingkat konsumsi.
• Mode barang
Jika seorang memakai pakaian yang sedang digandrungi masyarakat, kita katakan orang itu mengikuti mode. Begitu pula dengan jenis barang yang lain. Saat sedang menjadi mode, barang tertentu banyak diminati sehingga selalu laku di pasar. Dengan demikian, mode dapat mempengaruhi konsumsi.
• Barang substitusi
Barang substitusi (pengganti) pada gilirannya akan mempengaruhi konsumsi. Jika suatu barang mahal, kita akan mencari barang pengganti untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
• Selera konsumen
Setiap orang mempunyai selera yang mungkin berbeda-beda dalam mengkonsumsi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya. Contoh: begitu banyak orang yang ingin makan siang di luar lokasi perkantoran. Mereka memiliki banyak pilihan dan memilih sesuai dengan selera, misalnya masakan pelecing Lombok, apel malang dan sebagainya. Jadi jelas bahwa selera sangat berpengaruh pada tingkat konsumsi seseorang.
5. Tentu kita telah mengerti bahwa dinamika pembelian dari konsumen ditentukan oleh dinamika harga. Konsumen cendrung membeli barang atau jasa dalam jumlah yang lebih banyak pada waktu harga–harga turun, dan mengurangi pembelian bilamana harga–harga naik. Perilaku konsumen ini ternyata erat kaitannya dengan nilai guna (utillity) barang atau pun jasa. Artinya, suatu barang atau jasa dibeli oleh konsumen karena barang atau jasa tersebut mengandung nilai guna. Konsumen percaya bahwa barang-barang atau jasa bersangkutan dapat memuaskan kebutuhannya.

6. Surplus adalah Kelebihan uang yang disiapkan dengan harga yang sebenarnya disebut. Artinya,Ibu Maimunah dan pak jazuli berangkat ke pusat perbelanjaan untuk keperluan rumah tangga. Sewaktu akan pergi, Ia sudah mempunyai catatan apa-apa yang mau di dibelinya serta harga barang–barang yang akan ia beli. Setelah tawar-menawar harga, maka barang pun jadi dibeli. Ternyata, harga barang yang dibeli lebih murah dibandingkan dengan jumlah uang yang disiapkan, artinya ada kelebihan uang mereka.

Minggu, 26 Desember 2010

kata-kata mutiara

JAMAL IMAGINER

Entah mengapa hati ini slalu merindumu
Kutrbuai dalam asa yg tak pasti yg blm tntu kt akn lwati brdua
Mngkn dri ini trlalu mncntaimu
Hngga angnku seakn trblenggu olhmu
Yg dsetiap saat kutak bsa lps dri byangmu,snyumu&skapmu yg mmanjaknku
Dan ntah apa yg kau rskn aq tak tau nmun jka itu brtntngan dngnku
Aq rela coz aq ikhlas n tulus mncntaimu
Wlaupun rsa skit yg akn mngakhiri
Pengirim: jamal imaginer

.di suatu saat ...
.aq brada di pngadilan ksih syank,
.aq dduk di bangku trdakwa dan aq di tduh tlah mnyayangi mu ,,
.bukti" sangat kuat,
.pngacara aq pun tek bsa mmbela aq ,
.aq di vonis untuk mnyayangi mu slama nya .
Ntu lah hkuman untuk qu kpada mu ,,,
Pengirim: jamal imaginer

"pupus" sdh hrapanq,
"hilang" sdh pintaq,
"tanpamu" trsa "hampa hatiku"..
"entah" knp q tringat "saat terakhir" "bersamamu"..
Tp kni itu smua "tinggal kenangan"..
"dan" "suara(q berharap)"
"masih ada" sdikit clah utk q d'hatimu..
"tuhan tolong.."
Smpaikn "permintaan hati" q
"yg terdalam" pdnya..
"please forgive me"..
Pengirim: jamal imaginer

Yang terindah ku persembahkan untukmu.
Tercipta dalam alunan langkahku.
Mengiringi langkahmu yang terhenti.
Tersenyumlah padaku yang coba raih hatimu.
Inginku memelukmu utuh slamanya dalam dekapanku.
Smua yang tlah tercipta kan ku persembahkan untukmu...
Smua yang terindah..kan ku persembahkan untukmu....
Pengirim: jamal imaginer

Cinta dtang dari
Adam & hawa
Kmudian dlanjutkan
Romeo & juliet
Dan ditenggelamkan
Jack & rose

! Dan dibawakan kembali ?

""oleh""
Pengirim: jamal imaginer

Kalau q disuruh memilih antara kamu dan uang,,
Maka q akan memilih uang..
Karna q akan membeli semua cintamu,,
Agar kau tak bisa memberikan cintamu pada orang lain : )


By:jamal imaginer
To: titin
Pengirim: jamal imaginer

Suasana alam yg penuh pesona...
Menjadikan perjlanan hidup nan tak tentu arah...
Damai alam kalbuku, asri rasa jiwaku, bak mutiara berkilauan yg terpendam dalam dasar lautan.
Wahai pesona kalbuku,..wahai juwita jiwaku..
Tak mungkin ku menduakan selain mu sampai akhir jamal imaginerat menjemput ku....
By : jamal imaginer
Pengirim: jamal imaginer

Dalam sebuah percintaan janganlah kamu sesali perpisahan,tetapi sesali lah pertemuan karna tanpa ada pertemuan tidak akan ada perpisahan,,,
Pengirim: jamal imaginer
Senyum adlh pesan kebahagiaan,,,
Yg paling cepat sampai ke hati,,,
Jgn menunggu bahagia untuk bisa tersenyum,,,
Tapi tersenyumlah untuk menjemput kebahagian itu.
Pengirim: jamal imaginer

Dari senyummu ada bunga rindu ku
Dari tingkah mu ada pesona ku damba
Kasih.....,satu kata ku pinta
Jangan kecewakan sepotong hati ini
Karna disini aku hanya memiliki cinta, sayang & rindu untukmu
Pengirim: jamal imaginer
Kekuranganku bukan karena ketidak sanggupanku...
Melainkan tuhan memberikanku kekurangan untuk diterima apa adanya olehmu...

Oleh karenamu kekuranganku berubah menjadi suatu kesempurnaan dimatamu dan dihadapan-nya...
Pengirim: jamal imaginer

Seketika kabut fajar berpeluk dengan dedaunan diantara keceriaan pagi hari, membuat iri rerumputan terpaksa, pada mentari burung2 menghiburpun hingga tergolak jiwa merasakan sebentuk belaian embun pagi, terdiam tersenyum pada awal kehidupan baru pagi ini..
”selamat pagi sayang, bangun donk,, dah pagi nich”
Pengirim: jamal imaginer

Wanita kau bagaikan mentari yg menerangi jiwaku. Kau bagaikan embun pagi yg menyejukan hatiku,kau bagikan air surga pelapas dahagaku.kau bagaikan pelangi yang memberikan warna warni dalam setiap langkah hidupku.dan kau bagaikan bidadari yang tercipta hanya untukku.
Pengirim: jamal imaginer

Aq tercipta bkn tu" menyakiti
Mencintai bkn tu" menyayangi
Aq hanya mencari satu mimpi yg berarti
Dengan cinta yg pasti
Kejujuran dan kepercayaan yg akan mengakhiri....
Pengirim: jamal imaginer

Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi
Dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita
Inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang
Kita temukan di dalam dirinya.
Pengirim: jamal imaginer

Kamis, 23 Desember 2010

ISLAM DI ERA GLOBALISASI

BAB I
PENDAHULUAN
A. Pengertian
Apakah islam itu ? islam adalah agama Allah yang diturunkan kepad nabi Muhammad dengan ajaran pokoknya adalah berupa keyakinan atas adanya tuhan yang tunggal (tauhid), dan seperangkat peraturan – peraturan untuk hidup (syari’at). Yang selanjutnya disebarkan kepada umatnya di seluruh dunia.
Nabi muhmmad telah meerima wahyu dari Allah SWT baerupa kitab suci Alqur’an, yang kemudian diampaian kepada umatnya persis seperti apa yang ia peroleh dari wahyu yang diturunkan kepadanya. Beliau menjelaskan ayat – ayat yang diterimanya dar wahyu tersebut yang berisi penjelasan tentang ayat – ayat tersebut, tujuan dari ayat – ayat tersebut dan lalu diterjemahkan dalam kehidupan sehari – hari yang kemudian di ajarkan kepada umatnya sehingga menyebarlah ajaran islam tersebut.
Dalam hal penyampaian ajaran tersebut, ada yang namanya mutawattir, yakni pengajaran agama yang dilakukan dari generasi ke genarasi dan proses penyampaianya diakukan dimuka umum atau diketahui secara umum, sehingga tidak diragukan lagi kebenarannya.
Aqidah (kepercayaan) adalah bidang teori yang yang wajib di akini terlebih dahulu sebelum yang lain. Kepercayaan itu hendaknya bulat dan penuh tdak kurang satu apapun dan tiada bercampur dengan hal – hal yang lain. Didalam ber –aqidh, hendaklah menurut keterangan – keterangan yang ada di dalam alqur’an serta telah menjadi kesepakatan oleh kaum muslimin sejek pertama kali islam itu turun, yakni pada zaman rosulullah .
Aqida merupakan pokok dari ajaran agama islam, ada beberapa hal pokok dalam aqidah, yakni : wujud (ada), wahdaniat (ke esaan Allah), adanya malaikat, adanya roul, adanya kitab suci, adanya hari kiamat dan adanya qodho’ dan qodar.






