Pendahuluan
Topik kehidupan sosial merupakan paket pertama dalam bahan perkuliahan
Ilmu Pengetahuan Sosial 2. Paket ini berisi tentang kehidupan bersama
antarmanusia. Dilihat dari ruang lingkupnya, kehidupan sosial dapat dikatakan
sebagai hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan sosial yang sangat
kompleks sebagaimana dapat dicermati dari gejala-gejala sampai pada
peristiwa-peristiwa sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.
Walaupun tidak secara langsung, paket 1 ini merupakan pengetahuan dasar
sifat manusia dalam bersosialisasi yang menjadi dasar pemahaman paketpaket
berikutnya. Ilmu Pengetahuan Sosial adalah ilmu yang terintegrasi dari
beberapa ilmu sosial lainnya. Oleh karena itu, tidak semua paket yang ada
dalam lingkup Ilmu Pengetahuan Sosial 2 ini berdasar hanya pada paket 1.
Untuk mendalami materi kehidupan sosial ini dengan baik, mahasiswamahasiswi
dipandu dengan 3 buah lembar kegiatan (LK), yaitu LK 1.1. A .
mengarahkan mahasiswa-mahasiswi untuk dapat mendalami dan memahami
kehidupan sosial di sekitarnya melalui wawancara dan observasi di lingkungan
sekitar, baik di kampus maupun di rumah; LK 1. 1. B membantu mahasiswamahasiswi
untuk dapat mengidentifikasi dan mengklasifikasikan materi ruang
lingkup kehidupan sosial, dan LK 1. 1. C melatih mahasiswa-mahasiswi
berpikir kritis dengan mengeksplorasi pengetahuan dan pengalaman dalam
kehidupan sosial di masyarakat. Agar perkuliahan dapat berjalan dengan baik,
sebaiknya mahasiswa-mahasiswi perlu diberi tugas sebelumnya untuk
mengadakan pengamatan secara langsung terhadap masalah-masalah yang
berhubungan dengan kehidupan sosial di lingkungan masing-masing.
Paket 1
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 1 Kehidupan Sosial 1 - 2
Kompetensi dasar
Mahasiswa-mahasiswi dapat menganalisis sistem sosial dan perubahan
sosial.
Indikator
Pada akhir perkuliahan mahasiswa-mahasiswi diharapkan dapat:
1. menjelaskan konsep sistem sosial,
2. mengidentifikasi unsur-unsur sistem sosial, dan
3. menganalisis konsep perubahan sosial.
Waktu
3 x 50 menit
Materi Pokok
1. Pengertian Sistem Sosial
2. Interaksi Sosial
3. Status Sosial
4. Struktur Sosial
5. Norma dan Nilai Sosial
6. Sosialisasi
7. Pembentukan Kepribadian
8. Perubahan Sosial
Kelengkapan Bahan Perkuliahan
1. Lembar Kegiatan LK 1.1. A, 1.1. B, 1.1. C.
2. Lembar Uraian Materi 1.2
3. Lembar PowerPoint 1.3
4. Lembar Penilaian 1.4
5. LCD dan computer, gambar-gambar (disiapkan oleh dosen)
Rencana Pelaksanaan Perkuliahan
Langkah-langkah Perkuliahan
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 1 Kehidupan Sosial 1 - 4
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 1 Kehidupan Sosial 1 - 5
Lembar Kegiatan 1.1.A
KEHIDUPAN SOSIAL
Pengantar
Untuk memahami kehidupan sosial masyarakat di sekitarnya, mahasiswamahasiswi
bekerja mandiri melakukan pengamatan terhadap masyarakat di
sekitarnya, baik di rumah, maupun di kampus.
Tujuan
Mahasiswa dapat:
1. mengungkap aktualitas materi dengan fakta di masyarakat, dan
2. mengonstruksi pengetahuan melalui conceptual change process.
Alat dan Bahan:
Potongan kertas untuk menulis jawaban individu dan hasil diskusi
berpasangan
Langkah kegiatan
1. Lakukan pengamatan tentang sistem sosial di masyarakat sekitar
Saudara-Saudari dengan membawa instrumen pengamatan dan
wawancara yang sudah dipersiapkan!
2. Identifikasi dan analisis masalah-masalah yang Saudara-Saudari temukan
di lapangan sesuai dengan materi sistem sosial!
3. Buatlah sebuah gambar yang mengilustrasikan terjadinya siklus sistem
sosial dengan mengambil kasus pada sekolah Saudara-Saudari.
4. Susunlah laporan hasil pengamatan dan wawancara Saudara-Saudari,
lengkap dengan gambarnya!
Lembar Kegiatan 1.1.B
RUANG LINGKUP
KEHIDUPAN SOSIAL
Pengantar
Dengan diberikan tabel identifikasi, mahasiswa-mahasiswi diminta untuk
mendiskusikan dalam kelompok tentang materi ruang lingkup kehidupan sosial
yang telah diterimanya dan menuliskan klasifikasi pada tabel identifikasi.
Tujuan
Mengidentifikasi materi-materi kehidupan sosial
Alat dan Bahan:
Lembar identifikasi
Langkah Kegiatan
1. Kelompokkan mahasiswa-mahasiswi menjadi beberapa kelompok!
2. Masing-masing kelompok beranggotakan 5 orang yang terdiri atas laki-laki
dan perempuan.
3. Diskusikan materi ruang lingkup kehidupan sosial yang telah dipelajari,
dengan panduan pertanyaan sebagai berikut.
Identifikasikanlah materi-materi yang telah Saudara-Saudari pelajari
berdasarkan pembelajaran yang lalu.
Klasifikasikan materi-materi tentang kehidupan sosial yang telah
dipelajari pada pembelajaran yang lalu/lampau dengan menggunakan
lembar identifikasi berikut.
Tabel Identifikasi materi kehidupan sosial yang telah dipelajari.
4. Klasifikasikan materi berdasarkan lingkup materi kehidupan sosial dan
tuliskan pada tabel identifikasi yang telah disiapkan!
5. Presentasikan hasil diskusi!
6. Dosen mengklarifikasi hasil diskusi di akhir presentasi (pertemuan).
N o Klasifikasi Materi Deskripsi
1 Materi informasi sosial
a.
b.
c.
d.
2 Peran dan status sosial
a.
b.
c.
d
3 Perubahan sosial
a.
b.
c.
d.
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 1 Kehidupan Sosial 1 - 8
Pengantar
Dengan diberi pertanyaan dan lembar kerja klasifikasi, mahasiswa-mahasiswi
mendiskusikan tujuan kehidupan sosial menurut ranah kognitif, afektif dan
psikomotorik.
Tujuan
Agar mahasiswa-mahasiswi dapat menjelaskan tujuan mempelajari materimateri
tentang kehidupan sosial berdasarkan ranah kognitif, afektif, dan
psikomotorik.
Bahan dan Alat:
Lembar kerja klasifikasi
Lembar Kegiatan 1.1.C
MENGEKSPLORASI PENGETAHUAN YANG
TELAH DICAPAI SELAMA BELAJAR MATERI
TENTANG KEHIDUPAN SOSIAL
Langkah kegiatan
1. Mahasiswa-mahasiswi dikelompokkan
menjadi beberapa kelompok.
2. Masing-masing kelompok beranggotakan
5 orang yang terdiri laki-laki
dan perempuan.
3. Diskusikan tujuan mempelajari
kehidupan sosial!
4. Klasifikasikan materi kehidupan sosial
ke dalam ranah kognitif, afektif, dan
psikomotorik.
5. Tuliskan materi yang sudah terklasifikasi menuliskan pada tabel klasifikasi
yang telah disediakan.
6. Jelaskan hasil diskusi kelompok kepada pengunjung dari kelompok lain.
7. Setiap kelompok memberi masukan, tanggapan, maupun sanggahan
kepada kelompok presentasi!
8. Dosen mengklarifikasi hasil diskusi di akhir presentasi (pertemuan).
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 1 Kehidupan Sosial 1 - 9
Tabel Perincian Tujuan Belajar Kehidupan Sosial
N o Ranah yang dicapai Deskripsi/contoh yang dicapai
1 Kognitif
a.
b.
c.
d.
2 Afektif
a.
b.
c.
d
3 Psikomotorik
a.
b.
c.
d.
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 1 Kehidupan Sosial 1 - 10
KEHIDUPAN SOSIAL
Uraian Materi 1.2
Pengertian Sistem Sosial
Apakah sistem dan apakah sosial itu?
Secara etimologis, sistem berasal dari bahasa Yunani systema yang artinya
sehimpunan dari bagian-bagian atau komponen-komponen yang saling
berhubungan satu sama lain secara teratur merupakan suatu keseluruhan.
Menurut Sunaryati Hartono, Guru Besar UNPAD, sistem adalah sesuatu yang
terdiri dari sejumlah unsur atau komponen yang selalu pengaruh
mempengaruhi dan terkait satu sama lain oleh satu atau beberapa asas.
Sementara itu, menurut Talcot Parson, sistem adalah interdependensi antara
bagian-bagian, komponen-komponen, dan proses-proses yang mengatur
hubungan tersebut. (Interdependensi adalah bila tanpa 1 bagian/komponen
maka akan mengalami guncangan. Dalam suatu sistem akan terintegrasi ke
suatu equilibrium).
Secara sosiologis, kehidupan sosial
berlangsung dalam suatu wadah yang
disebut masyarakat. Masyarakat
adalah orang-orang yang hidup
bersama dan menghasilkan
kebudayaan (Sumarjan), contohnya
masyarakat desa (lihat gambar 1),
masyarakat kota, masyarakat Indonesia,
satuan masyarakat keluarga,
sekolah, organisasi dan sebagainya.
Masyarakat sebagai suatu sistem
secara fungsional terintegrasi ke dalam
suatu bentuk equilibrium. Jadi,
kehidupan sosial (masyarakat) sebagai sistem sosial harus dilihat sebagai
suatu keseluruhan atau totalitas dari bagian-bagian atau unsur-unsur yang
saling berhubungan, saling tergantung, dan berada dalam satu kesatuan.
Sistem sosial sifatnya tidak empiris (abstrak) sehingga komponennya tidak
dapat dilihat tetapi hanya dapat dibayangkan dengan suatu konstruksi berfikir.
Dalam masyarakat ada Nurjannah, Fathurrohman, Cecep, dan lain sebagainya
yang berperan sebagai mahasiswa. Jadi komponennya berupa peran sosial,
peran sebagai mahasiswa, sedangkan manusianya (Nurjannah,
Gambar 1.1: Masyarakat desa
Fathurrohman, Cecep) hanyalah pengisi peran atau pelaksana fungsi dari
peran sosial yang dapat berganti dari waktu ke waktu.
Teori Sibenertika Talcott Parson: sistem sosial merupakan suatu sinergi
antara berbagai sub sistem sosial yang mengalami ketergantungan dan
keterkaitan.
Interaksi Sosial
Hubungan antarmanusia, ataupun relasi-relasi sosial menentukan struktur dari
masyarakatnya. Hubungan antarmanusia atau relasi-relasi sosial ini
didasarkan pada komunikasi. Karenanya komunikasi merupakan dasar dari
eksistensi suatu masyarakat. Hubungan antarmanusia atau relasi-relasi
sosial, hubungan satu dengan yang lain warga-warga suatu masyarakat, baik
dalam bentuk individu atau perorangan maupun dengan kelompok-kelompok
dan antarkelompok manusia sendiri, mewujudkan segi dinamikanya
perubahan dan perkembangan masyarakat.
Menurut konsep sosial, manusia selain sebagai makhluk individu juga sebagai
makhluk sosial dan makhluk yang berketuhanan. Sebagai makhluk sosial,
manusia tidak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. Untuk memenuhi
kebutuhannya sehari-hari, manusia membutuhkan kehadiran orang lain dan
manusia harus berinteraksi dengan orang lain. Sebuah contoh, seorang bayi
yang baru lahir, tidak dapat melakukan apapun yang dia inginkan, bahkan
hanya bisa menangis saja kecuali dibantu oleh orang lain yaitu orangtuanya.
Dia ingin netek, makan minum pasti membutuhkan bantuan dari seorang ibu.
Begitu pula bagi seorang pemimpin sebuah perusahaan, dia tidak pernah bisa
melakukan seluruh pekerjaan yang ada dalam perusahaan tersebut hanya
dengan seorang diri melainkan dia membutuhkan bantuan dari para karyawan
yang sesuai dengan bidang pekerjaan masing-masing.
Interaksi sosial adalah kunci semua kehidupan sosial. Tanpa interaksi sosial
tak akan mungkin ada kehidupan bersama. Interaksi sosial merupakan syarat
terjadinya aktivitas-aktivitas sosial. Interaksi sosial merupakan hubungan
yang dinamis, yang menyangkut hubungan antara orang-orang perorangan,
antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang perorangan
dengan kelompok manusia.
Gillin dan Gillin mengajukan dua syarat yang harus dipenuhi agar suatu
interaksi sosial itu mungkin terjadi. Syarat tersebut adalah adanya kontak
sosial dan komunikasi.
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 1 Kehidupan Sosial 1 - 12
Dengan demikian kontak sosial merupakan tahap pertama terjadinya suatu
interaksi sosial. Untuk terjadinya suatu kontak tidak harus secara badaniah
tetapi dapat dilakukan dengan berkomunikasi. Komunikasi sosial atau “face to
face communication”, adalah komunikasi baik antarindividu, maupun
komunikasi melalui media.
Komunikasi adalah suatu proses
penyampaian informasi dari satu pihak ke
pihak yang lain dalam rangka mencapai
tujuan bersama (lihat gambar 2).
Sebagai sebuah ilustrasi yang sangat
sederhana, kita bisa memberikan contoh,
pada diri masing-masing. Baju sebagai
kebutuhan dasar yang kita pakai setiap saat
itu merupakan hasil karya orang lain dan itu
sangat bermanfaat bagi kita. Begitu pula bagi si produsen baju sangat merasa
diuntungkan karena ada konsumen yang membeli bajunya. Bapak petani dan
contoh lain merupakan bentuk-bentuk kegiatan manusia yang senantiasa
membutuhkan peran dan bantuan orang lain. Untuk dapat memenuhi
kebutuhan-kebutuhan tersebut, kita perlu melakukan interaksi sosial.
Nah, di sini Anda diperkenalkan konsep baru yaitu interaksi sosial. Dengan
demikian, apakah yang dimaksud dengan interaksi sosial? Bandingkan
jawaban Anda dengan pengertian interaksi sosial di bawah ini.
Interaksi sosial adalah suatu proses hubungan timbal balik orang-orang yang
menjalin kontak dan komunikasi saling mempengaruhi dalam pikiran dan
tindakan. Interaksi terjadi antara individu dengan individu, antara individu
dengan kelompok dan antara kelompok dengan kelompok.
Berikut ini merupakan beberapa faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial.
• Imitasi, yaitu tindakan meniru tindakan orang lain.
• Sugesti. Sugesti ini berlangsung apabila seseorang memberikan
pandangan atau sikap yang dianutnya, lalu diterima oleh orang lain.