BAB II
METODE MENETAPKAN AQIDAH
A. Taklif : Ilmiyah Dan Amaliyah (Teori Dan Praktek)
manusia memiliki dua kekuatan yang pertama nazariah (penyelidikan) puncaknya mengenal hakikat sesuatumenurut keadaan yang sebenarnya. Kedua amaliah (tindakan ) oleh sebab itu taklif (beban kewajiban) ada dua macam pula yakni pengetahuan dan perbuatan. Para sarjana pan pra ulama islam menamakan taklif (pikulan kewajiban). Yang berhubungan dengan istilah aqidah atau pokok agama, sedang taklif (pikulan) yang berhubungan dengan amal perbuatan yang biasa di kenal degan istilah syari’at atau cabang.
B. Tuhan Menggariskan Aqidah
hakikat yang mungkin diketahui manusia itu banyak , I antaranya ada yang tidak bertali rapat dengan keberuntungan hidup yang di maksud oleh Allah selaku syari’ (pembuat aturan) oleh sebab itu hikmat tuhan memutuskan untuk memberikan keterangan di sekitar yang wajib mereka imani untuk memperoleh keberuntungan itu.
Tuhan telah menggariskan persoalan tersebut dengan terang dan menuntut supaya manusia mempercayainya. Iman (kepercayaan ) yang dimaksud adalah I’tikad dengan kebulatan hati dan sesuai dengankeadan yang sebenarnya serta berdasarka tas dalil (alasan)
C. Cara Menetapkan Aqidah
adapun ulama – ulama yang menyatakan bahwa dalil nakli dapat mananamkan keyakinan dan memantabkan aqidah, mereka mengemukakan dua syarat : yang pertama yakni pasti benar atau pasti kebenarannya, yang kedua adalah pasti (tegas) tujuannya. Ini berarti bahwa dalil itu benar – benar datang dn berasal dai rosulullah SAW tanpa ada keraguan.yang demikian itu hanya terdapat pada keteangan mutawattir. Pasti tujuannya berarti bahwa dalil naqlimemiliki makna yang tepat dan tegas. Itu hanyabisa erjadi bila dalil – dalil itu tidak mungkin mempunyai pengertian ganda. Dalil nakli yang demikian dapat menetapkan keyakinan dan wajar untuk menumbuhkan akidah yang kuat.
Contoh – contohnya yang sampai kepda kita adalah ayat – ayat alqur’an yang memberitahukan persoalan tauhid(ke esaan tuhan) riwayat (pengiriman rosul - rosulnya) , hari kiamt dan seterusnya.pokok – pokok ajaran agama yang lainnya yang berupa ayat - ayat alqur’an yang jelas dan jelas pengertiannya.
D. Aqidah – Aidah Pokok Dalam Islam
aqidah – aqidah yang disebutkan diatas tersebut merupakn kpercayaan yang utama bagi umat islam dan islampun menetapkan pula bahwa aqidah – aqidah itupun menjadi asas dari agama – agama tuhan. Dengan demikian agama – agama yang pada hukumnya adalah agama – agama yang batal, yang tidak di anggap agama sama sekali. Maka islam mengingkari paham ateis sang maha pencipta. Disamping itu dipun mengingkari pula terhadap orang – orang yang tiada percaya kepada malaikat, kitab –kitab Allah dan hari kemudian sebagai tidak adanya keimanan mereka sama sekali.. dan islam menyeru orang – orang itu seluruhnya supaya menganut kepercayaan –kepercayaan tersebut berdasarkan penyelidikan akal dan keterangan – keterangan logika.
E. Qur’an Dan Ketetapan Aqidah
berdasarkan prinsip yang kita sebutkan tadi, teranglah bahwa jalan satu – satunya untuk menetapkan aqidah ialah Alqu’anul karim
(qur’an yang mulia). Itu pabila ayat ayatnya pasti dan tegas tujuannya (tidak mengandung penertian ganda), seperti ayat – ayt yang telah kami sebutkan tentang menetapkan wahdaniat (ke esaan tuhan), risalah dan akhirat.
Jadi ketetapan aqidah atau tidaknya dengan qur’an itu bergantung pada ketegasan dilalah (tujuannya) tegas (tidak ada kemungkinan dua pengertian). Dan tentng kepastian sumber Alqur’an sampai kepada kita persis sebagaimana di turunkan Allah, dengan cara mutawattir, pemberitaan masa dari satu angkatan ke angkatan lain.
F. Sunnah Dan Ketetapan Aqidah
Tadi telah di uraikan bahwa aqidah itu tidak dapat di tetapkan melainkan dengan keterangan yang pasti sumbenya dan tgas tujuannya. Bertalian dengan itu pelu diterapkan ola prinsip yang menentukan sunah itu qothi (pasti) atau dhonni (kurang pasti) terlebih dahulu yang perlu di erhtikn dalam hal keadaan sunnah ini kurang pasti ialah dari dua segi : sumbernya dan tujuannya
Dalam tujuan ini terdpat tiga kemungkinan :
keraguan apakah hubungan riwayat hadist itu sampai pada rosulullh ataukah tidak ini namanya “tidak sumbernya”
keraguan akan tujuannya, bias kepada dua taukah tiga pengertian. Ini namanya “tidak jelas tujuannya”
keraguan dalam dua hal tersebut. “sumber dan tujuannya”
aqidah islam tidak dapat ditetapkan dengan hadist ketiga macam itu. orang yang memungkiri aqidah yang ditetapkan berdasarkan dasar hadist yang dpat menetapkan aqidah dan yang boleh dijadikan alaan untuk aqidah ialah hadist yang besumberpasti dan bertujuan tegas.
G. Ijmak Sebagai Sumber Ketetapan Aqidah
pendpat pra ulam tentang “uma”. Saya tidak mengetahui sesuatu yang telah termashur diantara orang ramai bahwa ia adalah orang salah satu pokok dari pada pokok- pokok syari’atdi dalam islam. Lalu dialah oleh pendapat – pendapat ulama dan berselisihlah sesuda itu pandangan madhab – madhabdari seginya. Seperti pokok – pokok perundangan islam yang di sebut “uma” ini,yang pada dasarnya para ulama itu telah berselisih mengenai hakikatnya. Da sebgian dari mereka berpendapat bahwa ijma’ itu merupakan persesuaian semua paara mujtahid dri ummat nabi Muhammad SAW, pada suatu masa mengenal ukum syara’. Kemudian golongan lain berpendapat bahwa ijma’ itu adalah : hanya persesuaian pendpat sebagian besar golongn muj tahidin saja. Dan disamping itu ada juga golonan yang berpendapat bahwa ijma’ itu adalah persesuaian golongan mujtahidin tertentu saja.
Kemudian mereka itu berselisih fahm tentang golongan itu, golongan mnakah dia ? ada yang berkata “itu golongan saabat” dan ada pula yang mengatakan “itu adalahpenduduk madinah”, keluarga rosulullah sendiri, atau kedua sahabat abu baker dan umar, disamping itu ada juga yang mengatakan bahwa golongan itu adalah imam – imam yang empat itu “syafi’I, hambali,hanafi dan malik” dan lain seterusya.
Orang – orang yang mengatakan bahwa ijma’ itu adalah kesepakatan semua para ulama, berselisih pula megenai : “apakah ijma’ dengan pengertian yang seperti itu bisa di gambarkan trjadinya” . ssuksh memang ijma’ itu memang tidak mungkin terjadi. Atau mungkin uma itu tidak mungkin terjadi karena ijma’ itu tidak mempunyai ukuan yang teang, yang di sepakati diantara para ulama, karena pada mujtahidin itu tidak hanya terbtas pada suatu neeri atau pda stu daerah saja.
Orang yng mengatakan mungkinnya uma yang demikian tadi dapat menggambarkan terjadinya, mereka inipun berbeda pendapat pula dengan mengatakan : adakah mungkin mengetahui ijma’ yang demikian? Dan dari pada orang yang mengatakan tidak mungkin ialah Imam Ahmad RA, yang berkata dalam salah satu dua riwayatnya yang di ceritakan orang dari beliau: barang siaa yang mendakwahkan adanya ijma’ itu dia adlah orang pendusta.
Orang – orang yang mengatakan mungkin mengetahui ijma’ dan mengenalnya berlainan pndangan pula tentang apakah ijma’ itu dapat di jadikan dalil hukum agama, hingga menadi kewajiban setiap muslim untuk melakukan amalan dengan landasan ijma’ terebut ataukah ijma’ terebut tidak merupakn dalil syara’, hingga tiada wjib bermal dengan landasan ijma’ tersebut.
Kemudian berselisi ula ulama – ulama yang mengatakan bahwa ijma’ itu merupakan dail hukum syara’. Apakah dalil itu merupakan dall pasti yang nantinya dapat menjauhi hukum kafir bgi oang yang mengingkarinya?. Ataukah hanya dalil angkaan saja, hingga tidak di kafirkan orang tersebut? Dan apkh iwajibkan beramal disyarakanharus dengan ijma’ dan itu disampaikan kepada kita dengan jalan mutawatir ? ataukah cuup aja disampaikan saja dengan cra perserangan saja. Apakah di syartkan jumlah orang yang di syaratkan itu harus sama dengan orang – orang yang mutawattir, ataukah hal itu tidak di syaratkan? Dan adakah di syratkan juga bahwa semua orang yang mengadakan kesepakatan itu bahwa mereka mengeluarkan sesuatu hukum baik secara lisan ataupun tulisan. Ataukah tidak disyaratkan halyang semacam itu hingga cukuplah keterangan dari sebagian mereka dan yang lain mendengarkan sambil berdiam diri.
Sebagaimana mereka itu berselisih fahm megenai hakekat uma dan cara keterangannya, mereka itu berselisih pendapat pula mengenai nilai – nilai hukum yang terkandung di dalamnya, maka berkatalah satu golongan : bahwasannya uma itu merupakan dalil untuk masalah – maalah ilmu dan amal seluruhnya.
Dan berkatalah golongan lain : ijma’ itu hanyalah alas an untuk soal – soal saja dan dari pada persoalan itu seluruhnya teranglah bahwa nilai ijma itu pada dasarnya tidaklah di ketahui dengan dail yang pasti.apalagi hukum yang akan di tetapkan dengan ijma’ itu sndiri yang katanya mesti diketahui dengan dalilyang pasti.lalu dapat di kafirkan orang yang mengingkarinya.
H. Tersiarnya Hakikat Uma Itu Didalam Masalah
Barangkli peselisihan ulama dalam masalah umamenurut cuntoh yang kami kemukakan di atastadi menggambarkan kepada kita suatu kenyataan yang tersiar di dalam kitab – kitab golongan ulama itu, yaitu yang meupakan haika ijma’ di dalam banyak persoalan yang terbukti bahwa dia merupakan wadah pertikain diantara para ulama. Dn yang demikian itu terjadi dari segi tiap – tiap orang yang meng hikayatkanya adanya ijma’ didalam suau persolan yang menjadi tempat erselisihan dia membina hikayatnya atad dasar yang di fahaminya sendiri atau menurut yang di fahami imamnya atau golongannya. Tentang arti ijma’ serta apa – apa yang cukup untuk membuktikannya.
Meskipun dapan di jupai sebab didalam kenyataan ersebut tetapi asih terpengaruh juga dengan kenyataan itu kebanyakan orang – orang yang datang kemudian, lalu tunduklah merekakepadnya dan erekapun memperluasnya guna menguatkan pendapat mereka dalam masalah jalannya talak tiga dengan suatu perkataan saja, dan haramnya daging kuda dan halalnya makan daging binaang dhob (sebangsa biawak padang psir) dan lain persoalan lagidan kita dapati pula mereka itu didalam ilmu uhul akhim (pokok – pokok hukum) menghikaytkan adanya ijma’ itu beramal dengan berdasarkannaihat, dan untuk mendhulukan akal daspada nash (al Qur’an tau hadist) ketika terdapat pertentangan dan juga tentang bolehnya beramal dengan kias. Dan kita dapati merek itu di dalam ilmu kalam, menghikayatkan adanya ijma’ untuk dapat melihat Allah dengan pengelihatan mata dan entang akan lahirnya Al- mahdi dan da-jal, dan tentang akan munculnya Isa Almasih dan yang lain –lainnya dari masalah ilmih dan amaliahdimna terdapat peselisihan faham dan bukanlah masalah masalah tersebut bukanlah masala – masalah yang harus diyakini dan di sepakati.
Sesngguhnya mereka itu sanggup untuk membatasi atau mengikat mslh – masalh tersebut dengan ijm’ golongan atau madzab. Aka tetapi mereka sengaja memperluas pengertian tntang ijma’ itu supaya dapat mewajibkan kepada lawan – lawannya akibat dari menentang ijma’ itu sebagaimana yang diketahui orng banyak seperti menyimpang dari jalan kaum mukminin, megingkari Allahdan rosul –Nya melanar kesepakatn umt dan lain sebagainya yang dapat menyusahkan seorang mulimserta takut di kenal dengan sifat – sifat tersebut dikalangan orang ramai. Dan kerap kali kitalihat bahwa mereka itu d kalangan orang – orang ramai. Dan kerap kalai kita lihat bahwa mereka iotu mengiringihikayat ijma’ mereka dengan perkataan “tidak ada artinyatentang syi’ah dengan khwarij” atau tantang mu’tazilah dan jamhiyah, dan lain sebagainya, dari pada ibarat yang menakutkan. Dan engan ini engganlah kebanyakan ulama buat menyatakan pendirian mereka didalam sebagian besar persoalan mrupakan wadah perselisihan pham karena menjaga reputasikeagamaan mereka, maka terhentilah ilmu pengetahuan dan dihambatkan akal dari pada kelezatan pembahasan dan terhalanglah kaum musliminuntuk mencapai apa – apa yang memberi mnfatt kepada mereka didalam kehidupan ilmiah dan amaliyahnya.
Dapun ontoh contoh orang yang menghikayatkan adanya ijma’ dalam pesoalan – persoalan yang di perselisihka itu , berkatalah ibnu Hamim : cukuplah menenai kerusakan yang di timbulkannyabahasannya kita mendapati mereka di dalam banyak persoalan yang banyak mereka hadapi meninggalkan apa yang namanya ijma; itu. Dan mereka bertindak menangkal hal – hal yang itu ijma’ adalah karena ingkar dan keras kepala dimana alsan dan keterangan – keteranga yang kuat menantang pendapat – pendapat mereka.


























BAB III
ANALISIS
Menurut analisis yang saya lakukan manusia memiliki dua kekuatan yang pertama nazariah (penyelidikan) puncaknya mengenal hakikat sesuatu menurut keadaan yang sebenarnya. Kedua amaliah (tindakan ). oleh sebab itu taklif (beban kewajiban) ada dua macam pula yakni pengetahuan dan perbuatan.
Yang pertama nazariyah atau kemampuan penyelidikan, di mana manusia mempunyai kemampuan untuk memikirkan tentang aqidahnya itu, dengan memikirkan aqidah tersebut diharapkan nantinya akan memmperoleh aqidah yang mantap yang di dalamnya sudah melalui prosrs pemikiran yang mendalam. Dan hal itu akan terwujud dalam taklif atau tindakan, dimana tindakan yang ia lakukan harus sesuai dengan aqidah yang ia cari.
Dalam penatapan aqidah hendaknya kita sebagai manusia biasa tidaklah secara serampangan saja, karena aqidah adalah hal yang vital dalam hal keyakinan, kita harus mempunyai ;andasan yng kuat yakni Al-qur’an dan alhadist, hadist disini harus jelas sanatnya dan tidak terputus. Ada banyak salah pengertian dalam masyarkat, dimana banyak yang menyamakan antara pengertian antara hadist dan sunnah. Padahal sunnah berarti tindakan tindakan rosulullah dalam hidupnya, sementara hadist itu adalah perkataan rosulullah yang di catat oleh para sahabatnya.
Ada lagi cara kita ketika menentukan aqidah selain dari al-qur’an dan al hadist, yakni dengan ijma’, yaitu melalui pemikiran para ulama yang tentunya secara mendalam dan tidak serampangan dan berdasar pada alqur’an dan alhadist, tetapi ketika itu menghadapi konteks social yang berbeda sehingga memerlukan pengkajian ulang yang sesuai dengan konteksnya.