Biasanya sugesti muncul ketika si penerima sedang dalam kondisi yang
tidak netral sehingga tidak dapat berfikir rasional.
• Identifikasi, yaitu merupakan kecenderungan atau keinginan seseorang
untuk menjadi sama dengan pihak lain (meniru secara keseluruhan)
• Simpati, yaitu merupakan suatu proses, dimana seseorang merasa tertarik
kepada pihak lain. Melalui proses simpati orang merasa seolah-olah
dirinya berada dalam keadaan orang lain.
• Empati yaitu merupakan simpati yang mendalam yang dapat
mempengaruhi kejiwaan dan fisik seseorang.
Gb.2.2: Salah Satu
Bentuk Komunikasi
Status dan Peran sosial
Dalam lingkungan masyarakat kita melihat bahwa ada pembedaanpembedaan
yang berlaku dan diterima secara luas oleh masyarakat. Di sekitar
kita ada orang yang menempati jabatan tinggi seperti gubernur dan wali kota
dan jabatan rendah seperti camat dan lurah. Di sekolah ada kepala sekolah
dan ada staf sekolah. Di RT atau RW kita ada orang kaya, orang biasa saja
dan ada orang miskin.
Perbedaan itu tidak hanya muncul dari sisi jabatan tanggung jawab sosial saja,
namun juga terjadi akibat perbedaan ciri fisik, keyakinan dan lain-lain.
Perbedaan ras, suku, agama, pendidikan, jenis kelamin, usia atau umur,
kemampuan, tinggi badan, cakep jelek, dan lain sebagainya juga membedakan
manusia yang satu dengan yang lain. Beragamnya orang yang ada di suatu
lingkungan akan memunculkan stratifikasi sosial (pengkelas-kelasan) atau
diferensiasi sosial (pembeda-bedaan).
Pengertian Status Sosial
Status sosial adalah sekumpulan hak dan kewajian yang dimiliki seseorang
dalam masyarakatnya (Ralph Linton). Orang yang memiliki status sosial yang
tinggi akan ditempatkan lebih tinggi dalam struktur masyarakat dibandingkan
dengan orang yang status sosialnya rendah.
Macam-macam status sosial
Ascribed status, tipe status yang didapat sejak lahir seperti jenis
kelamin, ras, kasta, golongan, keturunan, suku, usia, dan lain sebagainya.
Achieved status, yaitu status sosial yang didapat seseorang karena
kerja keras dan usaha yang dilakukannya; Contoh: harta kekayaan,
tingkat pendidikan, pekerjaan, dan lain-lain.
Assigned status, status sosial yang diperoleh seseorang di dalam
lingkungan masyarakat yang bukan didapat sejak lahir, tetapi diberikan
karena usaha dan kepercayaan masyarakat. Contohnya: seseorang yang
dijadikan kepala suku, ketua adat, sesepuh, dan sebagainya.
Struktur Sosial
Menurut Douglas (1973), mikrososiologi mempelajari situasi sedangkan
makrososiologi mempelajari struktur. George C. Homans yang mempelajari
mikrososiologi mengaitkan struktur dengan perilaku sosial elementer dalam
hubungan sosial sehari-hari, sedangkan Gerhard Lenski lebih menekankan
pada struktur masyarakat yang diarahkan oleh kecenderungan jangka panjang
yang menandai sejarah. Talcott Parsons yang bekerja pada ranah
makrososiologi menilai struktur sebagai kesalingterkaitan antarmanusia dalam
suatu sistem sosial. Coleman melihat struktur sebagai pola hubungan
antarmanusia dan antarkelompok manusia atau masyarakat. Kornblum (1988)
menyatakan struktur merupakan pola perilaku berulang yang menciptakan
hubungan antarindividu dan antarkelompok dalam masyarakat.
Mengacu pada pengertian struktur sosial menurut Kornblum yang
menekankan pada pola perilaku yang berulang, maka konsep dasar dalam
pembahasan struktur adalah adanya perilaku individu atau kelompok. Perilaku
sendiri merupakan hasil interaksi individu dengan lingkungannya yang di
dalamnya terdapat proses komunikasi ide dan negosiasi.
Pembahasan mengenai struktur sosial oleh Ralph Linton dikenal adanya dua
konsep yaitu status dan peran. Status merupakan suatu kumpulan hak dan
kewajiban, sedangkan peran adalah aspek dinamis dari sebuah status.
Menurut Linton (1967), seseorang menjalankan peran ketika ia menjalankan
hak dan kewajiban yang merupakan statusnya. Tipologi lain yang dikenalkan
oleh Linton adalah pembagian status menjadi status yang diperoleh (ascribed
status) dan status yang diraih (achieved status).
Social inequality merupakan konsep dasar yang menyusun pembagian suatu
struktur sosial menjadi beberapa bagian atau lapisan yang saling berkait.
Konsep ini memberikan gambaran bahwa dalam suatu struktur sosial ada
ketidaksamaan posisi sosial antarindividu di dalamnya. Terdapat tiga dimensi
dimana suatu masyarakat terbagi dalam suatu susunan atau stratifikasi, yaitu
kelas, status dan kekuasaan. Konsep kelas, status dan kekuasaan
merupakan pandangan yang disampaikan oleh Max Weber (Beteille, 1970).
Sosialisasi
Sosialisasi adalah suatu proses belajar yang memungkinkan seseorang
menghayati (internalisasi) norma-norma sosial tempat ia hidup sehingga
menjadi individu yang baik. Proses sosialisasi tanpa sengaja terjadi jika
seorang individu yang disosialisasi menyaksikan apa-apa yang dilakukan oleh
orang-orang di lingkungan sekitarnya di dalam interaksi antarmereka,
kemudian dengan menyaksikan tingkah laku mereka, individu melakukan
internalisasi pola-pola tingkah laku dan pola-pola interaksi tersebut beserta
norma-norma sosial yang mendasarinya ke dalam mentalnya.
Proses sosialisasi yang dengan sengaja, terjadi apabila seorang individu (yang
bersosialisasi) mengikuti pengajaran dan pendidikan yang dilakukan dengan
sengaja oleh pendidik-pendidik yang mewakili masyarakat dengan tujuan agar
norma-norma sosial bisa dipahami individu yang bersosialisasi tersebut
sehingga bisa tertanam baik dalam batinnya.
Syarat Terjadinya Sosialisasi
Pada dasarnya, sosialisasi memberikan dua kontribusi fundamental bagi
kehidupan kita. Pertama: memberikan dasar atau fondasi kepada individu bagi
terciptanya partisipasi yang efektif dalam masyarakat; dan kedua:
memungkinkan lestarinya suatu masyarakat; karena tanpa sosialisasi akan
hanya ada satu generasi saja, sehingga kelestarian masyarakat terganggu.
Contoh: masyarakat Sunda, Jawa, Batak, dan sebagainya akan lenyap bila satu
generasi tidak menyosialisasikan kepada generasi berikutnya.
Berdasarkan jenisnya, sosialisasi dibagi menjadi dua, yakni sosialisasi
primer (dalam keluarga) dan sosialisasi sekunder (dalam masyarakat).
Sosialisasi primer berlangsung saat anak berusia 1-5 tahun atau saat anak
belum masuk sekolah; Sedangkan sosialisasi sekunder adalah suatu
proses sosialisasi lanjutan setelah sosialisasi primer yang memperkenalkan
individu ke dalam kelompok tertentu dalam masyarakat. Salah satu
bentuknya adalah resosilisasi dan desosialisasi. Dalam proses
resosilaisasi, seseorang diberi suatu identitas diri yang baru; Sedangkan
dalam proses desosialisasi, seseorang mengalami pencabutan identitas
yang lama.
Tipe Sosialisasi
Setiap kelompok masyarakat mempunyai standar dan nilai yang berbeda.
Standar yang dimaksud di sini adalah nilai baik atau buruk seseorang.
Perbedaan standar dan nilai ini juga dibedakan dalam tipe sosialisasi. Tipe
formal, yaitu sosialisasi yang terjadi melalui lembaga-lembaga yang berwenang
menurut ketentuan yang berlaku dalam negara, seperti pendidikan di sekolah
dan pendidikan militer. Sedangkan tipe informal, adalah sosialisasi yang
terdapat di masyarakat atau dalam pergaulan yang bersifat kekeluargaan.
Perbedaan standar atau tata nilai dari kedua tipe tersebut adalah sebagai berikut.
Seseorang disebut baik, apabila nilai ulangannya di atas tujuh, atau tidak
pernah datang terlambat. (tipe formal)
Seseorang disebut baik, bila ia solider dengan teman, atau saling
membantu (tipe informal).
Perubahan Sosial
Gerak sosial adalah pergeseran, peningkatan maupun penurunan status dan
peran anggotanya. Misalnya, seorang pensiunan pegawai rendahan salah
satu lembaga beralih pekerjaan menjadi seorang pengusaha dan berhasil
dengan gemilang. Contoh lain, seorang anak pengusaha kaya raya yang ingin
mengikuti jejak orang tuanya menjadi pengusaha. Namun, karena kurang
bagus pengelolaannya sehingga ia merugi dan jatuh miskin. Jadi proses
keberhasilan atau kegagalan setiap orang dalam melakukan gerak sosial
seperti inilah yang disebut perubahan sosial.
Menurut Paul B. Horton, perubahan sosial adalah suatu gerak perpindahan
dari satu kelas sosial ke kelas sosial lainnya atau gerak pindah dari satu strata
ke strata yang lainnya. Sedangkan menurut Kimball Young dan Raymond W.
Mack, perubahan sosial adalah suatu gerak dalam struktur sosial yaitu polapola
tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. Wilbert
Moore, memandang bahwa pola prilaku, dan interaksi sosial,” setiap
perubahan yang terjadi dalam struktur masyarakat atau perubahan dalam
organisasi sosial.
Dalam dunia modern, banyak orang berupaya melakukan mobilitas sosial.
Mereka yakin bahwa hal tersebut akan membuat orang menjadi lebih bahagia
dan memungkinkan mereka melakukan jenis pekerjaan yang paling cocok
bagi diri mereka. Perubahan sosial ini lebih mudah terjadi pada masyarakat
terbuka karena lebih memungkinkan untuk berpindah strata; Sebaliknya, pada
masyarakat yang sifatnya tertutup kemungkinan untuk pindah strata lebih sulit.
Contoh: masyarakat feodal atau masyarakat yang menganut sistem kasta;
bila seseorang lahir dari kasta rendah, betapapun pandainya dia, atau tinnginya
jabatannya tetapi kastanya tidak akan pernah berubah, karena yang menjadi
kriteria stratifikasi adalah keturunan.
Cara Melakukan Perubahan Sosial
Secara umum, cara orang melakukan perubahan sosial adalah sebagai
berikut.
Perubahan standar hidup. Kenaikan penghasilan tidak menaikkan status
secara otomatis, melainkan akan merefleksikan suatu standar hidup yang
lebih tinggi. Ini akan mempengaruhi peningkatan status. Misalnya seorang
pegawai rendahan, karena keberhasilan dan prestasinya diberikan kenaikan
pangkat menjadi manajer, sehingga tingkat pendapatannya naik. Status
sosialnya di mata masyarakat tidak akan ikut naik, bila orang tersebut
mengikuti pola hidup sederhana seperti ketika masih menjadi pegawai
rendahan.
Perkawinan. Untuk meningkatkan status sosial dapat dilakukan melalui
perkawinan. Contoh: seorang wanita yang berasal dari keluarga miskin,
menikah dengan laki-laki yang kaya raya. Perkawinan ini dapat
meningkatkan status sosialnya.
Perubahan tempat tinggal. Untuk meningkatkan status sosialnya,
seseorang dapat berpindah ke tempat tinggal yang baru yang lebih elit;
atau dengan merekonstruksi rumahnya menjadi lebih megah.
Perubahan tingkah laku. Untuk mendapatkan status sosial yang tinggi,
orang berusaha menaikkan status sosialnya dan mempraktekkan bentukbentuk
tingkah laku kelas yang lebih tinggi yang diaspirasikan sebagai
kelasnya. Bukan hanya tingkah laku, tapi juga pakaian, ucapan, minat, dan
sebagainya. Orang tersebut merasa dituntut untuk mengaitkan diri dengan
kelas yang diinginkannya.
Perubahan nama. Dalam suatu masyarakat, sebuah nama
diidentifikasikan pada posisi sosial tertentu. Gerak ke atas dapat
dilaksanakan dengan mengubah nama yang menunjukkan posisi sosial
yang lebih tinggi.
Faktor Penghambat Perubahan Sosial
Beberapa faktor penting yang justru menghambat perubahan sosial adalah: (1)
perbedaan kelas rasial, (2) agama (yang menggunakan sistem kasta), (3)
diskriminasi kelas, (4) kemiskinan, dan (4) perbedaan jenis kelamin.
Beberapa Bentuk Perubahan Sosial
Horizontal: peralihan individu atau objek-objek sosial lainnya dari suatu
kelompok sosial ke kelompok sosial lainnya yang sederajat. Tidak terjadi
perubahan dalam derajat kedudukan seseorang dalam perubahan ini.
Vertikal: perubahan individu atau objek sosial dari satu kedudukan sosial
ke kedudukan sosial lainnya yang tidak sederajat. Ada vertikal ke atas dan
vertikal ke bawah. Vertikal ke atas: masuk ke dalam kedudukan yang
lebih tinggi dan atau membentuk kelompok baru. Vertikal ke bawah:
turunnya kedudukan dan atau turunnya derajat kelompok.
Rangkuman
Kehidupan sosial harus dipandang sebagai suatu sistem (sistem sosial),
yaitu suatu keseluruhan bagian-bagian atau unsur-unsur yang saling
berhubungan dalam sutu kesatuan. Inilah yang dapat dipetik dari konsepsikonsepsi
yang di paparkan para ahli sosiologi (sosiolog). Sudah tentu yang
dimaksud dengan bagian-bagian atau unsur-unsur itu adalah bagian atau
unsur dari kehidupan masyarakat (sosial) yang disebut sebagai unsur-unsur
sosial.
Hubungan antarmanusia, ataupun relasi-relasi sosial menentukan
struktur dari masyarakatnya dan didasarkan pada komunikasi.
Hubungan tersebut, baik dalam bentuk individu atau perorangan maupun
dengan kelompok-kelompok dan antar kelompok manusia itu sendiri,
mewujudkan segi dinamikanya perubahan dan perkembangan
masyarakat.
Perubahan sosial ini dapat dilakukan melalui: perubahan standar hidup,
perkawinan, perubahan tempat tinggal, perubahan tingkah laku,
perubahan nama
Namun hanya pada struktur masyarakat yang terbuka saja yang mudah
atau dapat mengalami perubahan sosial; Sebaliknya masyarakat yang
tertutup (masyarakat feudal atau masyarakat yang mengenal kasta) akan
sulit berubah, sebab mereka di kelas-kelas kan berdasarkan
stratifikasinya.