BAB III
KESIMPULAN
Aqidah ini merupakan ruh bagi setiap orang, dengan berpegang teguh padanya itu akan hidup dalam keadaan yang baik dan menggembirakan , tetapi dengan meningalkan itu maka mtilah semangat kerohanian manusia. Ini adlah bgaikan cahaya yang apabil seseorang itu buta dari padanya maka pastilah ia akan tersesat dalam liku – liku kehidupanya , malahan tidak mustahil bahwa ia akan terjerumus kedaam lembah – lembah kessesatn yang amat dalam sekali.
Memang aqidah adalah sumber dari rasa kasih sayang yang terpuji, I adalah tempat tamannya perasaan – perasaan yang indah dan luhar.juga sebagai tampat tumbuhnya akhlak yang miliadan utama. Sebenarnya tidak suatu keutamaanpun , melainkan pasti bersumber dari situ, dan tidak satupun malainkan pasti bersumber dari pada-Nya.
Aqidah adalah yang menjadi perintis atau pendorong dari amal – amal perbuatan yang salih itu jadi qidahh di umpamakan sebagai hal yang pokok yang dari situlah muncul beberapa cabang atau sebagai fundamen landasan paling dasar di bah bangunan ilmiah dan amaliyah didirikan.

jangan duduk di pinggir jalan

JANGAN DUDUK DI PINGGIR JALAN!
Pertanyaan:
Salah satu dari sekian banyak aktivitas yang dilakukan para muda kita dewasa ini, cenderung menjauh bahkan bertentangan dari pada ajaran-ajaran Islam. Seperti diantaranya membentuk club-club kendaraan bermotor, berkumpul di ruas-ruas jalan sambil memparkir kendaraannya di pinggir jalan, atau melakukan pawai keliling. Waktu muda yang pontensial tidak mereka gunakan sebagaimana mestinya alias mereke sia-siakan begitu aja. Bagaimanakah fenomena ini menurut pandangan Islam?
Pada dasarnya Islam memberikan kebebasan kepada pemeluknya untuk melakukan kegiatan apapun, selama kegiatan yang dilakukan itu tidak membahayakan pelaku dan orang lain ataupun lingkungannya. Sebagaimana juga dihalalkannya segala sesuatu yang ada di bumi ini untuk dimakan, selama sesuatu itu tidak membahayakan atau ada dalil yang mengharamkannya.
Adapun kebiasaan para muda yang nongkrong di ruas-ruas jalan dengan berbagai macam atributnya adalah boleh saja untuk dilakukan. Asal mampu melaksanakan kewajiban dan mampu memberikan hak pengguna jalan, diantaranya tidak mengganggu pengguna jalan, dan dapat memberikan manfaat, serta tidak melihat wanita yang sedang berjalan yang bukan mahromnya.
Sebagaimana dikisahkan, Nabi Muhammad SAW pernah mengingatkan kepada orang-orang yang sering duduk di pinggir-pinggir jalan, beliau bersabda:
إِيَّاكُمْ وَالْجُلُوسَ فِي الطُّرُقَاتِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا لَنَا بُدٌّ مِنْ مَجَالِسِنَا نَتَحَدَّثُ فِيهَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا أَبَيْتُمْ إِلَّا الْمَجْلِسَ فَأَعْطُوا الطَّرِيقَ حَقَّهُ قَالُوا وَمَا حَقُّهُ قَالَ غَضُّ الْبَصَرِ وَكَفُّ الْأَذَى وَرَدُّ السَّلَامِ وَالْأَمْرُ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيُ عَنْ الْمُنْكَرِ
“Hati-hati kalian jangan duduk-duduk di pinggir jalan”. Maka mereka menjawab, “Ya Rasulullah kami tidak bisa menghindarinya, kami hanya bercakap-cakap saja”. Maka Nabi menjawab, “ Jika kamu memang harus duduk, maka berikanlah hak-haknya jalan, yaitu; memejamkan mata dari pada yang haram, jangan mengganggu orang yang berjalan, menjawab salam, mengajak orang berbuat baik, mencegah orang berbuat kemungkaran,”.(HR Muslim. 3960)
Adapun fenomena yang dilakukan pemuda saat ini justru sebaliknya, mereka mengganggu jalan dan cenderung menciptakan konflik dengan para pejalan yang lain. Bahkan berkumpulnya mereka ini jadikan ajang untuk ngobrol, hibah kesana kemari atau berbicara yang tidak ada manfaatnya. Tempat yang mereka pilih untuk nongkrong adalah tempat yang ramai dilalui para pejalan kaki dan tak jarang wanita yang lewat digoda.
Perkumpulan yang mereka adakan tidak ada maksud untuk saling menyebarkan atau menjawab salam. Sehingga yang terjadi tidak ada ‘amar-ma’ruf dan nahi-munkar, namun justru sebaliknya. Dengan demikian, maka hukumnya adalah tidak dibenarkan dalam agama.
Sementara itu, dalam pandangan Islam masa muda adalah masa yang sangat urgen dalam jenjang kehidupan manusia., karenanya harus lebih bijak dalam menggunakannya. Pemuda tidak hanya dituntut untuk menghindari perbuatan yang tidak baik, namun lebih dari itu, seorang pemuda harus mampu menentukan pilihan terhadap sesuatu hal yang terbaik dari yang baik. Perbuatan yang lebih memberikan manfaat baginya dan juga bagi kepentingan agamanya serta menambah kekuatan dan keteguhan imannya. Sebab masa muda adalah waktu yang tepat untuk digunakan dengan memperbanyak segala macam kegiatan yang positif, karena masih didukung dengan kondisi tubuh masih prima. Karenanya, masa muda merupakan masa puncaknya kekuatan manusia, jika telah berlalu masa muda, maka berlalu pula kekuatannya, dan tidak akan dijumpai kekuatan itu lagi kecuali masa tua yang penuh dengan kekurangan dan kelemahan.
Sebagaimana dicontohkan sekelompok pemuda Ashabul-Kahfi yang begitu kuat untuk menjaga agama dan imannya, mereka masuk ke dalam gua demi untuk menghindari pengaruh masyarakatnya yang telah banyak melakukan perbuatan-perbuatan yang melanggar agama. Dikisahkan dalam Alquran (QS.18:10):
إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آَتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدً
(Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).”
Begitu juga ketika di masa muda, Nabi Ibrahim berani untuk melakukan penghancuran terhadap berhala-berhala, demi mewujudkan ke-ESA-an Tuhannya, ini adalah suatu perbuatan yang sangat tinggi nilai keluhurannya, meskipun perbuatan yang dilakukan itu berdampak terhadap terancamnya keselamatan jiwanya. Firman Allah SWT dalam Aquran (QS.21:58-60):
فَجَعَلَهُمْ جُذَاذًا إِلَّا كَبِيرًا لَهُمْ لَعَلَّهُمْ إِلَيْهِ يَرْجِعُونَ قَالُوا مَنْ فَعَلَ هَذَا بِآَلِهَتِنَا إِنَّهُ لَمِنَ الظَّالِمِينَ قَالُوا سَمِعْنَا فَتًى يَذْكُرُهُمْ يُقَالُ لَهُ إِبْرَاهِيمُ
Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur berpotong-potong, kecuali yang terbesar (induk) dari patung-patung yang lain; agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya. Mereka berkata: “Siapakah yang melakukan perbuatan Ini terhadap tuhan-tuhan kami, Sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang zalim.” Mereka berkata: “Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala Ini yang bernama Ibrahim “.
Dalam sejarah juga dibuktikan bahwa diantara orang-orang yang pertama kali masuk Islam (Assabiqun Alawwalun) adalah para pemuda. Diantaranya adalah seorang saudagar kaya yang relatif masih muda, dialah Abu Bakar Ra. yang pada saat itu berusia 38 tahun, bahkan ada yang jauh lebih muda, Ali Bin Abi Thalib Ra. yang merupakan sepupu Nabi yang masih berusia 10 tahun. Dan masih banyak pemuda-pemuda yang lain yang juga turut berjuang bersama Nabi dalam permulaan Islam yang tidak mungkin disebutkan semua dalam rubrik yang singkat ini. Peran pemuda-pemuda inilah yang membantu dakwah Nabi dalam menyebarkan agama Islam pertama kali di muka bumi ini.
Oleh sebab itu, jika kita mau menilik kekuatan Islam di masa-masa awal, sebenarnya terletak pada pemudanya. Sedang yang terjadi dewasa ini, justru keadaannya tidak demikian, bahkan mereka lebih akrab dengan budaya-budaya yang tidak ada hubungannya, bahkan bertentangan dengan Islam.
Selain itu karena memang ada usaha-usaha dari musuh-musuh Islam, dengan sengaja menjauhkan pemuda-pemuda kita dari pada ajaran Islam, dengan tujuan untuk mengahancurkan Islam, sehingga umat Islam tidak memiliki power, meskipun jumlah umat Islam sangat banyak. Adapun salah satu “senjata” yang digunakan oleh musuh-musuh Islam dan cukup efektif pengaruhnya terhadap pemuda-pemuda Islam diantaranya adalah tayangan-tayangan di televisi, yang cenderung untuk ditiru, karena memang dikemas dengan baik sehingga menarik perhatian pemuda-pemuda kita.
Maka langkah-langkah yang perlu dilakukan agar pemuda-pemuda kita memiliki prinsip yang kuat dan tidak mudah terpengaruh terhadap budaya yang negatif diantaranya; tentunya melarang kepada pemuda-pemuda kita dari pada menyaksikan tayangan-tayangan televisi yang tidak mendidik. Untuk hal ini, lebih jauh lagi khusus bagi orang tua, hendaknya bentuk larangan ini dan juga bentuk pendidikan-pendidikan positif yang lain harusnya mulai diberikan sebelum mereka menginjak masa remaja atau dewasa. Pendidikan yang diberikan sejak dini kepada anak, akan membuat anak menjadi terbiasa, sehingga pendidikan ini akan membentuk karakter yang kuat ketika anak menginjak masa remaja atau dewasa.
Sejalan dengan itu, pendidikan tentang ajaran Islam juga harus didahulukan dan termasuk yang utama yang harus diberikan oleh orang tua kepada anak-anak mereka. Dengan demikian, anak bisa memahami dan meyakini tentang kebenaran ajaran Islam dan juga menyadari tentang pentingnya untuk melaksanakan dengan benar terhadap ajaran Islam. Sebab, jika seseorang tidak tahu tentang sesuatu hal, maka dia akan cenderung menilai sesuatu itu sesuai dengan selera dan pemahamannya sendiri, semisal jika seseorang tidak tahu bahwa, obat yang pahit dan suntikan yang sakit itu sebenarnya bermanfaat untuk menyembuhkan penyakitnya, maka dia tidak akan mau minum obat dan akan menolak untuk disuntik. Dalam memahami ajaran Islam juga demikian, jika seseorang tidak memahami makna ajaran Islam dengan tepat, maka akan dianggapnya ajaran Islam adalah suatu ajaran yang “pahit” dan “menyakitkan”.
Berbeda ketika permulaan masa Islam dahulu, jika ada orang musyrik jahiliyah yang tertarik kepada Islam dan masuk kepada agama Islam, maka dia akan menjadi pemeluk Islam yang baik dan meyakini tentang kebenaran ajarannya, karena dia berusaha untuk memahami Islam dengan sebenarnya. Namun sekarang keadaanya terbalik, umat Islam sekarang berperilaku seperti jahiliyah, yang tidak meyakini tentang kebenaran ajaran Islamnya, bahkan tidak pernah terlintas keinginan dalam hatinya, atau paling tidak meluangkan waktunya untuk mempelajari dan memahami dengan benar tentang ajaran Islam. Sehingga perlu untuk disadarkan kepada umat Islam tentang pentingnya mempelajari ajaran yang dianutnya, agar tidak terpengaruh dengan persepsi orang atau kelompok yang tidak benar dalam memahami Islam itu sendiri.

Selasa, 21 Desember 2010

FORMAT SILABUS SILABUS

SILABUS

Nama Madrasah : MI. Al barakah
Mata Pelajaran : Aqidah Akhlak
Kelas/Semester : IV /I
Standar Kompetensi : 1. Mampu menghayati kalimat thoyyibah dan sifat-sifat Allah yang terkandung dalam Asma al-Husna ( al- Mu’miin, al-’Adhiim, al-Huda, al- Adlu, al- Hakiim ), meyakini adanya makhluk goib selain malaikat dan berakhlak terpuji serta menghindari akhlak tecela dalam kehidupan sehari-hari.
KOMPETENSI DASAR MATERI POKOK/ MATERI PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN ALOKASI WAKTU SUMBER/BAHAN/ ALAT
1.1. Meyakini adanya Allah melalui pengenalan terhadap kalimat Thoyyibah. Kalimat thoyyibah Siswa melafalkan kalimat thoyyibah Innalillahi wainna ilaihi rooji’uun dan laahaula walaa quwwata illaa billaah dengan tanpa teks. 1.1.1. Membaca kalimat thoyyibah Innalillahi wainna ilaihi rooji’uun dan laahaula walaa quwwata illaa billaah Tugas Individu, Tugas Kelompok,
Bentuk Instrumen: Uraian Singkat.
3 x pertemuan / 6 jam pelajaran Buku ajar Aqidah Akhlaq untuk MI kelas IV PT Aneka Ilmu cetakan VII/2006, Khot arab bertuliskan Innalillahi wainna ilaihi rooji’uun dan laahaula walaa quwwata illaa billaah. VCD
Siswa mengartikan kalimat thoyyibah Innalillahi wainna ilaihi rooji’uun dan laahaula walaa quwwata illaa billaah. 1.1.2. Membaca kalimat thoyyibah Innalillahi wainna ilaihi rooji’uun beserta artinya
dengan tanpa teks.
Siswa mengucapkan kalimat thoyyibah Innalillahi wainna ilaihi rooji’uun. 1.1.3. Membaca kalimat thoyyibah Laahaula wala quwwata illa billaah. beserta artinya dengan tanpa teks..
Siswa mengucapkan kalimat laahaula walaa quwwata illaa billaah. 1.1.4. Menulis kalimat thoyyibah Innalillahi wainna ilaihi rooji’uun dan laahaula walaa quwwata illaa billaah tanpa melihat teks
1.2. Meyakini adanya Allah melalui pengenalan terhadap sifat- sifat Allah yang terkandung dalam Asma al- Husna ( al- Mu’miin, al- ‘Adhiim, al- Huda, al-‘Adlu, al- Hakiim ) Sifat-sifat Allah dalam asmaul husna Siswa melafalkan arti al- Mu’miin, al-‘Adhiim, al-Huda, al-‘Adlu, al- Hakiim. 1.2.1. Melafalkan arti al- Mu’miin, al- ‘Adhiim, al-Huda, al-‘Adlu, al- Hakiim. Tugas Individu, Tugas Kelompok,
Bentuk Instrumen: Uraian Singkat.
3 x pertemuan / 6 jam pelajaran Buku ajar Aqidah Akhlaq untuk MI kelas IV PT Aneka Ilmu cetakan VII/2006, Khot arab bertuliskan al- Mu’miin, al-‘Adhiim, al-Huda, al-‘Adlu, al- Hakiim, VCD
Siswa menunjukkan contoh dan bukti sederhana bahwa Allah bersifat al- Mu’miin, al-‘Adhiim, al-Huda, al-‘Adlu, al- Hakiim. 1.2.2. Menunjukkan contoh dan bukti sederhana bahwa Allah bersifat al- Mu’miin, al- ‘Adhiim, al-Huda, al-‘Adlu, al- Hakiim.
Siswa menunjukkan contoh perilaku beriman kepada Allah ( dengan sifat al- Mu’miin, al-‘Adhiim, al-Huda, al-‘Adlu, al- Hakiim ) 1.2.3. Menunjukkan contoh perilaku beriman kepada Allah ( dengan sifat al- Mu’miin, al- ‘Adhiim, al-Huda, al-‘Adlu, al- Hakiim )
1.3. Membiasakan berakhlak terpuji dalam kehidupan sehari-hari ( jujur, benar, teguh pendirian, adil dan taat kepada Allah ). Akhlak Terpuji dalam kehidupan sehari-hari. Siswa mengartikan jujur, benar, teguh pendirian, adil dan taat kepada Allah. 1.3.1. Mengartikan jujur, benar, teguh pendirian, adil dan taat kepada Allah. Tugas Individu, Tugas Kelompok,
Bentuk Instrumen: Uraian Singkat.
3 x pertemuan / 6 jam pelajaran Buku ajar Aqidah Akhlaq untuk MI kelas IV PT Aneka Ilmu cetakan VII/2006, gambar orang bersifat jujur, benar, teguh pendirian, adil dan taat kepada Allah, VCD.
Siswa menyebutkan cirri sifat jujur, benar, teguh pendirian, adil dan taat kepada Allah. 1.3.2. Menyebutkan cirri sifat jujur, benar, teguh pendirian, adil dan taat kepada Allah.
Siswa menunjukkan contoh perilaku sikap hidup jujur, benar, teguh pendirian, adil dan taat kepada Allah. 1.3.3. Menunjukkan contoh perilaku sikap hidup jujur, benar, teguh pendirian, adil dan taat kepada Allah.
1.4. Membiasakan diri untuk menghindari akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari ( Khianat, Dholiim, Kejam, Tama’, Pemarah). Akhlak Tercela Siswa menyebutkan cirri-ciri sifat Khianat, Dholiim, Kejam, Tama’, Pemarah. 1.4.1. Menyebutkan cirri- ciri sifat Khianat, Dholiim, Kejam, Tama’, Pemarah. Tugas Individu, Tugas Kelompok,
Bentuk Instrumen: Uraian Singkat.
3 x pertemuan / 6 jam pelajaran Buku ajar Aqidah Akhlaq untuk MI kelas IV PT Aneka Ilmu cetakan VII/2006, gambar orang bersifat Khianat, Dholiim, Kejam, Tama’, Pemarah , VCD.
Siswa menunjukkan contoh perilaku orang yang bersifat Khianat, Dholiim, Kejam, 1.4.2. Menunjukkan contoh perilaku orang yang bersifat Khianat, Dholiim, Kejam, Tama’, Pemarah.
Siswa menunjukkan akibat/ kerugian dari sifat Khianat, Siswa Dholiim, Kejam, Tama’, Pemarah. 1.4.3. Menunjukkan akibat/ kerugian dari sifat Khianat, Siswa Dholiim, Kejam, Tama’, Pemarah.
Siswa menyebutkan cara menghindari sifat Khianat, Dholiim, Kejam, Tama’, Pemarah. 1.4.4. Menyebutkan cara menghindari sifat Khianat, Dholiim, Kejam, Tama’, Pemarah.
1.5. Meyakini adanya Makhluk goib selain malaikat Allah. Makhluk Goib. Siswa 1.5.1. Menceritakan tentang kejadian jin dan syetan. Tugas Individu, Tugas Kelompok,
Bentuk Instrumen: Uraian Singkat.
3 x pertemuan / 6 jam pelajaran Buku ajar Aqidah Akhlaq untuk MI kelas IV PT Aneka Ilmu cetakan VII/2006.
Siswa menyebutkan perbedaan antara jin dan syetan. 1.5.2. Menyebutkan perbedaan antara jin dan syetan.
Siswa menunjukkan perilaku beriman terhadap adanya jin dan syetan. 1.5.3. Menunjukkan perilaku beriman terhadap adanya jin dan syetan.
Siswa menyebutkan cara menghindari perilaku jelek karena bisikan syetan. 1.5.4. Menyebutkan cara menghindari perilaku jelek karena bisikan syetan.