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 1 Kehidupan Sosial 1 - 19
Lembar Powerpoint 1.3
Status Sosial
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 1 Kehidupan Sosial 1 - 25
Lembar Penilaian 1.4
Tes Tulis
1. Jelaskan pengertian interaksi sosial (bobot: 20).
2. Identifikasi dan klasifikasi ruang lingkup kehidupan sosial (bobot: 40).
3. Diskripsikan dan klasifikasikan tujuan mempelajari kehidupan sosial,
berdasarkan ranah kognitif, afektif dan psikomotor (bobot: 40).
Rentangan skor, antara ;10-100
Kualifikasi Rentang Skor Nilai
Sangat baik 90 – 100 A
Baik 80 – 89 B
Cukup 65 – 79 C
Kurang 55 – 64 D
Sangat kurang 10 – 54 E
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 1 Kehidupan Sosial 1 - 26
Daftar Pustaka
Al-Makassary,Ridwan. 2000. Kematian Manusia Modern. Yogyakarta: UII
Press Yogyakarta.
Andrey Korotayev, Artemy Malkov, and Daria Khaltourina. 2006. Introduction
to sosial Macrodynamics, Moscow: URSS.
Hasan, Abu. 2000. Pendidikan di Indonesia. 2000. Jakarta: Komunitas Filsafat
Kebudayaan
Hasan, Abu. 2000. Pembangunan Nasional dan Demokrasi di Indonesia.
Jakarta: Komunitas Filsafat Kebudayaan
(apa judul artikel/tulisannya?) http://id.wikipedia.org 22 Januari 2009
(apa judul artikel/tulisannya?) http://www.gumilarcenter.com 22 Januari 2009
Kleden, Ignas. 2000. Perkembangan Ilmu Sosial di Indonesia, Tindakan dan
Refleksi Perspektif, Asia Tenggara. Jakarta: apa nama penerbitnya?
Mukhlis, M. Natsir dan Robinson, Kathryn May. 1985., Panorama Kehidupan
Sosial, Makasar: Lembaga Penerbitan Universitas Hasanuddin.
Purba, Joni., 2002. Pengelolaan Lingkungan Sosial. Jakarta: Yayasan Obor
Indonesia.
Jumat, 18 Maret 2011
KEHIDUPAN SOSIAL
Pendahuluan
Topik kehidupan sosial merupakan paket pertama dalam bahan perkuliahan
Ilmu Pengetahuan Sosial 2. Paket ini berisi tentang kehidupan bersama
antarmanusia. Dilihat dari ruang lingkupnya, kehidupan sosial dapat dikatakan
sebagai hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan sosial yang sangat
kompleks sebagaimana dapat dicermati dari gejala-gejala sampai pada
peristiwa-peristiwa sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.
Walaupun tidak secara langsung, paket 1 ini merupakan pengetahuan dasar
sifat manusia dalam bersosialisasi yang menjadi dasar pemahaman paketpaket
berikutnya. Ilmu Pengetahuan Sosial adalah ilmu yang terintegrasi dari
beberapa ilmu sosial lainnya. Oleh karena itu, tidak semua paket yang ada
dalam lingkup Ilmu Pengetahuan Sosial 2 ini berdasar hanya pada paket 1.
Untuk mendalami materi kehidupan sosial ini dengan baik, mahasiswamahasiswi
dipandu dengan 3 buah lembar kegiatan (LK), yaitu LK 1.1. A .
mengarahkan mahasiswa-mahasiswi untuk dapat mendalami dan memahami
kehidupan sosial di sekitarnya melalui wawancara dan observasi di lingkungan
sekitar, baik di kampus maupun di rumah; LK 1. 1. B membantu mahasiswamahasiswi
untuk dapat mengidentifikasi dan mengklasifikasikan materi ruang
lingkup kehidupan sosial, dan LK 1. 1. C melatih mahasiswa-mahasiswi
berpikir kritis dengan mengeksplorasi pengetahuan dan pengalaman dalam
kehidupan sosial di masyarakat. Agar perkuliahan dapat berjalan dengan baik,
sebaiknya mahasiswa-mahasiswi perlu diberi tugas sebelumnya untuk
mengadakan pengamatan secara langsung terhadap masalah-masalah yang
berhubungan dengan kehidupan sosial di lingkungan masing-masing.
Paket 1
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 1 Kehidupan Sosial 1 - 2
Kompetensi dasar
Mahasiswa-mahasiswi dapat menganalisis sistem sosial dan perubahan
sosial.
Indikator
Pada akhir perkuliahan mahasiswa-mahasiswi diharapkan dapat:
1. menjelaskan konsep sistem sosial,
2. mengidentifikasi unsur-unsur sistem sosial, dan
3. menganalisis konsep perubahan sosial.
Waktu
3 x 50 menit
Materi Pokok
1. Pengertian Sistem Sosial
2. Interaksi Sosial
3. Status Sosial
4. Struktur Sosial
5. Norma dan Nilai Sosial
6. Sosialisasi
7. Pembentukan Kepribadian
8. Perubahan Sosial
Kelengkapan Bahan Perkuliahan
1. Lembar Kegiatan LK 1.1. A, 1.1. B, 1.1. C.
2. Lembar Uraian Materi 1.2
3. Lembar PowerPoint 1.3
4. Lembar Penilaian 1.4
5. LCD dan computer, gambar-gambar (disiapkan oleh dosen)
Rencana Pelaksanaan Perkuliahan
Langkah-langkah Perkuliahan
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 1 Kehidupan Sosial 1 - 4
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 1 Kehidupan Sosial 1 - 5
Lembar Kegiatan 1.1.A
KEHIDUPAN SOSIAL
Pengantar
Untuk memahami kehidupan sosial masyarakat di sekitarnya, mahasiswamahasiswi
bekerja mandiri melakukan pengamatan terhadap masyarakat di
sekitarnya, baik di rumah, maupun di kampus.
Tujuan
Mahasiswa dapat:
1. mengungkap aktualitas materi dengan fakta di masyarakat, dan
2. mengonstruksi pengetahuan melalui conceptual change process.
Alat dan Bahan:
Potongan kertas untuk menulis jawaban individu dan hasil diskusi
berpasangan
Langkah kegiatan
1. Lakukan pengamatan tentang sistem sosial di masyarakat sekitar
Saudara-Saudari dengan membawa instrumen pengamatan dan
wawancara yang sudah dipersiapkan!
2. Identifikasi dan analisis masalah-masalah yang Saudara-Saudari temukan
di lapangan sesuai dengan materi sistem sosial!
3. Buatlah sebuah gambar yang mengilustrasikan terjadinya siklus sistem
sosial dengan mengambil kasus pada sekolah Saudara-Saudari.
4. Susunlah laporan hasil pengamatan dan wawancara Saudara-Saudari,
lengkap dengan gambarnya!
Lembar Kegiatan 1.1.B
RUANG LINGKUP
KEHIDUPAN SOSIAL
Pengantar
Dengan diberikan tabel identifikasi, mahasiswa-mahasiswi diminta untuk
mendiskusikan dalam kelompok tentang materi ruang lingkup kehidupan sosial
yang telah diterimanya dan menuliskan klasifikasi pada tabel identifikasi.
Tujuan
Mengidentifikasi materi-materi kehidupan sosial
Alat dan Bahan:
Lembar identifikasi
Langkah Kegiatan
1. Kelompokkan mahasiswa-mahasiswi menjadi beberapa kelompok!
2. Masing-masing kelompok beranggotakan 5 orang yang terdiri atas laki-laki
dan perempuan.
3. Diskusikan materi ruang lingkup kehidupan sosial yang telah dipelajari,
dengan panduan pertanyaan sebagai berikut.
Identifikasikanlah materi-materi yang telah Saudara-Saudari pelajari
berdasarkan pembelajaran yang lalu.
Klasifikasikan materi-materi tentang kehidupan sosial yang telah
dipelajari pada pembelajaran yang lalu/lampau dengan menggunakan
lembar identifikasi berikut.
Tabel Identifikasi materi kehidupan sosial yang telah dipelajari.
4. Klasifikasikan materi berdasarkan lingkup materi kehidupan sosial dan
tuliskan pada tabel identifikasi yang telah disiapkan!
5. Presentasikan hasil diskusi!
6. Dosen mengklarifikasi hasil diskusi di akhir presentasi (pertemuan).
N o Klasifikasi Materi Deskripsi
1 Materi informasi sosial
a.
b.
c.
d.
2 Peran dan status sosial
a.
b.
c.
d
3 Perubahan sosial
a.
b.
c.
d.
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 1 Kehidupan Sosial 1 - 8
Pengantar
Dengan diberi pertanyaan dan lembar kerja klasifikasi, mahasiswa-mahasiswi
mendiskusikan tujuan kehidupan sosial menurut ranah kognitif, afektif dan
psikomotorik.
Tujuan
Agar mahasiswa-mahasiswi dapat menjelaskan tujuan mempelajari materimateri
tentang kehidupan sosial berdasarkan ranah kognitif, afektif, dan
psikomotorik.
Bahan dan Alat:
Lembar kerja klasifikasi
Lembar Kegiatan 1.1.C
MENGEKSPLORASI PENGETAHUAN YANG
TELAH DICAPAI SELAMA BELAJAR MATERI
TENTANG KEHIDUPAN SOSIAL
Langkah kegiatan
1. Mahasiswa-mahasiswi dikelompokkan
menjadi beberapa kelompok.
2. Masing-masing kelompok beranggotakan
5 orang yang terdiri laki-laki
dan perempuan.
3. Diskusikan tujuan mempelajari
kehidupan sosial!
4. Klasifikasikan materi kehidupan sosial
ke dalam ranah kognitif, afektif, dan
psikomotorik.
5. Tuliskan materi yang sudah terklasifikasi menuliskan pada tabel klasifikasi
yang telah disediakan.
6. Jelaskan hasil diskusi kelompok kepada pengunjung dari kelompok lain.
7. Setiap kelompok memberi masukan, tanggapan, maupun sanggahan
kepada kelompok presentasi!
8. Dosen mengklarifikasi hasil diskusi di akhir presentasi (pertemuan).
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 1 Kehidupan Sosial 1 - 9
Tabel Perincian Tujuan Belajar Kehidupan Sosial
N o Ranah yang dicapai Deskripsi/contoh yang dicapai
1 Kognitif
a.
b.
c.
d.
2 Afektif
a.
b.
c.
d
3 Psikomotorik
a.
b.
c.
d.
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 1 Kehidupan Sosial 1 - 10
KEHIDUPAN SOSIAL
Uraian Materi 1.2
Pengertian Sistem Sosial
Apakah sistem dan apakah sosial itu?
Secara etimologis, sistem berasal dari bahasa Yunani systema yang artinya
sehimpunan dari bagian-bagian atau komponen-komponen yang saling
berhubungan satu sama lain secara teratur merupakan suatu keseluruhan.
Menurut Sunaryati Hartono, Guru Besar UNPAD, sistem adalah sesuatu yang
terdiri dari sejumlah unsur atau komponen yang selalu pengaruh
mempengaruhi dan terkait satu sama lain oleh satu atau beberapa asas.
Sementara itu, menurut Talcot Parson, sistem adalah interdependensi antara
bagian-bagian, komponen-komponen, dan proses-proses yang mengatur
hubungan tersebut. (Interdependensi adalah bila tanpa 1 bagian/komponen
maka akan mengalami guncangan. Dalam suatu sistem akan terintegrasi ke
suatu equilibrium).
Secara sosiologis, kehidupan sosial
berlangsung dalam suatu wadah yang
disebut masyarakat. Masyarakat
adalah orang-orang yang hidup
bersama dan menghasilkan
kebudayaan (Sumarjan), contohnya
masyarakat desa (lihat gambar 1),
masyarakat kota, masyarakat Indonesia,
satuan masyarakat keluarga,
sekolah, organisasi dan sebagainya.
Masyarakat sebagai suatu sistem
secara fungsional terintegrasi ke dalam
suatu bentuk equilibrium. Jadi,
kehidupan sosial (masyarakat) sebagai sistem sosial harus dilihat sebagai
suatu keseluruhan atau totalitas dari bagian-bagian atau unsur-unsur yang
saling berhubungan, saling tergantung, dan berada dalam satu kesatuan.
Sistem sosial sifatnya tidak empiris (abstrak) sehingga komponennya tidak
dapat dilihat tetapi hanya dapat dibayangkan dengan suatu konstruksi berfikir.
Dalam masyarakat ada Nurjannah, Fathurrohman, Cecep, dan lain sebagainya
yang berperan sebagai mahasiswa. Jadi komponennya berupa peran sosial,
peran sebagai mahasiswa, sedangkan manusianya (Nurjannah,
Gambar 1.1: Masyarakat desa
Fathurrohman, Cecep) hanyalah pengisi peran atau pelaksana fungsi dari
peran sosial yang dapat berganti dari waktu ke waktu.
Teori Sibenertika Talcott Parson: sistem sosial merupakan suatu sinergi
antara berbagai sub sistem sosial yang mengalami ketergantungan dan
keterkaitan.
Interaksi Sosial
Hubungan antarmanusia, ataupun relasi-relasi sosial menentukan struktur dari
masyarakatnya. Hubungan antarmanusia atau relasi-relasi sosial ini
didasarkan pada komunikasi. Karenanya komunikasi merupakan dasar dari
eksistensi suatu masyarakat. Hubungan antarmanusia atau relasi-relasi
sosial, hubungan satu dengan yang lain warga-warga suatu masyarakat, baik
dalam bentuk individu atau perorangan maupun dengan kelompok-kelompok
dan antarkelompok manusia sendiri, mewujudkan segi dinamikanya
perubahan dan perkembangan masyarakat.
Menurut konsep sosial, manusia selain sebagai makhluk individu juga sebagai
makhluk sosial dan makhluk yang berketuhanan. Sebagai makhluk sosial,
manusia tidak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. Untuk memenuhi
kebutuhannya sehari-hari, manusia membutuhkan kehadiran orang lain dan
manusia harus berinteraksi dengan orang lain. Sebuah contoh, seorang bayi
yang baru lahir, tidak dapat melakukan apapun yang dia inginkan, bahkan
hanya bisa menangis saja kecuali dibantu oleh orang lain yaitu orangtuanya.
Dia ingin netek, makan minum pasti membutuhkan bantuan dari seorang ibu.
Begitu pula bagi seorang pemimpin sebuah perusahaan, dia tidak pernah bisa
melakukan seluruh pekerjaan yang ada dalam perusahaan tersebut hanya
dengan seorang diri melainkan dia membutuhkan bantuan dari para karyawan
yang sesuai dengan bidang pekerjaan masing-masing.
Interaksi sosial adalah kunci semua kehidupan sosial. Tanpa interaksi sosial
tak akan mungkin ada kehidupan bersama. Interaksi sosial merupakan syarat
terjadinya aktivitas-aktivitas sosial. Interaksi sosial merupakan hubungan
yang dinamis, yang menyangkut hubungan antara orang-orang perorangan,
antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang perorangan
dengan kelompok manusia.
Gillin dan Gillin mengajukan dua syarat yang harus dipenuhi agar suatu
interaksi sosial itu mungkin terjadi. Syarat tersebut adalah adanya kontak
sosial dan komunikasi.