Megetahui Ganding .......................
Kepala MI. Al barakah Guru Mata Pelajaran




K. M. KHAIRI (............................................)








SILABUS
Nama Madrasah : MI. Al barakah
Mata Pelajaran : Aqidah Akhlak
Kelas/Semester : IV /II
Standar Kompetensi : 2. Meyakini Nabi dan Rosul serta meneladani sifat-sifat-Nya, terbiasa menerapkan adab secara islami ketika beribadah dan bertetangga, serta
meneladani akhlak terpuji dari orang-orang / tokoh dalam kehidupan sehari-hari.
KOMPETENSI DASAR MATERI POKOK/ MATERI PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN ALOKASI WAKTU SUMBER/BAHAN/ ALAT
2.1. Meyakini adanya Nabi dan Rosul Allah. Iman kepada Nabi dan Rosul. Siswa Menjelaskan nama- nama 25 nabi dan rosul. 2.1.1. Menjelaskan nama- nama 25 nabi dan rosul. Tugas Individu, Tugas Kelompok,
Bentuk Instrumen: Uraian Singkat.
3 x pertemuan / 6 jam pelajaran Buku ajar Aqidah Akhlaq untuk MI kelas IV PT Aneka Ilmu cetakan VII/2006, Khot arab bertuliskan Innalillahi wainna ilaihi rooji’uun dan laahaula walaa quwwata illaa billaah. VCD
Siswa Menyebutkan tugas-tugas nabi dan rosul. 2.1.2. Menyebutkan tugas-tugas nabi dan rosul.
Siswa Menyebutkan bukti sederhana adanya nabi dan rosul. 2.1.3. Menyebutkan bukti sederhana adanya nabi dan rosul.
Siswa Menunjukkan tanda-tanda perasaan cinta dan iman kepada nabi dan rosul Allah. 2.1.4. Menunjukkan tanda-tanda perasaan cinta dan iman kepada nabi dan rosul Allah.
Siswa Meneladani sifat- sifat terpuji nabi dan rosul. 2.1.5. Meneladani sifat- sifat terpuji nabi dan rosul.
2.2. Membiasakan beradab secara islami ketika beribadah. Adab Beribadah Siswa Menjelaskan adab masuk masjid. 2.2.1. Menjelaskan adab masuk masjid. 3 x pertemuan / 6 jam pelajaran
Siswa Menunjukkan contoh sikap yang baik dan yang tidak baik ketika masuk masjid. 2.2.2. Menunjukkan contoh sikap yang baik dan yang tidak baik ketika masuk masjid.
Siswa menunjukkan contoh sikap yang baik dan yang tidak baik ketika membaca alquran didalam masjid. 2.2.3. Menunjukkan contoh sikap yang baik dan yang tidak baik ketika membaca alquran didalam masjid.
Siswa menjelaskan pentingnya bersikap baik dan berperilaku yang baik ketika masuk masjid, dan membaca Alquran. 2.2.4. Menjelaskan pentingnya bersikap baik dan berperilaku yang baik ketika masuk masjid, dan membaca Alquran.
2.3. Membiasakan beradab secara islami dalam kehidupan ber tetangga. Adab bertetangga. Siswa menjelaskan Menyebabkan adab yang baik terhadap tetangga. 2.3.1. Menjelaskan Menyebabkan adab yang baik terhadap tetangga. 3 x pertemuan / 6 jam pelajaran
Siswa menyebutkan contoh-contoh sikap yang baik terhadap tetangga 2.3.2. Menyebutkan contoh-contoh sikap yang baik terhadap tetangga
Siswa Menunjukkan sikap dan cara saling menghormati, menghargai, menyayangi dan saling tolong menolong terhadap tetangga. 2.3.3. Menunjukkan sikap dan cara saling menghormati, menghargai, menyayangi dan saling tolong menolong terhadap tetangga.
2.4. Mencintai dan meneladani orang atau tokoh yang berakhlak mulia ( nabi Musa dan nabi Yusuf ) Sifat dan kepribadian nabi Musa A.S. dan nabi Yusuf A.S. Siswa Menyebutkan sifat keberanian dari kisah keberanian nabi Musa A.S. dan nabi Yusuf A.S. 2.4.1. Menyebutkan sifat keberanian dari kisah keberanian nabi Musa A.S. dan nabi Yusuf A.S. 3 x pertemuan / 6 jam pelajaran
Siswa menyebutkan contoh-contoh bentuk keberanian nabi Musa dan nabi Yusuf. 2.4.2. Menyebutkan contoh-contoh bentuk keberanian nabi Musa dan nabi Yusuf.
Siswa mengungkapkan rasa senang dan cinta mengikuti Sifat nabi Musa dan nabi Yusuf. 2.4.3. Mengungkapkan rasa senang dan cinta mengikuti Sifat nabi Musa dan nabi Yusuf.
Siswa menjelaskan contoh meneladani keberanian nabi Musa dan nabi Yusuf. 2.4.4. Menjelaskan contoh meneladani keberanian nabi Musa dan nabi Yusuf.
2.5. Menghindari sifat-sifat orang / tokoh yang berakhlak tercel ( raja Fir’aun ) Tokoh akhlak tercela ( raja Fir’aun ) Siswa menyebutkan sifat- sifat akhlak tercela dari raja Fir’aun. 2.5.1. Menyebutkan sifat- sifat akhlak tercela dari raja Fir’aun. 3 x pertemuan / 6 jam pelajaran
Siswa menyebutkan sifat tercela raja Fir’aun. 2.5.2. Menyebutkan perbuatan tercela raja Fir’aun.
Siswa menyebutkan cara menghindari akhlak tercela yang dimiliki oleh raja Fir’aun. 2.5.3. menyebutkan cara menghindari akhlak tercela yang dimiliki oleh raja Fir’aun.
Siswa menyebutkan cara untuk berlatih menghindari akhlak tercela dan selalu berakhlak yang baik. 2.5.4. Menyebutkan cara untuk berlatih menghindari akhlak tercela dan selalu berakhlak yang baik.



Megetahui Ganding .......................
Kepala MI. Al barakah Guru Mata Pelajaran





K. M. KHAIRI (............................................)

SILABUS

Nama Madrasah : MI. Al barakah Kelas : V (lima)
Mata Pelajaran : Akidah Ahlak Semester : 1 (satu)
Standar Kompetensi : Menghayati thoyyibah dan sifat-sifat Allah yang terkandung dalam Asna Al husna (Ar Rozzak, Al Mugni, Al Fattah, Al Wahhab, Al Sakkur) berakhlak terpuji serta menghindari akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari.
Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi waktu Sumber/ Bahan/ Alat
Bentuk Jenis
1. memahami dan meyakini Allah melalui pengenalan sifat-sifat Allah yang terkandung dalam Ar Rozzak, Al Mugni, Al Fattah, Al Wahhab, Al Sakkur Sifat-sifat Allah dalam Asma alhusna 1. menyebutkan macam-macam Asma al husna (Al Rozzak, Al Mugni, Al Fattah, Al Wahhab, Al Syakur)
2. menuliskan sifat-sifat Allah yang terkandung dalam Asma Al husna
3. menjelaskan arti Asma Al Husna Al Rozzak, Al Mugni, Al Fattah, Al Wahhab, Al Syakur
4. menunjukkan contoh-contoh dari kandungan makna kalimat Al Rozzak, Al Mugni, Al Fattah, Al Wahhab, Al Syakur
5. Menunjukkan sikap dan prilaku beriman karena Allah bersifat Al Rozzak, Al Mugni, Al Fattah, Al Wahhab, Al Syakur 1.1. melafalkan Asma Al Husna Al Rozzak, Al Mugni, Al Fattah, Al Wahhab, Al Syakur dengan baik dan benar
1.2. menghafal Asma al husna Al Rozzak, Al Mugni, Al Fattah, Al Wahhab, Al Syakur
1.3. mengartikan Asna Al Husna Al Rozzak, Al Mugni, Al Fattah, Al Wahhab, Al Syakur

1.4. menunjukkan contoh dan bukti sederhana Allah bersifat Al Rozzak, Al Mugni, Al Fattah, Al Wahhab, Al Syakur


1.5. Menbiasakan berprilaku beriman bahwa Allah bersifat Al Rozzak, Al Mugni, Al Fattah, Al Wahhab, Al Syakur - Tes
- Non tes - tulis
- Lesan
- Performance 2 Jp - Buku paket
- LKS
- Referensi yang relevan


Megetahui Ganding .......................
Kepala MI. Al barakah Guru Mata Pelajaran




K. M. KHAIRI (............................................)
SILABUS


Nama Madrasah : MI. Al barakah Kelas : V (lima)
Mata Pelajaran : Akidah Ahlak Semester : 1 (satu)
Standar Kompetensi : Menghayati thoyyibah dan sifat-sifat Allah yang terkandung dalam Asna Al husna (Ar rozzak, al mugni, al fattah, al wahhab, as sakkur) berakhlak terpuji serta menghindari akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari.

Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi waktu Sumber/ Bahan/ Alat
Bentuk Jenis
2. Membiasakan diri berakhlak terpuji dalam kehidupan sehari-hari (optimis, qonaah, dan tawakkal) Akhlak terpuji 1. menjelaskan arti dari sifat optimis, qonaah, dan tawakkal

2. Siswa dapat menunjukkan akibat /keuntungan dari sifat optimis, qonaah, dan tawakkal


3. Siswa dapat membiasakan diri bersifat optimis, qonaah, dan tawakkal 1.1. menjelaskan sifat-sifat terpuji optimis, qonaah, dan tawakkal

1.2. Menjebutkan ciri-ciri sifat optimis, qonaah, dan tawakkal
1.3. menunjukkan contoh-contoh orang yang bersifat optimis, qonaah, dan tawakkal
1.4. Menunjukkan akibat dari sifat optimis, qonaah, dan tawakkal - Tes
- Non tes - tulis
- Lesan
- Performance 2 Jp - Buku paket
- LKS
- Referensi yang relevan





Megetahui Ganding .......................
Kepala MI. Al barakah Guru Mata Pelajaran





K. M. KHAIRI (............................................)




SILABUS


Nama Madrasah : MI. Al barakah Kelas : V (lima)
Mata Pelajaran : Akidah Ahlak Semester : 1 (satu)
Standar Kompetensi : Menghayati thoyyibah dan sifat-sifat Allah yang terkandung dalam Asna Al husna (Ar Rozzak, Al Mugni, Al Fattah, Al Wahhab, Al Sakkur) berakhlak terpuji serta menghindari akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari.

Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi waktu Sumber/ Bahan/ Alat
Bentuk Jenis
3. Membiasakan diri untuk menghindari akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari (pesimis, serakah, dan putus asa) Akhlak tercela 1. Menjelaskan arti dari sifat pesimis, serakah, dan putus asa

2. Siswa dapat membiasakan diri menjahui sifat pesimis, serakah, dan putus asa


3. Menunjukkan akibat dari sifat pesimis, serakah, dan putus asa . 1.1. Menjelaskan pengertian sifat pesimis, serakah, dan putus asa


1.2. Menyebutkan ciri-ciri sifat pesimis, serakah, dan putus asa
1.3. Menyebutkan contoh-contoh akibat dari sifat pesimis, serakah, dan putus asa
1.4. Menunjukkan contoh-contoh orang yang sifat pesimis, serakah, dan putus asa.
1.5. membiasakan diri untuk menjahui sifat pesimis, serakah, dan putus asa - Tes
- Non tes - tulis
- Lesan
- Performance 2 Jp - Buku paket
- LKS
- Referensi yang relevan



Megetahui Ganding .......................
Kepala MI. Al barakah Guru Mata Pelajaran





K. M. KHAIRI (............................................)


SILABUS


Nama Madrasah : MI. Al barakah Kelas : V (lima)
Mata Pelajaran : Akidah Ahlak Semester : 1 (satu)
Standar Kompetensi : Menghayati thoyyibah dan sifat-sifat Allah yang terkandung dalam Asna Al husna (Ar rozzak, al mugni, al fattah, al wahhab, as sakkur) berakhlak terpuji serta menghindari akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari.

Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi waktu Sumber/ Bahan/ Alat
Bentuk Jenis
4. meyakini Allah melalui pengenalan terhadap kalimat tayyibah (alhamdulillah dan Allhu akbar) Kalimah toyyibah 1. melafalkan kalimah toyyibah dengan baik dan benar


2. menuliskan dan mengartikan kalimah toyyibah



3. membiasakan dengan ucapan Al hamdulillah dan Allahu akbar 1.1. dapat melafalkan kalimah toyyibah alhamdulillah dan Allahu akbar dengan baik dan benar

1.2. menghafalkan kalimat toyyibah (Alhamdulillah dan Allhu akbar )
1.3. mengartikan kalimat toyyibah Alhamdulillah dan Allhu alkbar

1.4. membiasakan mengucap kalimat toyyibah Alhamdulilah dan Allhu akbar dalam kehidupan sehari -hari - Tes
- Non tes - tulis
- Lesan
- Performance 2 Jp - Buku paket
- LKS
- Referensi yang relevan


Megetahui Ganding .......................
Kepala MI. Al barakah Guru Mata Pelajaran





K. M. KHAIRI (............................................)


SILABUS

Nama Madrasah : MI. Al barakah Kelas : V (lima)
Mata Pelajaran : Akidah Ahlak Semester : 2 (dua)
Standar Kompetensi : meneladani dan menerapkan ciri-ciri orang-orang yang beriman dan terbiasa mensyukuri nikmat Allah, menerapkan adab secara islami ketika bekerja dan berbakti kepada orang tua dalam kehidupan sehari-hari.
Kompetensi Dasar Materi Pokok Indikator Kegiatan Pembelajaran Penilaian Alokasi waktu Sumber/ Bahan/ Alat
Bentuk Jenis
1. Mencintai dan meneladani ciri-ciri orang yang beriman dalam kehidupan sehari Ciri –ciri orang yang beriman 4. menghafal dalil ciri-ciri orang yang beriman.


5. Mengetahui ciri-ciri orang yang beriman.

6. menunjukkan contoh sifat dan prilaku orang yang beriman dalam kehidupan sehari-hari.


7. Menujjukkan keuntungan memiliki sifat dan prilaku orang yang beriman.
8. memilih sifat dan prilaku sebagai orang yang beriman

9. Meneladani sifat-sifat orang yang beriman dalan kehidupan sehari-hari 1.1. membaca dalil tentang ciri-ciri orang yang beriman
1.2. tanya jawab

2.1. Membaca referensi ciri-ciri orang yang beriman
2.2. tanya jawab
3.1. menunjukkan contoh,sifat dan prilaku orang yang beriman dalam kehidupan seharí-hari.
3.2. Tanya jawab

4.1. mengetahui manfaat memiliki sifat dan prilaku orang yang beriman
4.2. Diskusi
5.1. memiliki sifat dan prilaku sebagai orang yang beriman
5.2. Tanya jawab
1.5. membiasakan mempunyai sifat-sifat orang yang beriman dalam kehidupan seharí-hari
1.6. Tanya jawab - Tes
- Non tes - tulis
- Lesan
- Performance 2 Jp - Buku paket
- LKS
- Referensi yang relevan

Megetahui Ganding .......................
Kepala MI. Al barakah Guru Mata Pelajaran




K. M. KHAIRI (............................................)
SILABUS


Nama Madrasah : MI. Al barakah Kelas : V (lima)
Mata Pelajaran : Akidah Ahlak Semester : 2 (dua)
Standar Kompetensi : meneladani dan menerapkan ciri-ciri orang-orang yang beriman dan terbiasa mensyukuri nikmat Allah, menerapkan adab secara islami ketika bekerja dan berbakti kepada orang tua dalam kehidupan sehari-hari.

Kompetensi Dasar Materi Pokok Indikator Kegiatan Pembelajaran Penilaian Alokasi waktu Sumber/ Bahan/ Alat
Bentuk Jenis
2. Mensyukuri nikmat karunia Allah Mensyukuri nikmat karunia Allah 1. menghafal dalil syukur nikmat.


2. Menetahui perbuatan syukur nikmat dan menunjukkan macam-macamnya.
3. menunjukkan orang mensyukuri nikmat Allah dan mengingkarinya serta akibat-akibatnya

4. memiliki sikap dan prilaku mensyukuri nikmat Allah dalam kehidupan sehari-hari 1.1. membaca dalil syukur nikmat
1.2. hafalan syukur nikmat beserta terjemahannya
1.3. tanya jawab
2.1. Membaca referensi syukur nikmat dan macam-macamnya
2.2. tanya jawab
3.1. Membaca cerita tentang mensyukuri nikmat Allah dan yang mengingkarinya serta akibat-akibatnya
3.2. Tanya jawab
4.1. Membaca cerita tentang orang-orang yang berprilaku mensyukuri nikmat Allah
4.2. Tanya jawab - Tes
- Non tes - tulis
- Lesan
- Performance 2 Jp - Buku paket
- LKS
- Referensi yang relevan


Megetahui Ganding .......................
Kepala MI. Al barakah Guru Mata Pelajaran




K. M. KHAIRI (............................................)



SILABUS

Nama Madrasah : MI. Al barakah
Mata Pelajaran : Aqidah Akhlaq
Kelas / Semester : 6 / I
Standar Kompetensi : Menghayati kalimah thoyibah dan sifat-sifat Allah yang terkandung dalam Asmaul al-Husna ( al-Amin, al-Samii', al-Bashiir )