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 1 Kehidupan Sosial 1 - 12
Dengan demikian kontak sosial merupakan tahap pertama terjadinya suatu
interaksi sosial. Untuk terjadinya suatu kontak tidak harus secara badaniah
tetapi dapat dilakukan dengan berkomunikasi. Komunikasi sosial atau “face to
face communication”, adalah komunikasi baik antarindividu, maupun
komunikasi melalui media.
Komunikasi adalah suatu proses
penyampaian informasi dari satu pihak ke
pihak yang lain dalam rangka mencapai
tujuan bersama (lihat gambar 2).
Sebagai sebuah ilustrasi yang sangat
sederhana, kita bisa memberikan contoh,
pada diri masing-masing. Baju sebagai
kebutuhan dasar yang kita pakai setiap saat
itu merupakan hasil karya orang lain dan itu
sangat bermanfaat bagi kita. Begitu pula bagi si produsen baju sangat merasa
diuntungkan karena ada konsumen yang membeli bajunya. Bapak petani dan
contoh lain merupakan bentuk-bentuk kegiatan manusia yang senantiasa
membutuhkan peran dan bantuan orang lain. Untuk dapat memenuhi
kebutuhan-kebutuhan tersebut, kita perlu melakukan interaksi sosial.
Nah, di sini Anda diperkenalkan konsep baru yaitu interaksi sosial. Dengan
demikian, apakah yang dimaksud dengan interaksi sosial? Bandingkan
jawaban Anda dengan pengertian interaksi sosial di bawah ini.
Interaksi sosial adalah suatu proses hubungan timbal balik orang-orang yang
menjalin kontak dan komunikasi saling mempengaruhi dalam pikiran dan
tindakan. Interaksi terjadi antara individu dengan individu, antara individu
dengan kelompok dan antara kelompok dengan kelompok.
Berikut ini merupakan beberapa faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial.
• Imitasi, yaitu tindakan meniru tindakan orang lain.
• Sugesti. Sugesti ini berlangsung apabila seseorang memberikan
pandangan atau sikap yang dianutnya, lalu diterima oleh orang lain.
Biasanya sugesti muncul ketika si penerima sedang dalam kondisi yang
tidak netral sehingga tidak dapat berfikir rasional.
• Identifikasi, yaitu merupakan kecenderungan atau keinginan seseorang
untuk menjadi sama dengan pihak lain (meniru secara keseluruhan)
• Simpati, yaitu merupakan suatu proses, dimana seseorang merasa tertarik
kepada pihak lain. Melalui proses simpati orang merasa seolah-olah
dirinya berada dalam keadaan orang lain.
• Empati yaitu merupakan simpati yang mendalam yang dapat
mempengaruhi kejiwaan dan fisik seseorang.
Gb.2.2: Salah Satu
Bentuk Komunikasi
Status dan Peran sosial
Dalam lingkungan masyarakat kita melihat bahwa ada pembedaanpembedaan
yang berlaku dan diterima secara luas oleh masyarakat. Di sekitar
kita ada orang yang menempati jabatan tinggi seperti gubernur dan wali kota
dan jabatan rendah seperti camat dan lurah. Di sekolah ada kepala sekolah
dan ada staf sekolah. Di RT atau RW kita ada orang kaya, orang biasa saja
dan ada orang miskin.
Perbedaan itu tidak hanya muncul dari sisi jabatan tanggung jawab sosial saja,
namun juga terjadi akibat perbedaan ciri fisik, keyakinan dan lain-lain.
Perbedaan ras, suku, agama, pendidikan, jenis kelamin, usia atau umur,
kemampuan, tinggi badan, cakep jelek, dan lain sebagainya juga membedakan
manusia yang satu dengan yang lain. Beragamnya orang yang ada di suatu
lingkungan akan memunculkan stratifikasi sosial (pengkelas-kelasan) atau
diferensiasi sosial (pembeda-bedaan).
Pengertian Status Sosial
Status sosial adalah sekumpulan hak dan kewajian yang dimiliki seseorang
dalam masyarakatnya (Ralph Linton). Orang yang memiliki status sosial yang
tinggi akan ditempatkan lebih tinggi dalam struktur masyarakat dibandingkan
dengan orang yang status sosialnya rendah.
Macam-macam status sosial
Ascribed status, tipe status yang didapat sejak lahir seperti jenis
kelamin, ras, kasta, golongan, keturunan, suku, usia, dan lain sebagainya.
Achieved status, yaitu status sosial yang didapat seseorang karena
kerja keras dan usaha yang dilakukannya; Contoh: harta kekayaan,
tingkat pendidikan, pekerjaan, dan lain-lain.
Assigned status, status sosial yang diperoleh seseorang di dalam
lingkungan masyarakat yang bukan didapat sejak lahir, tetapi diberikan
karena usaha dan kepercayaan masyarakat. Contohnya: seseorang yang
dijadikan kepala suku, ketua adat, sesepuh, dan sebagainya.
Struktur Sosial
Menurut Douglas (1973), mikrososiologi mempelajari situasi sedangkan
makrososiologi mempelajari struktur. George C. Homans yang mempelajari
mikrososiologi mengaitkan struktur dengan perilaku sosial elementer dalam
hubungan sosial sehari-hari, sedangkan Gerhard Lenski lebih menekankan
pada struktur masyarakat yang diarahkan oleh kecenderungan jangka panjang
yang menandai sejarah. Talcott Parsons yang bekerja pada ranah
makrososiologi menilai struktur sebagai kesalingterkaitan antarmanusia dalam
suatu sistem sosial. Coleman melihat struktur sebagai pola hubungan
antarmanusia dan antarkelompok manusia atau masyarakat. Kornblum (1988)
menyatakan struktur merupakan pola perilaku berulang yang menciptakan
hubungan antarindividu dan antarkelompok dalam masyarakat.
Mengacu pada pengertian struktur sosial menurut Kornblum yang
menekankan pada pola perilaku yang berulang, maka konsep dasar dalam
pembahasan struktur adalah adanya perilaku individu atau kelompok. Perilaku
sendiri merupakan hasil interaksi individu dengan lingkungannya yang di
dalamnya terdapat proses komunikasi ide dan negosiasi.
Pembahasan mengenai struktur sosial oleh Ralph Linton dikenal adanya dua
konsep yaitu status dan peran. Status merupakan suatu kumpulan hak dan
kewajiban, sedangkan peran adalah aspek dinamis dari sebuah status.
Menurut Linton (1967), seseorang menjalankan peran ketika ia menjalankan
hak dan kewajiban yang merupakan statusnya. Tipologi lain yang dikenalkan
oleh Linton adalah pembagian status menjadi status yang diperoleh (ascribed
status) dan status yang diraih (achieved status).
Social inequality merupakan konsep dasar yang menyusun pembagian suatu
struktur sosial menjadi beberapa bagian atau lapisan yang saling berkait.
Konsep ini memberikan gambaran bahwa dalam suatu struktur sosial ada
ketidaksamaan posisi sosial antarindividu di dalamnya. Terdapat tiga dimensi
dimana suatu masyarakat terbagi dalam suatu susunan atau stratifikasi, yaitu
kelas, status dan kekuasaan. Konsep kelas, status dan kekuasaan
merupakan pandangan yang disampaikan oleh Max Weber (Beteille, 1970).
Sosialisasi
Sosialisasi adalah suatu proses belajar yang memungkinkan seseorang
menghayati (internalisasi) norma-norma sosial tempat ia hidup sehingga
menjadi individu yang baik. Proses sosialisasi tanpa sengaja terjadi jika
seorang individu yang disosialisasi menyaksikan apa-apa yang dilakukan oleh
orang-orang di lingkungan sekitarnya di dalam interaksi antarmereka,
kemudian dengan menyaksikan tingkah laku mereka, individu melakukan
internalisasi pola-pola tingkah laku dan pola-pola interaksi tersebut beserta
norma-norma sosial yang mendasarinya ke dalam mentalnya.
Proses sosialisasi yang dengan sengaja, terjadi apabila seorang individu (yang
bersosialisasi) mengikuti pengajaran dan pendidikan yang dilakukan dengan
sengaja oleh pendidik-pendidik yang mewakili masyarakat dengan tujuan agar
norma-norma sosial bisa dipahami individu yang bersosialisasi tersebut
sehingga bisa tertanam baik dalam batinnya.
Syarat Terjadinya Sosialisasi
Pada dasarnya, sosialisasi memberikan dua kontribusi fundamental bagi
kehidupan kita. Pertama: memberikan dasar atau fondasi kepada individu bagi
terciptanya partisipasi yang efektif dalam masyarakat; dan kedua:
memungkinkan lestarinya suatu masyarakat; karena tanpa sosialisasi akan
hanya ada satu generasi saja, sehingga kelestarian masyarakat terganggu.
Contoh: masyarakat Sunda, Jawa, Batak, dan sebagainya akan lenyap bila satu
generasi tidak menyosialisasikan kepada generasi berikutnya.
Berdasarkan jenisnya, sosialisasi dibagi menjadi dua, yakni sosialisasi
primer (dalam keluarga) dan sosialisasi sekunder (dalam masyarakat).
Sosialisasi primer berlangsung saat anak berusia 1-5 tahun atau saat anak
belum masuk sekolah; Sedangkan sosialisasi sekunder adalah suatu
proses sosialisasi lanjutan setelah sosialisasi primer yang memperkenalkan
individu ke dalam kelompok tertentu dalam masyarakat. Salah satu
bentuknya adalah resosilisasi dan desosialisasi. Dalam proses
resosilaisasi, seseorang diberi suatu identitas diri yang baru; Sedangkan
dalam proses desosialisasi, seseorang mengalami pencabutan identitas
yang lama.
Tipe Sosialisasi
Setiap kelompok masyarakat mempunyai standar dan nilai yang berbeda.
Standar yang dimaksud di sini adalah nilai baik atau buruk seseorang.
Perbedaan standar dan nilai ini juga dibedakan dalam tipe sosialisasi. Tipe
formal, yaitu sosialisasi yang terjadi melalui lembaga-lembaga yang berwenang
menurut ketentuan yang berlaku dalam negara, seperti pendidikan di sekolah
dan pendidikan militer. Sedangkan tipe informal, adalah sosialisasi yang
terdapat di masyarakat atau dalam pergaulan yang bersifat kekeluargaan.
Perbedaan standar atau tata nilai dari kedua tipe tersebut adalah sebagai berikut.
Seseorang disebut baik, apabila nilai ulangannya di atas tujuh, atau tidak
pernah datang terlambat. (tipe formal)
Seseorang disebut baik, bila ia solider dengan teman, atau saling
membantu (tipe informal).
Perubahan Sosial
Gerak sosial adalah pergeseran, peningkatan maupun penurunan status dan
peran anggotanya. Misalnya, seorang pensiunan pegawai rendahan salah
satu lembaga beralih pekerjaan menjadi seorang pengusaha dan berhasil
dengan gemilang. Contoh lain, seorang anak pengusaha kaya raya yang ingin
mengikuti jejak orang tuanya menjadi pengusaha. Namun, karena kurang
bagus pengelolaannya sehingga ia merugi dan jatuh miskin. Jadi proses
keberhasilan atau kegagalan setiap orang dalam melakukan gerak sosial
seperti inilah yang disebut perubahan sosial.
Menurut Paul B. Horton, perubahan sosial adalah suatu gerak perpindahan
dari satu kelas sosial ke kelas sosial lainnya atau gerak pindah dari satu strata
ke strata yang lainnya. Sedangkan menurut Kimball Young dan Raymond W.
Mack, perubahan sosial adalah suatu gerak dalam struktur sosial yaitu polapola
tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. Wilbert
Moore, memandang bahwa pola prilaku, dan interaksi sosial,” setiap
perubahan yang terjadi dalam struktur masyarakat atau perubahan dalam
organisasi sosial.
Dalam dunia modern, banyak orang berupaya melakukan mobilitas sosial.
Mereka yakin bahwa hal tersebut akan membuat orang menjadi lebih bahagia
dan memungkinkan mereka melakukan jenis pekerjaan yang paling cocok
bagi diri mereka. Perubahan sosial ini lebih mudah terjadi pada masyarakat
terbuka karena lebih memungkinkan untuk berpindah strata; Sebaliknya, pada
masyarakat yang sifatnya tertutup kemungkinan untuk pindah strata lebih sulit.
Contoh: masyarakat feodal atau masyarakat yang menganut sistem kasta;
bila seseorang lahir dari kasta rendah, betapapun pandainya dia, atau tinnginya
jabatannya tetapi kastanya tidak akan pernah berubah, karena yang menjadi
kriteria stratifikasi adalah keturunan.
Cara Melakukan Perubahan Sosial
Secara umum, cara orang melakukan perubahan sosial adalah sebagai
berikut.
Perubahan standar hidup. Kenaikan penghasilan tidak menaikkan status
secara otomatis, melainkan akan merefleksikan suatu standar hidup yang
lebih tinggi. Ini akan mempengaruhi peningkatan status. Misalnya seorang
pegawai rendahan, karena keberhasilan dan prestasinya diberikan kenaikan
pangkat menjadi manajer, sehingga tingkat pendapatannya naik. Status
sosialnya di mata masyarakat tidak akan ikut naik, bila orang tersebut
mengikuti pola hidup sederhana seperti ketika masih menjadi pegawai
rendahan.
Perkawinan. Untuk meningkatkan status sosial dapat dilakukan melalui
perkawinan. Contoh: seorang wanita yang berasal dari keluarga miskin,
menikah dengan laki-laki yang kaya raya. Perkawinan ini dapat
meningkatkan status sosialnya.
Perubahan tempat tinggal. Untuk meningkatkan status sosialnya,
seseorang dapat berpindah ke tempat tinggal yang baru yang lebih elit;
atau dengan merekonstruksi rumahnya menjadi lebih megah.
Perubahan tingkah laku. Untuk mendapatkan status sosial yang tinggi,
orang berusaha menaikkan status sosialnya dan mempraktekkan bentukbentuk
tingkah laku kelas yang lebih tinggi yang diaspirasikan sebagai
kelasnya. Bukan hanya tingkah laku, tapi juga pakaian, ucapan, minat, dan
sebagainya. Orang tersebut merasa dituntut untuk mengaitkan diri dengan
kelas yang diinginkannya.
Perubahan nama. Dalam suatu masyarakat, sebuah nama
diidentifikasikan pada posisi sosial tertentu. Gerak ke atas dapat
dilaksanakan dengan mengubah nama yang menunjukkan posisi sosial
yang lebih tinggi.
Faktor Penghambat Perubahan Sosial
Beberapa faktor penting yang justru menghambat perubahan sosial adalah: (1)
perbedaan kelas rasial, (2) agama (yang menggunakan sistem kasta), (3)
diskriminasi kelas, (4) kemiskinan, dan (4) perbedaan jenis kelamin.
Beberapa Bentuk Perubahan Sosial
Horizontal: peralihan individu atau objek-objek sosial lainnya dari suatu
kelompok sosial ke kelompok sosial lainnya yang sederajat. Tidak terjadi
perubahan dalam derajat kedudukan seseorang dalam perubahan ini.
Vertikal: perubahan individu atau objek sosial dari satu kedudukan sosial
ke kedudukan sosial lainnya yang tidak sederajat. Ada vertikal ke atas dan
vertikal ke bawah. Vertikal ke atas: masuk ke dalam kedudukan yang
lebih tinggi dan atau membentuk kelompok baru. Vertikal ke bawah:
turunnya kedudukan dan atau turunnya derajat kelompok.
Rangkuman
Kehidupan sosial harus dipandang sebagai suatu sistem (sistem sosial),
yaitu suatu keseluruhan bagian-bagian atau unsur-unsur yang saling
berhubungan dalam sutu kesatuan. Inilah yang dapat dipetik dari konsepsikonsepsi
yang di paparkan para ahli sosiologi (sosiolog). Sudah tentu yang
dimaksud dengan bagian-bagian atau unsur-unsur itu adalah bagian atau
unsur dari kehidupan masyarakat (sosial) yang disebut sebagai unsur-unsur
sosial.
Hubungan antarmanusia, ataupun relasi-relasi sosial menentukan
struktur dari masyarakatnya dan didasarkan pada komunikasi.
Hubungan tersebut, baik dalam bentuk individu atau perorangan maupun
dengan kelompok-kelompok dan antar kelompok manusia itu sendiri,
mewujudkan segi dinamikanya perubahan dan perkembangan
masyarakat.
Perubahan sosial ini dapat dilakukan melalui: perubahan standar hidup,
perkawinan, perubahan tempat tinggal, perubahan tingkah laku,
perubahan nama
Namun hanya pada struktur masyarakat yang terbuka saja yang mudah
atau dapat mengalami perubahan sosial; Sebaliknya masyarakat yang
tertutup (masyarakat feudal atau masyarakat yang mengenal kasta) akan
sulit berubah, sebab mereka di kelas-kelas kan berdasarkan
stratifikasinya.
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 1 Kehidupan Sosial 1 - 19
Lembar Powerpoint 1.3
Status Sosial
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 1 Kehidupan Sosial 1 - 25
Lembar Penilaian 1.4
Tes Tulis
1. Jelaskan pengertian interaksi sosial (bobot: 20).
2. Identifikasi dan klasifikasi ruang lingkup kehidupan sosial (bobot: 40).
3. Diskripsikan dan klasifikasikan tujuan mempelajari kehidupan sosial,
berdasarkan ranah kognitif, afektif dan psikomotor (bobot: 40).
Rentangan skor, antara ;10-100
Kualifikasi Rentang Skor Nilai
Sangat baik 90 – 100 A
Baik 80 – 89 B
Cukup 65 – 79 C
Kurang 55 – 64 D
Sangat kurang 10 – 54 E
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 1 Kehidupan Sosial 1 - 26
Daftar Pustaka
Al-Makassary,Ridwan. 2000. Kematian Manusia Modern. Yogyakarta: UII
Press Yogyakarta.
Andrey Korotayev, Artemy Malkov, and Daria Khaltourina. 2006. Introduction
to sosial Macrodynamics, Moscow: URSS.
Hasan, Abu. 2000. Pendidikan di Indonesia. 2000. Jakarta: Komunitas Filsafat
Kebudayaan
Hasan, Abu. 2000. Pembangunan Nasional dan Demokrasi di Indonesia.
Jakarta: Komunitas Filsafat Kebudayaan
(apa judul artikel/tulisannya?) http://id.wikipedia.org 22 Januari 2009
(apa judul artikel/tulisannya?) http://www.gumilarcenter.com 22 Januari 2009
Kleden, Ignas. 2000. Perkembangan Ilmu Sosial di Indonesia, Tindakan dan
Refleksi Perspektif, Asia Tenggara. Jakarta: apa nama penerbitnya?
Mukhlis, M. Natsir dan Robinson, Kathryn May. 1985., Panorama Kehidupan
Sosial, Makasar: Lembaga Penerbitan Universitas Hasanuddin.
Purba, Joni., 2002. Pengelolaan Lingkungan Sosial. Jakarta: Yayasan Obor
Indonesia.
Topik kehidupan sosial merupakan paket pertama dalam bahan perkuliahan
Ilmu Pengetahuan Sosial 2. Paket ini berisi tentang kehidupan bersama
antarmanusia. Dilihat dari ruang lingkupnya, kehidupan sosial dapat dikatakan
sebagai hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan sosial yang sangat
kompleks sebagaimana dapat dicermati dari gejala-gejala sampai pada
peristiwa-peristiwa sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.
Walaupun tidak secara langsung, paket 1 ini merupakan pengetahuan dasar
sifat manusia dalam bersosialisasi yang menjadi dasar pemahaman paketpaket
berikutnya. Ilmu Pengetahuan Sosial adalah ilmu yang terintegrasi dari
beberapa ilmu sosial lainnya. Oleh karena itu, tidak semua paket yang ada
dalam lingkup Ilmu Pengetahuan Sosial 2 ini berdasar hanya pada paket 1.
Untuk mendalami materi kehidupan sosial ini dengan baik, mahasiswamahasiswi
dipandu dengan 3 buah lembar kegiatan (LK), yaitu LK 1.1. A .
mengarahkan mahasiswa-mahasiswi untuk dapat mendalami dan memahami
kehidupan sosial di sekitarnya melalui wawancara dan observasi di lingkungan
sekitar, baik di kampus maupun di rumah; LK 1. 1. B membantu mahasiswamahasiswi
untuk dapat mengidentifikasi dan mengklasifikasikan materi ruang
lingkup kehidupan sosial, dan LK 1. 1. C melatih mahasiswa-mahasiswi
berpikir kritis dengan mengeksplorasi pengetahuan dan pengalaman dalam
kehidupan sosial di masyarakat. Agar perkuliahan dapat berjalan dengan baik,
sebaiknya mahasiswa-mahasiswi perlu diberi tugas sebelumnya untuk
mengadakan pengamatan secara langsung terhadap masalah-masalah yang
berhubungan dengan kehidupan sosial di lingkungan masing-masing.
Paket 1
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 1 Kehidupan Sosial 1 - 2
Kompetensi dasar
Mahasiswa-mahasiswi dapat menganalisis sistem sosial dan perubahan
sosial.
Indikator
Pada akhir perkuliahan mahasiswa-mahasiswi diharapkan dapat:
1. menjelaskan konsep sistem sosial,
2. mengidentifikasi unsur-unsur sistem sosial, dan
3. menganalisis konsep perubahan sosial.
Waktu
3 x 50 menit
Materi Pokok
1. Pengertian Sistem Sosial
2. Interaksi Sosial
3. Status Sosial
4. Struktur Sosial
5. Norma dan Nilai Sosial
6. Sosialisasi
7. Pembentukan Kepribadian
8. Perubahan Sosial
Kelengkapan Bahan Perkuliahan
1. Lembar Kegiatan LK 1.1. A, 1.1. B, 1.1. C.
2. Lembar Uraian Materi 1.2
3. Lembar PowerPoint 1.3
4. Lembar Penilaian 1.4
5. LCD dan computer, gambar-gambar (disiapkan oleh dosen)
Rencana Pelaksanaan Perkuliahan
Langkah-langkah Perkuliahan
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 1 Kehidupan Sosial 1 - 4
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 1 Kehidupan Sosial 1 - 5
Lembar Kegiatan 1.1.A
KEHIDUPAN SOSIAL
Pengantar
Untuk memahami kehidupan sosial masyarakat di sekitarnya, mahasiswamahasiswi
bekerja mandiri melakukan pengamatan terhadap masyarakat di
sekitarnya, baik di rumah, maupun di kampus.
Tujuan
Mahasiswa dapat:
1. mengungkap aktualitas materi dengan fakta di masyarakat, dan
2. mengonstruksi pengetahuan melalui conceptual change process.
Alat dan Bahan:
Potongan kertas untuk menulis jawaban individu dan hasil diskusi
berpasangan
Langkah kegiatan
1. Lakukan pengamatan tentang sistem sosial di masyarakat sekitar
Saudara-Saudari dengan membawa instrumen pengamatan dan
wawancara yang sudah dipersiapkan!
2. Identifikasi dan analisis masalah-masalah yang Saudara-Saudari temukan
di lapangan sesuai dengan materi sistem sosial!
3. Buatlah sebuah gambar yang mengilustrasikan terjadinya siklus sistem
sosial dengan mengambil kasus pada sekolah Saudara-Saudari.
4. Susunlah laporan hasil pengamatan dan wawancara Saudara-Saudari,
lengkap dengan gambarnya!
Lembar Kegiatan 1.1.B
RUANG LINGKUP
KEHIDUPAN SOSIAL
Pengantar
Dengan diberikan tabel identifikasi, mahasiswa-mahasiswi diminta untuk
mendiskusikan dalam kelompok tentang materi ruang lingkup kehidupan sosial
yang telah diterimanya dan menuliskan klasifikasi pada tabel identifikasi.
Tujuan
Mengidentifikasi materi-materi kehidupan sosial
Alat dan Bahan:
Lembar identifikasi
Langkah Kegiatan
1. Kelompokkan mahasiswa-mahasiswi menjadi beberapa kelompok!
2. Masing-masing kelompok beranggotakan 5 orang yang terdiri atas laki-laki
dan perempuan.
3. Diskusikan materi ruang lingkup kehidupan sosial yang telah dipelajari,
dengan panduan pertanyaan sebagai berikut.
Identifikasikanlah materi-materi yang telah Saudara-Saudari pelajari
berdasarkan pembelajaran yang lalu.
Klasifikasikan materi-materi tentang kehidupan sosial yang telah
dipelajari pada pembelajaran yang lalu/lampau dengan menggunakan
lembar identifikasi berikut.
Tabel Identifikasi materi kehidupan sosial yang telah dipelajari.
4. Klasifikasikan materi berdasarkan lingkup materi kehidupan sosial dan
tuliskan pada tabel identifikasi yang telah disiapkan!
5. Presentasikan hasil diskusi!
6. Dosen mengklarifikasi hasil diskusi di akhir presentasi (pertemuan).
N o Klasifikasi Materi Deskripsi
1 Materi informasi sosial
a.
b.
c.
d.
2 Peran dan status sosial
a.
b.
c.
d
3 Perubahan sosial
a.
b.
c.
d.
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 1 Kehidupan Sosial 1 - 8
Pengantar
Dengan diberi pertanyaan dan lembar kerja klasifikasi, mahasiswa-mahasiswi
mendiskusikan tujuan kehidupan sosial menurut ranah kognitif, afektif dan
psikomotorik.
Tujuan
Agar mahasiswa-mahasiswi dapat menjelaskan tujuan mempelajari materimateri
tentang kehidupan sosial berdasarkan ranah kognitif, afektif, dan
psikomotorik.
Bahan dan Alat:
Lembar kerja klasifikasi
Lembar Kegiatan 1.1.C
MENGEKSPLORASI PENGETAHUAN YANG
TELAH DICAPAI SELAMA BELAJAR MATERI
TENTANG KEHIDUPAN SOSIAL
Langkah kegiatan
1. Mahasiswa-mahasiswi dikelompokkan
menjadi beberapa kelompok.
2. Masing-masing kelompok beranggotakan
5 orang yang terdiri laki-laki
dan perempuan.
3. Diskusikan tujuan mempelajari
kehidupan sosial!
4. Klasifikasikan materi kehidupan sosial
ke dalam ranah kognitif, afektif, dan
psikomotorik.
5. Tuliskan materi yang sudah terklasifikasi menuliskan pada tabel klasifikasi
yang telah disediakan.
6. Jelaskan hasil diskusi kelompok kepada pengunjung dari kelompok lain.
7. Setiap kelompok memberi masukan, tanggapan, maupun sanggahan
kepada kelompok presentasi!
8. Dosen mengklarifikasi hasil diskusi di akhir presentasi (pertemuan).
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 1 Kehidupan Sosial 1 - 9
Tabel Perincian Tujuan Belajar Kehidupan Sosial
N o Ranah yang dicapai Deskripsi/contoh yang dicapai
1 Kognitif
a.
b.
c.
d.
2 Afektif
a.
b.
c.
d
3 Psikomotorik
a.
b.
c.
d.
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 1 Kehidupan Sosial 1 - 10
KEHIDUPAN SOSIAL
Uraian Materi 1.2
Pengertian Sistem Sosial
Apakah sistem dan apakah sosial itu?
Secara etimologis, sistem berasal dari bahasa Yunani systema yang artinya
sehimpunan dari bagian-bagian atau komponen-komponen yang saling
berhubungan satu sama lain secara teratur merupakan suatu keseluruhan.
Menurut Sunaryati Hartono, Guru Besar UNPAD, sistem adalah sesuatu yang
terdiri dari sejumlah unsur atau komponen yang selalu pengaruh
mempengaruhi dan terkait satu sama lain oleh satu atau beberapa asas.
Sementara itu, menurut Talcot Parson, sistem adalah interdependensi antara
bagian-bagian, komponen-komponen, dan proses-proses yang mengatur
hubungan tersebut. (Interdependensi adalah bila tanpa 1 bagian/komponen
maka akan mengalami guncangan. Dalam suatu sistem akan terintegrasi ke
suatu equilibrium).
Secara sosiologis, kehidupan sosial
berlangsung dalam suatu wadah yang
disebut masyarakat. Masyarakat
adalah orang-orang yang hidup
bersama dan menghasilkan
kebudayaan (Sumarjan), contohnya
masyarakat desa (lihat gambar 1),
masyarakat kota, masyarakat Indonesia,
satuan masyarakat keluarga,
sekolah, organisasi dan sebagainya.
Masyarakat sebagai suatu sistem
secara fungsional terintegrasi ke dalam
suatu bentuk equilibrium. Jadi,
kehidupan sosial (masyarakat) sebagai sistem sosial harus dilihat sebagai
suatu keseluruhan atau totalitas dari bagian-bagian atau unsur-unsur yang
saling berhubungan, saling tergantung, dan berada dalam satu kesatuan.
Sistem sosial sifatnya tidak empiris (abstrak) sehingga komponennya tidak
dapat dilihat tetapi hanya dapat dibayangkan dengan suatu konstruksi berfikir.
Dalam masyarakat ada Nurjannah, Fathurrohman, Cecep, dan lain sebagainya
yang berperan sebagai mahasiswa. Jadi komponennya berupa peran sosial,
peran sebagai mahasiswa, sedangkan manusianya (Nurjannah,
Gambar 1.1: Masyarakat desa
Fathurrohman, Cecep) hanyalah pengisi peran atau pelaksana fungsi dari
peran sosial yang dapat berganti dari waktu ke waktu.
Teori Sibenertika Talcott Parson: sistem sosial merupakan suatu sinergi
antara berbagai sub sistem sosial yang mengalami ketergantungan dan
keterkaitan.
Interaksi Sosial
Hubungan antarmanusia, ataupun relasi-relasi sosial menentukan struktur dari
masyarakatnya. Hubungan antarmanusia atau relasi-relasi sosial ini
didasarkan pada komunikasi. Karenanya komunikasi merupakan dasar dari
eksistensi suatu masyarakat. Hubungan antarmanusia atau relasi-relasi
sosial, hubungan satu dengan yang lain warga-warga suatu masyarakat, baik
dalam bentuk individu atau perorangan maupun dengan kelompok-kelompok
dan antarkelompok manusia sendiri, mewujudkan segi dinamikanya
perubahan dan perkembangan masyarakat.