Kompetensi Dasar Materi Pokok
Pembelajaran Kegiatan
Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi
Waktu Sumber Belajar
1 2 3 4 5 6 7
1.1. Meyakini Allah Kalimat 1,1,1, Membaca dengan baik 4 x 2 jam pelajaran
melalui pengenalan Thoyyibah: dan benar Lafadh
terhadap kalimat Astaghfirullahal Astaghfirullaah al-'Adhiim
thoyibah Adhiim. dalam tulisan Arab dan
( Astaghfirullah tulisan Indonesia.
al-Adhiim) 1.1.2. Membaca dengan baik
dan benar Lafadh
Astaghfirullaah al-'Adhiim
tanpa melihat teks.
1.1.3. Mengartikan dengan baik
dan benar Lafadh
Astaghfirullaah al-'Adhiim
1.1.4. Menulis dengan baik
dan benar Lafadh
Astaghfirullaah al-'Adhiim
dalam tulisan Arab dan
tulisan Indonesia.
1.2. Meyakini Allah Asma al-Husna 1.2.1. Membaca dengan baik 6 x 2 jam pelajaran
melalui pengenalan ( al-'Aliim, dan benar Lafadh
al-'Aliim, al-Samii',
terhadap Sifat- al-Samii', al-Bashiir dalam tulisan
sifat Allah al-Bashiir. Arab dan Indonesia.
yang terkandung
dalam Asma 1.2.2. Membaca dengan baik
al- Husna ( al-Aliim, dan benar Lafadh
al-Sami', al-Bashiir ) al-'Aliim, al-Samii',
al-Bashiir.
tanpa melihat teks.
1.2.3. Mengartikan dengan baik
dan benar Lafadh
al-'Aliim, al-Samii',
al-Bashiir.
1.2.4. Menulis dengan baik
dan benar Lafadh
al-'Aliim, al-Samii',
al-Bashiir.
dalam tulisan Arab dan
tulisan Indonesia.
1.2.5. Menunjukkan contoh
dan bukti sederhana
bahwa Allah bersifat
al-'Aliim, al-Samii',
dan al-Bashiir.
1.2.6. Menunjukkan perilaku
beriman bahwa Allah
bersifat al-'Aliim, al-Samii',
dan al-Bashiir.
1.3. Membiasakan diri Akhlak Tercela 1.3.1. Menyebutkan pengertian 5 x 2 jam pelajaran
untuk menghindari dalam Kehidu- hasud dan dengki
akhlaq tercela pan Sehari-hari. 1.3.2. Menunjukkan contoh
dalam kehidupan sifat-sifat orang hasud
sehari-hari ( hasud dan dengki.
dan dengki ). 1.3.3. Menunjukkan manfaat
menghindari sifat hasud
dan dengki.
1.3.4. Menyebutkan akibat dari
orang hasud dan dengki.
1.3.5. Menyebutkan dali-dalil
yang menerangkan
sifat hasud dan dengki.






Megetahui Ganding .......................
Kepala MI. Al barakah Guru Mata Pelajaran





K. M. KHAIRI (............................................)


SILABUS


Nama Madrasah : MI. Al barakah Kelas : VI (enam)
Mata Pelajaran : Akidah Ahlak Semester : 2 (dua)

STANDAR KOMPETENSI : Terbiasa bertaubat, menerapkan adab secara Islami ketika terkena musibah dan meneladani sifat tokoh dari kisah/ cerita orang yang berahklak mulia dalam kehidupan sehari-hari.

No Kompetensi Dasar Materi Pokok Indikator Kegiatan Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu Sumber / bahan / alat
Bentuk Jenis
1 Membiasakan bertaubat jika bersalah atau melakukan perbuatan dosa dalam kehidupan sehari-hari Taubat  mengemukakan pengertian taubat  membaca referensi tentang taubat
 menerima penjelasan tentang pengertian taubat menurut bahasa dan istilah
 tenya jawab tentang pengertian taubat Tes
Non tes -Tulis
-Lisan
-Unjuk kerja 2 jp Buku Catak, LKS,
 menunjukkan dalil tentang perintah taubat  membaca dalil tentang taubat
 menulis dalil tentang taubat
 menerjemahkan dalil tentang taubat
 menghafalkan dalil tentang taubat
 melengkapi dalil tentang taubat Tes
Non tes Tulis
-Lisan
-Unjuk kerja 2 jp Buku Catak, LKS,
 menyebutkan macam-macam kesalahan  menulis kesalahan yang pernah dilakukan
 mengelompokkan jenis-jenis kesalahan
 tanya jawab tentang macam-macam kesalahan Tes
Non tes Tulis
-Lisan
-Unjuk kerja 2 jp Buku Catak, LKS,
 menjelaskan cara bertaubat  menyebutkan cara taubat kepada Allah
 menyebutkan cara taubat kepada sesama mauisia
 menyebutkan cara taubat kepada mahluk lain
 menunjukkan waktu bertaubat
 mengucapkan kalimat thayyibah
 tanya jawab tentang taubat Tes
Non tes Tulis
-Lisan
-Unjuk kerja 2 jp Buku Catak, LKS,
 menyebutkan manfaat bertaubat  menulis manfaat taubat yang diketahui
 menyebutkan manfaat taubat
 tanya jawab tentang taubat Tes
Non tes Tulis
-Lisan
-Unjuk kerja 2 jp Buku Catak, LKS,
 membiasakan berperilaku bertaubat dalam kehidupan sehari-hari  meminta maaf setelah melakukan kesalahan
 praktek shalat taubat
 membiasakan membaca istighfar
 membaca doa mohon ampun kepada Allah selesai shalat 5 waktu
 tanya jawab Tes
Non tes Tulis
-Lisan
-Unjuk kerja 2 jp Buku Catak, LKS,


Megetahui Ganding .......................
Kepala MI. Al barakah Guru Mata Pelajaran





K. M. KHAIRI (............................................)






SILABUS

Nama Madrasah : MI. Al barakah Kelas : VI (enam)
Mata Pelajaran : Akidah Ahlak Semester : 2 (dua)
STANDAR KOMPETENSI : Terbiasa bertaubat, menerapkan adab secara Islami ketika terkena musibah dan meneladani sifat tokoh dari kisah/ cerita orang yang berahklak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
No Kompetensi Dasar Materi Pokok Indikator Kegiatan Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu Sumber / bahan / alat
2 Mencintai dan meneladani sifat tokoh dari kisah atau cerita orang yang berahlak mulia Ashabul Kahfi dan Masyithah  menyebutkan contoh kisah tokoh yang berahlak mulia  menyebutkan kisah-kisah tokoh yang patut diteladani
 membaca kisah Masyitoh dan Ashabul Kahfi
 tanya jawab Tes
Non tes Tulis
-Lisan
-Unjuk kerja 2 jp Buku Catak, LKS,
 menceritakan tokoh-tokoh yang berahlak mulia  menceritakan kembali kisah Masyitoh dan Ashabul Kahfi
 tanya jawab Tes
Non tes Tulis
-Lisan
-Unjuk kerja 2 jp Buku Catak, LKS,
 menyebutkan sikap tokoh yang patut diteladani  menyebutkan macam-macam sikap yang patut diteladani dari kisah Masyitoh dan Ashabul Kahfi
 tanya jawab Tes
Non tes Tulis
-Lisan
-Unjuk kerja 2 jp Buku Catak, LKS,
 meneladani sikap tokoh yang berahlak mulia dalam kehidupan sehari-hari  membiasakan berperilaku seperti Masyitoh dan Ashabul Kahfi
 tanya jawab Tes
Non tes Tulis
-Lisan
-Unjuk kerja 2 jp Buku Catak, LKS,

Megetahui Ganding .......................
Kepala MI. Al barakah Guru Mata Pelajaran



K. M. KHAIRI (............................................)


SILABUS


Nama Madrasah : MI. Al barakah Kelas : VI (enam)
Mata Pelajaran : Akidah Ahlak Semester : 2 (dua)

3. Membiasakan beradab secara islami terhadap orang yang terkena musibah Tolong Menolong  menunjukkan contoh orang yang terkena musibah  menulis contoh-contoh musibah
 tanya jawab Tes
Non tes Tulis
-Lisan
-Unjuk kerja 2 jp Buku Catak, LKS,
 menunjukkan cara membantu orang yang terkena musibah  menyebutkan cara membatu orang yang terkena musibah
 tanya jawab Tes
Non tes Tulis
-Lisan
-Unjuk kerja 2 jp Buku Catak, LKS,
 menyebutkan manfaat membantu orang yang terkena musibah  menyebutkan manfaat membantu orang yang terkena musibah
 tanya jawab Tes
Non tes Tulis
-Lisan
-Unjuk kerja 2 jp Buku Catak, LKS,
 membiasakan berperilaku suka membantu orang yang terkena musibah  membiasakan berperilaku suka membantu orang yang terkena musibah
 praktek cara membantu orang yang terkena musibah
 tanya jawab Tes
Non tes Tulis
-Lisan
-Unjuk kerja 2 jp Buku Catak, LKS,
STANDAR KOMPETENSI : Terbiasa bertaubat, menerapkan adab secara Islami ketika terkena musibah dan meneladani sifat tokoh dari kisah/ cerita orang yang berahklak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
No Kompetensi Dasar Materi Pokok Indikator Kegiatan Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu Sumber / bahan / alat