Menurut konsep sosial, manusia selain sebagai makhluk individu juga sebagai
makhluk sosial dan makhluk yang berketuhanan. Sebagai makhluk sosial,
manusia tidak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. Untuk memenuhi
kebutuhannya sehari-hari, manusia membutuhkan kehadiran orang lain dan
manusia harus berinteraksi dengan orang lain. Sebuah contoh, seorang bayi
yang baru lahir, tidak dapat melakukan apapun yang dia inginkan, bahkan
hanya bisa menangis saja kecuali dibantu oleh orang lain yaitu orangtuanya.
Dia ingin netek, makan minum pasti membutuhkan bantuan dari seorang ibu.
Begitu pula bagi seorang pemimpin sebuah perusahaan, dia tidak pernah bisa
melakukan seluruh pekerjaan yang ada dalam perusahaan tersebut hanya
dengan seorang diri melainkan dia membutuhkan bantuan dari para karyawan
yang sesuai dengan bidang pekerjaan masing-masing.
Interaksi sosial adalah kunci semua kehidupan sosial. Tanpa interaksi sosial
tak akan mungkin ada kehidupan bersama. Interaksi sosial merupakan syarat
terjadinya aktivitas-aktivitas sosial. Interaksi sosial merupakan hubungan
yang dinamis, yang menyangkut hubungan antara orang-orang perorangan,
antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang perorangan
dengan kelompok manusia.
Gillin dan Gillin mengajukan dua syarat yang harus dipenuhi agar suatu
interaksi sosial itu mungkin terjadi. Syarat tersebut adalah adanya kontak
sosial dan komunikasi.
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 1 Kehidupan Sosial 1 - 12
Dengan demikian kontak sosial merupakan tahap pertama terjadinya suatu
interaksi sosial. Untuk terjadinya suatu kontak tidak harus secara badaniah
tetapi dapat dilakukan dengan berkomunikasi. Komunikasi sosial atau “face to
face communication”, adalah komunikasi baik antarindividu, maupun
komunikasi melalui media.
Komunikasi adalah suatu proses
penyampaian informasi dari satu pihak ke
pihak yang lain dalam rangka mencapai
tujuan bersama (lihat gambar 2).
Sebagai sebuah ilustrasi yang sangat
sederhana, kita bisa memberikan contoh,
pada diri masing-masing. Baju sebagai
kebutuhan dasar yang kita pakai setiap saat
itu merupakan hasil karya orang lain dan itu
sangat bermanfaat bagi kita. Begitu pula bagi si produsen baju sangat merasa
diuntungkan karena ada konsumen yang membeli bajunya. Bapak petani dan
contoh lain merupakan bentuk-bentuk kegiatan manusia yang senantiasa
membutuhkan peran dan bantuan orang lain. Untuk dapat memenuhi
kebutuhan-kebutuhan tersebut, kita perlu melakukan interaksi sosial.
Nah, di sini Anda diperkenalkan konsep baru yaitu interaksi sosial. Dengan
demikian, apakah yang dimaksud dengan interaksi sosial? Bandingkan
jawaban Anda dengan pengertian interaksi sosial di bawah ini.
Interaksi sosial adalah suatu proses hubungan timbal balik orang-orang yang
menjalin kontak dan komunikasi saling mempengaruhi dalam pikiran dan
tindakan. Interaksi terjadi antara individu dengan individu, antara individu
dengan kelompok dan antara kelompok dengan kelompok.
Berikut ini merupakan beberapa faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial.
• Imitasi, yaitu tindakan meniru tindakan orang lain.
• Sugesti. Sugesti ini berlangsung apabila seseorang memberikan
pandangan atau sikap yang dianutnya, lalu diterima oleh orang lain.
Biasanya sugesti muncul ketika si penerima sedang dalam kondisi yang
tidak netral sehingga tidak dapat berfikir rasional.
• Identifikasi, yaitu merupakan kecenderungan atau keinginan seseorang
untuk menjadi sama dengan pihak lain (meniru secara keseluruhan)
• Simpati, yaitu merupakan suatu proses, dimana seseorang merasa tertarik
kepada pihak lain. Melalui proses simpati orang merasa seolah-olah
dirinya berada dalam keadaan orang lain.
• Empati yaitu merupakan simpati yang mendalam yang dapat
mempengaruhi kejiwaan dan fisik seseorang.
Gb.2.2: Salah Satu
Bentuk Komunikasi
Status dan Peran sosial
Dalam lingkungan masyarakat kita melihat bahwa ada pembedaanpembedaan
yang berlaku dan diterima secara luas oleh masyarakat. Di sekitar
kita ada orang yang menempati jabatan tinggi seperti gubernur dan wali kota
dan jabatan rendah seperti camat dan lurah. Di sekolah ada kepala sekolah
dan ada staf sekolah. Di RT atau RW kita ada orang kaya, orang biasa saja
dan ada orang miskin.
Perbedaan itu tidak hanya muncul dari sisi jabatan tanggung jawab sosial saja,
namun juga terjadi akibat perbedaan ciri fisik, keyakinan dan lain-lain.
Perbedaan ras, suku, agama, pendidikan, jenis kelamin, usia atau umur,
kemampuan, tinggi badan, cakep jelek, dan lain sebagainya juga membedakan
manusia yang satu dengan yang lain. Beragamnya orang yang ada di suatu
lingkungan akan memunculkan stratifikasi sosial (pengkelas-kelasan) atau
diferensiasi sosial (pembeda-bedaan).
Pengertian Status Sosial
Status sosial adalah sekumpulan hak dan kewajian yang dimiliki seseorang
dalam masyarakatnya (Ralph Linton). Orang yang memiliki status sosial yang
tinggi akan ditempatkan lebih tinggi dalam struktur masyarakat dibandingkan
dengan orang yang status sosialnya rendah.
Macam-macam status sosial
Ascribed status, tipe status yang didapat sejak lahir seperti jenis
kelamin, ras, kasta, golongan, keturunan, suku, usia, dan lain sebagainya.
Achieved status, yaitu status sosial yang didapat seseorang karena
kerja keras dan usaha yang dilakukannya; Contoh: harta kekayaan,
tingkat pendidikan, pekerjaan, dan lain-lain.
Assigned status, status sosial yang diperoleh seseorang di dalam
lingkungan masyarakat yang bukan didapat sejak lahir, tetapi diberikan
karena usaha dan kepercayaan masyarakat. Contohnya: seseorang yang
dijadikan kepala suku, ketua adat, sesepuh, dan sebagainya.
Struktur Sosial
Menurut Douglas (1973), mikrososiologi mempelajari situasi sedangkan
makrososiologi mempelajari struktur. George C. Homans yang mempelajari
mikrososiologi mengaitkan struktur dengan perilaku sosial elementer dalam
hubungan sosial sehari-hari, sedangkan Gerhard Lenski lebih menekankan
pada struktur masyarakat yang diarahkan oleh kecenderungan jangka panjang
yang menandai sejarah. Talcott Parsons yang bekerja pada ranah
makrososiologi menilai struktur sebagai kesalingterkaitan antarmanusia dalam
suatu sistem sosial. Coleman melihat struktur sebagai pola hubungan
antarmanusia dan antarkelompok manusia atau masyarakat. Kornblum (1988)
menyatakan struktur merupakan pola perilaku berulang yang menciptakan
hubungan antarindividu dan antarkelompok dalam masyarakat.
Mengacu pada pengertian struktur sosial menurut Kornblum yang
menekankan pada pola perilaku yang berulang, maka konsep dasar dalam
pembahasan struktur adalah adanya perilaku individu atau kelompok. Perilaku
sendiri merupakan hasil interaksi individu dengan lingkungannya yang di
dalamnya terdapat proses komunikasi ide dan negosiasi.
Pembahasan mengenai struktur sosial oleh Ralph Linton dikenal adanya dua
konsep yaitu status dan peran. Status merupakan suatu kumpulan hak dan
kewajiban, sedangkan peran adalah aspek dinamis dari sebuah status.
Menurut Linton (1967), seseorang menjalankan peran ketika ia menjalankan
hak dan kewajiban yang merupakan statusnya. Tipologi lain yang dikenalkan
oleh Linton adalah pembagian status menjadi status yang diperoleh (ascribed
status) dan status yang diraih (achieved status).
Social inequality merupakan konsep dasar yang menyusun pembagian suatu
struktur sosial menjadi beberapa bagian atau lapisan yang saling berkait.
Konsep ini memberikan gambaran bahwa dalam suatu struktur sosial ada
ketidaksamaan posisi sosial antarindividu di dalamnya. Terdapat tiga dimensi
dimana suatu masyarakat terbagi dalam suatu susunan atau stratifikasi, yaitu
kelas, status dan kekuasaan. Konsep kelas, status dan kekuasaan
merupakan pandangan yang disampaikan oleh Max Weber (Beteille, 1970).
Sosialisasi
Sosialisasi adalah suatu proses belajar yang memungkinkan seseorang
menghayati (internalisasi) norma-norma sosial tempat ia hidup sehingga
menjadi individu yang baik. Proses sosialisasi tanpa sengaja terjadi jika
seorang individu yang disosialisasi menyaksikan apa-apa yang dilakukan oleh
orang-orang di lingkungan sekitarnya di dalam interaksi antarmereka,
kemudian dengan menyaksikan tingkah laku mereka, individu melakukan
internalisasi pola-pola tingkah laku dan pola-pola interaksi tersebut beserta
norma-norma sosial yang mendasarinya ke dalam mentalnya.
Proses sosialisasi yang dengan sengaja, terjadi apabila seorang individu (yang
bersosialisasi) mengikuti pengajaran dan pendidikan yang dilakukan dengan
sengaja oleh pendidik-pendidik yang mewakili masyarakat dengan tujuan agar
norma-norma sosial bisa dipahami individu yang bersosialisasi tersebut
sehingga bisa tertanam baik dalam batinnya.
Syarat Terjadinya Sosialisasi
Pada dasarnya, sosialisasi memberikan dua kontribusi fundamental bagi
kehidupan kita. Pertama: memberikan dasar atau fondasi kepada individu bagi
terciptanya partisipasi yang efektif dalam masyarakat; dan kedua:
memungkinkan lestarinya suatu masyarakat; karena tanpa sosialisasi akan
hanya ada satu generasi saja, sehingga kelestarian masyarakat terganggu.
Contoh: masyarakat Sunda, Jawa, Batak, dan sebagainya akan lenyap bila satu
generasi tidak menyosialisasikan kepada generasi berikutnya.
Berdasarkan jenisnya, sosialisasi dibagi menjadi dua, yakni sosialisasi
primer (dalam keluarga) dan sosialisasi sekunder (dalam masyarakat).
Sosialisasi primer berlangsung saat anak berusia 1-5 tahun atau saat anak
belum masuk sekolah; Sedangkan sosialisasi sekunder adalah suatu
proses sosialisasi lanjutan setelah sosialisasi primer yang memperkenalkan
individu ke dalam kelompok tertentu dalam masyarakat. Salah satu
bentuknya adalah resosilisasi dan desosialisasi. Dalam proses
resosilaisasi, seseorang diberi suatu identitas diri yang baru; Sedangkan
dalam proses desosialisasi, seseorang mengalami pencabutan identitas
yang lama.
Tipe Sosialisasi
Setiap kelompok masyarakat mempunyai standar dan nilai yang berbeda.
Standar yang dimaksud di sini adalah nilai baik atau buruk seseorang.
Perbedaan standar dan nilai ini juga dibedakan dalam tipe sosialisasi. Tipe
formal, yaitu sosialisasi yang terjadi melalui lembaga-lembaga yang berwenang
menurut ketentuan yang berlaku dalam negara, seperti pendidikan di sekolah
dan pendidikan militer. Sedangkan tipe informal, adalah sosialisasi yang
terdapat di masyarakat atau dalam pergaulan yang bersifat kekeluargaan.
Perbedaan standar atau tata nilai dari kedua tipe tersebut adalah sebagai berikut.
Seseorang disebut baik, apabila nilai ulangannya di atas tujuh, atau tidak
pernah datang terlambat. (tipe formal)
Seseorang disebut baik, bila ia solider dengan teman, atau saling
membantu (tipe informal).
Perubahan Sosial
Gerak sosial adalah pergeseran, peningkatan maupun penurunan status dan
peran anggotanya. Misalnya, seorang pensiunan pegawai rendahan salah
satu lembaga beralih pekerjaan menjadi seorang pengusaha dan berhasil
dengan gemilang. Contoh lain, seorang anak pengusaha kaya raya yang ingin
mengikuti jejak orang tuanya menjadi pengusaha. Namun, karena kurang
bagus pengelolaannya sehingga ia merugi dan jatuh miskin. Jadi proses
keberhasilan atau kegagalan setiap orang dalam melakukan gerak sosial
seperti inilah yang disebut perubahan sosial.
Menurut Paul B. Horton, perubahan sosial adalah suatu gerak perpindahan
dari satu kelas sosial ke kelas sosial lainnya atau gerak pindah dari satu strata
ke strata yang lainnya. Sedangkan menurut Kimball Young dan Raymond W.
Mack, perubahan sosial adalah suatu gerak dalam struktur sosial yaitu polapola
tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. Wilbert
Moore, memandang bahwa pola prilaku, dan interaksi sosial,” setiap
perubahan yang terjadi dalam struktur masyarakat atau perubahan dalam
organisasi sosial.
Dalam dunia modern, banyak orang berupaya melakukan mobilitas sosial.
Mereka yakin bahwa hal tersebut akan membuat orang menjadi lebih bahagia
dan memungkinkan mereka melakukan jenis pekerjaan yang paling cocok
bagi diri mereka. Perubahan sosial ini lebih mudah terjadi pada masyarakat
terbuka karena lebih memungkinkan untuk berpindah strata; Sebaliknya, pada
masyarakat yang sifatnya tertutup kemungkinan untuk pindah strata lebih sulit.
Contoh: masyarakat feodal atau masyarakat yang menganut sistem kasta;
bila seseorang lahir dari kasta rendah, betapapun pandainya dia, atau tinnginya
jabatannya tetapi kastanya tidak akan pernah berubah, karena yang menjadi
kriteria stratifikasi adalah keturunan.
Cara Melakukan Perubahan Sosial
Secara umum, cara orang melakukan perubahan sosial adalah sebagai
berikut.
Perubahan standar hidup. Kenaikan penghasilan tidak menaikkan status
secara otomatis, melainkan akan merefleksikan suatu standar hidup yang
lebih tinggi. Ini akan mempengaruhi peningkatan status. Misalnya seorang
pegawai rendahan, karena keberhasilan dan prestasinya diberikan kenaikan
pangkat menjadi manajer, sehingga tingkat pendapatannya naik. Status
sosialnya di mata masyarakat tidak akan ikut naik, bila orang tersebut
mengikuti pola hidup sederhana seperti ketika masih menjadi pegawai
rendahan.
Perkawinan. Untuk meningkatkan status sosial dapat dilakukan melalui
perkawinan. Contoh: seorang wanita yang berasal dari keluarga miskin,
menikah dengan laki-laki yang kaya raya. Perkawinan ini dapat
meningkatkan status sosialnya.
Perubahan tempat tinggal. Untuk meningkatkan status sosialnya,
seseorang dapat berpindah ke tempat tinggal yang baru yang lebih elit;
atau dengan merekonstruksi rumahnya menjadi lebih megah.
Perubahan tingkah laku. Untuk mendapatkan status sosial yang tinggi,
orang berusaha menaikkan status sosialnya dan mempraktekkan bentukbentuk
tingkah laku kelas yang lebih tinggi yang diaspirasikan sebagai
kelasnya. Bukan hanya tingkah laku, tapi juga pakaian, ucapan, minat, dan
sebagainya. Orang tersebut merasa dituntut untuk mengaitkan diri dengan
kelas yang diinginkannya.
Perubahan nama. Dalam suatu masyarakat, sebuah nama
diidentifikasikan pada posisi sosial tertentu. Gerak ke atas dapat
dilaksanakan dengan mengubah nama yang menunjukkan posisi sosial
yang lebih tinggi.
Faktor Penghambat Perubahan Sosial
Beberapa faktor penting yang justru menghambat perubahan sosial adalah: (1)
perbedaan kelas rasial, (2) agama (yang menggunakan sistem kasta), (3)
diskriminasi kelas, (4) kemiskinan, dan (4) perbedaan jenis kelamin.
Beberapa Bentuk Perubahan Sosial
Horizontal: peralihan individu atau objek-objek sosial lainnya dari suatu
kelompok sosial ke kelompok sosial lainnya yang sederajat. Tidak terjadi
perubahan dalam derajat kedudukan seseorang dalam perubahan ini.
Vertikal: perubahan individu atau objek sosial dari satu kedudukan sosial
ke kedudukan sosial lainnya yang tidak sederajat. Ada vertikal ke atas dan
vertikal ke bawah. Vertikal ke atas: masuk ke dalam kedudukan yang
lebih tinggi dan atau membentuk kelompok baru. Vertikal ke bawah:
turunnya kedudukan dan atau turunnya derajat kelompok.
Rangkuman
Kehidupan sosial harus dipandang sebagai suatu sistem (sistem sosial),
yaitu suatu keseluruhan bagian-bagian atau unsur-unsur yang saling
berhubungan dalam sutu kesatuan. Inilah yang dapat dipetik dari konsepsikonsepsi
yang di paparkan para ahli sosiologi (sosiolog). Sudah tentu yang
dimaksud dengan bagian-bagian atau unsur-unsur itu adalah bagian atau
unsur dari kehidupan masyarakat (sosial) yang disebut sebagai unsur-unsur
sosial.
Hubungan antarmanusia, ataupun relasi-relasi sosial menentukan
struktur dari masyarakatnya dan didasarkan pada komunikasi.
Hubungan tersebut, baik dalam bentuk individu atau perorangan maupun
dengan kelompok-kelompok dan antar kelompok manusia itu sendiri,
mewujudkan segi dinamikanya perubahan dan perkembangan
masyarakat.
Perubahan sosial ini dapat dilakukan melalui: perubahan standar hidup,
perkawinan, perubahan tempat tinggal, perubahan tingkah laku,
perubahan nama
Namun hanya pada struktur masyarakat yang terbuka saja yang mudah
atau dapat mengalami perubahan sosial; Sebaliknya masyarakat yang
tertutup (masyarakat feudal atau masyarakat yang mengenal kasta) akan
sulit berubah, sebab mereka di kelas-kelas kan berdasarkan
stratifikasinya.
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 1 Kehidupan Sosial 1 - 19
Lembar Powerpoint 1.3
Status Sosial
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 1 Kehidupan Sosial 1 - 25
Lembar Penilaian 1.4
Tes Tulis
1. Jelaskan pengertian interaksi sosial (bobot: 20).
2. Identifikasi dan klasifikasi ruang lingkup kehidupan sosial (bobot: 40).
3. Diskripsikan dan klasifikasikan tujuan mempelajari kehidupan sosial,
berdasarkan ranah kognitif, afektif dan psikomotor (bobot: 40).
Rentangan skor, antara ;10-100
Kualifikasi Rentang Skor Nilai
Sangat baik 90 – 100 A
Baik 80 – 89 B
Cukup 65 – 79 C
Kurang 55 – 64 D
Sangat kurang 10 – 54 E
Ilmu Pengetahuan Sosial 2
Paket 1 Kehidupan Sosial 1 - 26
Daftar Pustaka
Al-Makassary,Ridwan. 2000. Kematian Manusia Modern. Yogyakarta: UII
Press Yogyakarta.
Andrey Korotayev, Artemy Malkov, and Daria Khaltourina. 2006. Introduction
to sosial Macrodynamics, Moscow: URSS.
Hasan, Abu. 2000. Pendidikan di Indonesia. 2000. Jakarta: Komunitas Filsafat
Kebudayaan
Hasan, Abu. 2000. Pembangunan Nasional dan Demokrasi di Indonesia.
Jakarta: Komunitas Filsafat Kebudayaan
(apa judul artikel/tulisannya?) http://id.wikipedia.org 22 Januari 2009
(apa judul artikel/tulisannya?) http://www.gumilarcenter.com 22 Januari 2009
Kleden, Ignas. 2000. Perkembangan Ilmu Sosial di Indonesia, Tindakan dan
Refleksi Perspektif, Asia Tenggara. Jakarta: apa nama penerbitnya?
Mukhlis, M. Natsir dan Robinson, Kathryn May. 1985., Panorama Kehidupan
Sosial, Makasar: Lembaga Penerbitan Universitas Hasanuddin.
Purba, Joni., 2002. Pengelolaan Lingkungan Sosial. Jakarta: Yayasan Obor
Indonesia.
Kamis, 17 Maret 2011
wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)
wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)
wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)
Posted on 01/02/2009 by dccline
Cerita ini berkisah tentang perjumpaan dua orang sahabat yang terpisah sedemikian lama. Sambil ngobrol di sebuah cafe mereka melepas rindu.
Topik awal sih tentang nostalgia jaman sekolah dulu yang kemudian berlanjut dengan kehidupan mereka masing-masing saat ini.
“Mengapa sampai sekarang kamu belum juga menikah?” tanya yang seorang kepada temannya yang sampai sekarang masih membujang.
“Sejujurnya sampai saat ini aku terus mencari wanita yang sempurna. Itulah sebabnya sampai saat ini aku masih melajang.
Dulu sih di Bandung aku bertemu dengan seorang gadis cantik yang amat pintar . Dan kemudian aku berpikir inilah wanita ideal yang cocok untuk menjadi istriku,
namun ternyata selama masa pacaran aku merasa tertekan dengan kesombongannya, dan akhirnya hubungan kami putus sampai di situ”
“Kemudian di Jakarta aku menemukan sosok wanita rupawan nan ramah dan dermawan.
Hatiku bergetar dibuatnya pada saat pandangan pertama, inilah wanita ideal bagiku.
Namun belakangan baru ketahuan kalau dia banyak tingkah dan tidak bertanggung jawab.
“Aku terus berusaha dalam pencarianku, namun selalu saja kutemukan kelemahan dan kekurangan pada setiap wanita yang kutaksir.
Hingga suatu hari aku mendapati seorang wanita yang selama ini aku dambakan, ia demikian cantik, pintar, baik hati, dermawan dan suka humor.
Aku pikir inilah dia pendamping hidup yang dikirim Tuhan untukku.”
“Lantas,” sergah temannya yang sedari tadi mendengarkan, “Apa yang terjadi? Mengapa kamu tidak segera meminangnya ?”
Teman yang ditanya ini diam sesaat, suasana menjadi hening.
Akhirnya dengan suara lirih si Bujangan ini menjawab,”Baru belakangan aku ketahui bahwa diapun sedang mencari sosok pria yang sempurna.”
wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). (QS An Nur:26)
wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)
Posted on 01/02/2009 by dccline
Cerita ini berkisah tentang perjumpaan dua orang sahabat yang terpisah sedemikian lama. Sambil ngobrol di sebuah cafe mereka melepas rindu.
Topik awal sih tentang nostalgia jaman sekolah dulu yang kemudian berlanjut dengan kehidupan mereka masing-masing saat ini.
“Mengapa sampai sekarang kamu belum juga menikah?” tanya yang seorang kepada temannya yang sampai sekarang masih membujang.
“Sejujurnya sampai saat ini aku terus mencari wanita yang sempurna. Itulah sebabnya sampai saat ini aku masih melajang.
Dulu sih di Bandung aku bertemu dengan seorang gadis cantik yang amat pintar . Dan kemudian aku berpikir inilah wanita ideal yang cocok untuk menjadi istriku,
namun ternyata selama masa pacaran aku merasa tertekan dengan kesombongannya, dan akhirnya hubungan kami putus sampai di situ”
“Kemudian di Jakarta aku menemukan sosok wanita rupawan nan ramah dan dermawan.
Hatiku bergetar dibuatnya pada saat pandangan pertama, inilah wanita ideal bagiku.
Namun belakangan baru ketahuan kalau dia banyak tingkah dan tidak bertanggung jawab.
“Aku terus berusaha dalam pencarianku, namun selalu saja kutemukan kelemahan dan kekurangan pada setiap wanita yang kutaksir.
Hingga suatu hari aku mendapati seorang wanita yang selama ini aku dambakan, ia demikian cantik, pintar, baik hati, dermawan dan suka humor.
Aku pikir inilah dia pendamping hidup yang dikirim Tuhan untukku.”
“Lantas,” sergah temannya yang sedari tadi mendengarkan, “Apa yang terjadi? Mengapa kamu tidak segera meminangnya ?”
Teman yang ditanya ini diam sesaat, suasana menjadi hening.
Akhirnya dengan suara lirih si Bujangan ini menjawab,”Baru belakangan aku ketahui bahwa diapun sedang mencari sosok pria yang sempurna.”
wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). (QS An Nur:26)
Rabu, 26 Januari 2011
SATUAN ACARA PERKULIAHAN MEDIA PEMBELAJARAN PGMI
SATUAN ACARA PERKULIAHAN
MEDIA PEMBELAJARAN PGMI
A. PENGANTAR IDENTITAS
1. Data Pribadi
a. Nama Dosen : Evi Fatimatur Rusydiyah,M.Ag
b. Alamat Kantor : Fak. Tarbiyah IAIN S.A Jl. A.Yani 117 Surabaya
c. Telepon
1. Kantor : (031) 8437893
2. Rumah : (031) 8054955/ HP. 081121635409
3. e-mail : evi_fatimatur@yahoo.com
2. Mata Kuliah
a. Kode Mata Kuliah :
b. Komponen :
c. Fakultas/Jurusan/kls : Tarbiyah/PGMI/CD
d. Bobot : 2 Sks
e. Semester : 3 (tiga)
f. Hari/Jam/Ruang : Sabtu/14.00-15.30/15.30-17.00
B. DISKRIPSI DAN URGENSI MATA KULIAH
Materi Media Pembelajaran akan memberikan gambaran dan pelatihan pada mahasiswa tentang bagaimana mengenal, memilih, menggunakan, mengembangkan media pembelajaran dan membuat alat bantu pembelajaran yang sederhana. Materi perkuliahannya meliputi; pengenalan beberapa media, kriteria pemilihan media pembelajaran, penggunaan, pengembangan media, pembuatan alat bantu pembelajaran yang sederhana, penggunaan dan pengelolaan sumber belajar (lab, perpustakaan dan microteaching) serta konsep evaluasi media pembelajaran.
Sebagai calon pendidik, mahasiswa fakultas Tarbiyah diharapkan dapat membuat dan menggunakan media pendidikan baik umum atau agama sehingga pengalaman mengajar di masyarakat kelak dapat diperkaya dan lebih menarik serta efektif sesuai dengan tujuan pengajaran yang hendak dicaPGMI.
C. KOMPTENSI
NO KOMPETENSI DASAR INDIKATOR KOMPETENSI
1 Memahami konsep dasar tentang media pembelajaran PGMI
1. Menjelaskan pengertian media pembelajaran
2. Mengkritisi fungsi & manfaat media dalam proses pembelajaran PGMI
3.Menganalisis ruang lingkup materi & urgensinya dalam proses pembelajaran PGMI
2 Memahami tentang jenis-jenis dan karakteristik Media pembelajaran PGMI 1.Menjelaskan jenis dan karakteristik media pembelajaran
2.Mengkritisi jenis dan karakteristik media pembelajaran
3.Menganalisis kelebihan dan kekurangan jenis&karakteristik media pembelajaran
3 Ketepatan memilih media dalam pembelajaran PGMI 1. Memilih media pembelajaran dengan tepat sesuai dengan karakteristik materi pelajaran
2. Memilih media pembelajaran dengan tepat sesuai dengan tujuan pembelajaran
3. Memilih media pembelajaran dengan tepat sesuai sasaran pembelajaran
4. Menganalisis kriteria pemilihan media pembelajaran
4 Memahami konsep umum sumber belajar sebagai komponen media pembelajaran 1.Menjelaskan pengertian sumber belajar sebagai komponen media pembelajaran
2.Mengklasifikasi macam-macam sumber belajar
3.Menjelaskan faktor/ komponen sumber belajar
4.Menjelaskan fungsi sumber belajar
5.Mengkritisi kriteria pemilihan sumber belajar
5 Memiliki wawasan tentang perpustakaan sebagai Pusat Sumber Belajar 1.Menjelaskan pengertian perpustakaan sbg PSB
2.Mengkritisi fungsi, cara penggunaan perpustakaan
3.Menganalisis perpustakaan sebagai PBS, pusat informasi dan inovasi
6 Memahami tentang lingkungan (masyarakat) sbg sumber media pembelajaran Agama 1.Menjelaskan pengertian lingkungan sebagai media pembelajaran dan tujuannya
2.Menjelaskan kelebihan dan kelemahan lingkungan sebagai media pembelajaran
3.Menganalisis jenis & teknik lingkungan sbg media pembel.
7 Memiliki kemampuan memanfaatkan, menggunakan media pembelajaran 1.Membuat Media Sederhana
2.Menggunakan OHP
3.Menggunakan LCD dan Laptop
4.Membuat PowerPoint
5. Memanfaatkan Game Based Computer
8 Memiliki kemampuan mengembangkan media pembel.& membuat media sederhana
1.Menyusun rancangan media pembelajaran sesuai dg kebutuhan & karakteristik siswa
2.Membuat naskah audio dan film
3.Memproduksi media
4.Membuat media audio video
9 Memahami konsep dasar evaluasi media pembelajaran PGMI 1.Menjelaskan ciri-ciri efektif media pembelajaran PGMI
2.Menjelaskan kriteria mengevaluasi media pembelajaran dari kualitas isi, tujuan, kualitas instruksional& teknis
3.Menganalisis ciri dan kriteria evaluasi media pembelajaran
10 Memahami tentang aplikasi media dlm pembel. PGMI Menerapkan jenis-jenis media dlm pembelajaran PGMI sesuai dengan pokok bahasan dan sub pokok bahasan
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
NO KEGIATAN PEMBELAJARAN KEGIATAN METODE MEDIA WAKTU
DOSEN MAHASISWA
1 a. a. Pra
b. pembelajaran
b. Inti
Pembelajaran
c. Akhir
Pembelajaran a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi
d.Membagi Kelompok menjadi 4
a.Mengamati jalannya diskusi
b. Mereview hasil diskusi
a. Memberikan motivasi untuk gemar membaca
b. mengabsen a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c.Mengelompok menjadi 4( kel 1 membahas pengertian media, kel 2 membahas fungsi dan manfaat media, kel 3 membahas Latar belakang menggunakan media, dan kel 4 membahas urgensi media dalam pembelajaran
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang tersedia, kemudian
c.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
d. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b. Mengumpulkan resume hasil diskusi a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Kertas Plano 10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
2 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi
d.Membagi Kelompok menjadi 5
a.Mengamati jalannya diskusi
b. Mereview hasil diskusi
a. Memberikan motivasi untuk
gemar membaca
a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c.Mengelompok menjadi 5( kel 1 membahas media grafis, kel 2 membahas mediafotografis, kel 3 membahas media proyeksi, kel 4 membahas media audio, dan kel 5 membahas media tiga dimensi
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang tersedia, kemudian
c.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
d. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil diskusi a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Kertas Plano 10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
3 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c.Akhir Pembelajaran a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi
d.Membagi Kelompok menjadi 5
a.Mengamati jalannya diskusi
b. Mereview hasil diskusi
a.Memberi
kan motivasi untuk
gemar membaca
b.Mengab
sen
a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c.Melanjutkan diskusi minggu lalu dan Mengelompok menjadi 5 untuk menganalisa kelemahan dan kelebihan masing-masing media( kel 1 membahas media grafis, kel 2 membahas mediafotografis, kel 3 membahas media proyeksi, kel 4 membahas media audio, dan kel 5 membahas media tiga dimensi
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang tersedia, kemudian
c.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
d. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil diskusi a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Kertas Plano 10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
4 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi
d.Membagi Kelompok menjadi 3
a.Mengamati jalannya diskusi
b. Mereview hasil diskusi
a.Memberikan motivasi untuk
gemar membaca
b. Mengab
sen
a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c. Mengelompok menjadi 3 yang membahas tentang 1). Syarat-syarat pemilihan media, 2).Dasar pertimbangan pemilihan media,dan 3).Kreteria pemilihan media
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang tersedia, kemudian
c.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
d. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil diskusi a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Kertas Plano 10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
5 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi
d.Membagi Kelompok menjadi 3
a.Mengamati jalannya diskusi
b. Mereview hasil diskusi
a. Memberikan motivasi untuk
gemar membaca
b.Mengabsen
a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c. Mengelompok menjadi 3 yang membahas tentang 1). Pengertian sumber belajar
2). Klasifikasi Sumber belajar
3).Komponen-komponen sumber belajar
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang tersedia, kemudian
c.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
d. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil diskusi a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Kertas Plano 10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
6 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi
d.Membagi Kelompok menjadi 2
a.Mengamati jalannya diskusi
b. Mereview hasil diskusi
a. Memberikan motivasi untuk
gemar membaca
b. Mengabsen
a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c. Mengelompok menjadi 2 yang membahas tentang 1). Fungsi dan peranan sumber belajar
2).Kreteria pemilihan sumber belajar
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang tersedia, kemudian
c.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
d. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil diskusi a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Kertas Plano 10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
7 UTS
1.Apa yang Anda ketahui tentang pengertian, jenis dan Fungsi media pembelajaran bagi guru di kelas
2. Apa yang anda ketahui tentang sumber belajar, dan fungsui sumber belajar dalam proses pembelajaran?
3. Buatlah analisis kekurangan dan kekurangan media grafis, fotografis, proyeksi, audio, dan media tiga dimensi
8 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran
a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi tentang perpustakaan
a.Mengamati jalannya kinerja mahasiswa di perpustakaan
b. Mereview hasil diskusi
a. Memberikan motivasi untuk
gemar membaca
a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c. Mengajak mahasiswa ke perpustakaan
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang tersedia, kemudian
b.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
c. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil kinerja a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Lembar Tugas
Perpustakaan 10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
9
a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran
a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi
d.Membagi Kelompok menjadi 4
a.Mengamati jalannya diskusi
b. Mereview hasil diskusi
a. Memberikan motivasi untuk
gemar membaca
b. Mengabsen a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c. Mengelompok menjadi 4 yang membahas tentang 1). Pengertian lingkungan sebagai media pembelajaran
2).Kelebihan dan kelemahan lingkungan sebagai media pembelajaran
3). Jenis Lingkungan sebagai media pembelajaran
4). Teknik menggunakan lingkungan sebagai media pembelajaran
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang
tersedia, kemudian
c.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
d. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil diskusi a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Kertas Plano 10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
10 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran
a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mengajak mahasiswa ke lab microteaching
mendiskripsikan materi
d.Membagi Kelompok menjadi 4
a.Mengamati jalannya diskusi
b. Mereview hasil diskusi
c. Presentasi bagaiaman menggunakan
lab microteaching dan OHP
a. Memberikan motivasi untuk
gemar membaca
b. Mengabsen a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c. Mengelompok menjadi 4, masing-masing kelompok diinstruksikan membuat tulisan diatas plastik transparan tentang materi PGMI
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang
tersedia, kemudian
b.secara kelompok mhs presentasi, dilanjutkan dengan praktek menggunakan OHP dan lab microteaching
c. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil diskusi a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Plastik transparan/
Mika, lab microteaching, OHP 10 menit
15 menit
30 menit
45 menit
10 menit
11 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran
a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mengajak mahasiswa ke lab bahasa dan kemudian
mendiskripsikan materi
d.Membagi Kelompok menjadi 4
a. Presentasi bagaiman menggunakan
lab bahasa
a. Memberikan motivasi untuk
gemar membaca
b. Mengabsen a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c. Mengelompok menjadi 4,
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang
tersedia, kemudian
b.secara kelompok mhs presentasi, dilanjutkan dengan praktek menggunakan lab bahasa
c. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil diskusi a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Lab bahasa 10 menit
15 menit
30 menit
45 menit
10 menit
12 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran
a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi tentang mengembangkan dan membuat rancangan media
a.Mengamati jalannya kinerja mahasiswa di perpustakaan
b. Mereview hasil diskusi
a. Memberikan motivasi untuk
gemar membaca a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c. Mengelompokkan mahasiswa menjadi 4 kelompok
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang tersedia, kemudian
c.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
d. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil kinerja a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Lembar Tugas
10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
13 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran
a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi tentang evaluasi media pembelajaran
a.Mengamati jalannya kinerja mahasiswa di perpustakaan
b. Mereview hasil diskusi
a.Memberikan motivasi untuk
gemar membaca
b.Mengabsen a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c.Mengelompokkan mahasiswa menjadi 4 kelompok yang membahas tentang
pengertian evaluasi dalam media pembelajaran, ciri-ciri media yang efektif, dan kreteria evaluasi media pembelajaran
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang tersedia, kemudian
b.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
c. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil kinerja
a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Lembar Tugas
10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
14 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran
a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi tentang Aplikasi Media Pembelajaran untuk materi PGMI
a.Mengamati jalannya kinerja mahasiswa di perpustakaan
b. Mereview hasil diskusi
a.Memberikan motivasi untuk
gemar membaca
b.Mengabsen a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c.Mengelompokkan mahasiswa menjadi 3 kelompok yang membahas tentang
aplikasi media pembelajaran untuk materi Qur’an-Hadits, SKI, dan Fiqh
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang tersedia, kemudian
b.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
c. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil kinerja a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Lembar Tugas
10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
15 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran
a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi tentang Aplikasi Media Pembelajaran untuk materi PGMI
a.Mengamati jalannya kinerja mahasiswa di perpustakaan
b. Mereview hasil diskusi
a.Memberikan motivasi untuk
gemar membaca
b.Mengabsen a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c.Mengelompokkan mahasiswa menjadi 2 kelompok yang membahas tentang
aplikasi media pembelajaran untuk materi Bahasa Arab dan Aqidah Ahlak
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang tersedia, kemudian
b.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
c. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil kinerja a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Lembar Tugas
10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
16 Minggu Tenang
17 UAS
1. Apa yang anda ketahui tentang pengertian dan fungsi-fungsi Perpustakaan dan Lingkungan sebagai media pembelajaran
2. Apa yang anda ketahui tentang evaluasi dalam media pembelajaran dan kreteria dan cirri-ciri yang efektif dalam media pembelajaran
3. Buatlah analisis kelemahan dan kelebihan lingkungan dan perpustakaan sebagai media pembelajaran
F. LITERATUR
Arsyad, Azhar, Media Pengajaran, Cet. I, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1997.
Danim, Sudarwan, Media Komunikasi Pendidikan, Cet. I, Jakarta: Bumi Aksara, 1995.
Djamarah, Syaiful Bahri, dkk., Strategi Belajar Mengajar, Cet. I, Jakarta: Rineka Cipta, 1996.
Darajdat, Zakiah, Metodologi Pengajaran Agama Islam, Cet. I, Jakarta: Bumi Aksara, 1996.
Gilarso, T, dkk., Program Pengalaman Lapangan (Micro Teaching), Yogyakarta: Andi Offset, 1986.
Hamalik, Oemar, Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem, Cet. II, Jakarta: Bumi Aksara, 2003.
____________, Media Pendidikan
Hadimiarjo, Yusuf, Teknologi Komunikasi Pendidikan
Harjanto, Perencanaan Pengajaran, Jakarta: Rineka Cipta, 1997.
Ibrahim, R & Nana Syaodih, Perencanaan Pengajaran, Bandung: Rineka Cipta, 2003.
Ibrahim, Media Instruksional
Isbani, Media Pendidikan
Kasiram, Kapita Selekta Pendidikan II
Mukhtar, Desain Pembelajaran PGMI
Nasution, Teknologi Pendidikan, Cet. I, Jakarta: Bumi Aksara, 1994.
Nurhadi, Mulyani, Sejarah Perpustakaan dan Perkembangannya di Indonesia
Pardede, M.Tjoen, Perpustakaan di Indonesia dari Zaman ke Zaman
Rohani, Ahmad, Media Instruksional Edukatif, Cet. I, Jakarta: Rineka Cipta, 1997.
Sadiman, Arief, dkk., Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya, Cet. V, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2002.
Salma, Dewi, dkk.Mozaik Teknologi Pendidikan
Shalahuddin, Mahfudh, Media Pendidikan Agama, Cet. I, Surabaya: Bina Ilmu, 1986.
Soeprayitno, Seleksi dan Pemanfaatan Media Pembelajaran
Sujana, Nana, Media Pengajaran
Sudjarwo, Beberapa Aspek Pengembangan Sumber Belajar
Zainiyati, Husniyatus Salamah, Diktat Media Pengajaran, Surabaya: Biro Kajian Ilmiah Fak. Tarbiyah IAIN Sunan Ampel, 2002.
Rusydiyah, Evi Fatimatur. 2008. Media dan Teknologi Pembelajaran. Dakwah Press Surabaya
G. EVALUASI
1. TUGAS : Produk media pembelajaran PGMI
2. UTS
3. UAS
4. Performa : Keaktifan mahasiswa di kelas atau di luar kelas dalam proses perkuliahan
Mengetahui, Surabaya, 02 Maret 2010
Ketua Jurusan PGMI Dosen Pengampu,
Drs. H. Munawir,M.Ag Evi Fatimatur Rusydiyah, M.Ag
MEDIA PEMBELAJARAN PGMI
A. PENGANTAR IDENTITAS
1. Data Pribadi
a. Nama Dosen : Evi Fatimatur Rusydiyah,M.Ag
b. Alamat Kantor : Fak. Tarbiyah IAIN S.A Jl. A.Yani 117 Surabaya
c. Telepon
1. Kantor : (031) 8437893
2. Rumah : (031) 8054955/ HP. 081121635409
3. e-mail : evi_fatimatur@yahoo.com
2. Mata Kuliah
a. Kode Mata Kuliah :
b. Komponen :
c. Fakultas/Jurusan/kls : Tarbiyah/PGMI/CD
d. Bobot : 2 Sks
e. Semester : 3 (tiga)
f. Hari/Jam/Ruang : Sabtu/14.00-15.30/15.30-17.00
B. DISKRIPSI DAN URGENSI MATA KULIAH
Materi Media Pembelajaran akan memberikan gambaran dan pelatihan pada mahasiswa tentang bagaimana mengenal, memilih, menggunakan, mengembangkan media pembelajaran dan membuat alat bantu pembelajaran yang sederhana. Materi perkuliahannya meliputi; pengenalan beberapa media, kriteria pemilihan media pembelajaran, penggunaan, pengembangan media, pembuatan alat bantu pembelajaran yang sederhana, penggunaan dan pengelolaan sumber belajar (lab, perpustakaan dan microteaching) serta konsep evaluasi media pembelajaran.
Sebagai calon pendidik, mahasiswa fakultas Tarbiyah diharapkan dapat membuat dan menggunakan media pendidikan baik umum atau agama sehingga pengalaman mengajar di masyarakat kelak dapat diperkaya dan lebih menarik serta efektif sesuai dengan tujuan pengajaran yang hendak dicaPGMI.
C. KOMPTENSI
NO KOMPETENSI DASAR INDIKATOR KOMPETENSI
1 Memahami konsep dasar tentang media pembelajaran PGMI
1. Menjelaskan pengertian media pembelajaran
2. Mengkritisi fungsi & manfaat media dalam proses pembelajaran PGMI
3.Menganalisis ruang lingkup materi & urgensinya dalam proses pembelajaran PGMI
2 Memahami tentang jenis-jenis dan karakteristik Media pembelajaran PGMI 1.Menjelaskan jenis dan karakteristik media pembelajaran
2.Mengkritisi jenis dan karakteristik media pembelajaran
3.Menganalisis kelebihan dan kekurangan jenis&karakteristik media pembelajaran
3 Ketepatan memilih media dalam pembelajaran PGMI 1. Memilih media pembelajaran dengan tepat sesuai dengan karakteristik materi pelajaran
2. Memilih media pembelajaran dengan tepat sesuai dengan tujuan pembelajaran
3. Memilih media pembelajaran dengan tepat sesuai sasaran pembelajaran
4. Menganalisis kriteria pemilihan media pembelajaran
4 Memahami konsep umum sumber belajar sebagai komponen media pembelajaran 1.Menjelaskan pengertian sumber belajar sebagai komponen media pembelajaran
2.Mengklasifikasi macam-macam sumber belajar
3.Menjelaskan faktor/ komponen sumber belajar
4.Menjelaskan fungsi sumber belajar
5.Mengkritisi kriteria pemilihan sumber belajar
5 Memiliki wawasan tentang perpustakaan sebagai Pusat Sumber Belajar 1.Menjelaskan pengertian perpustakaan sbg PSB
2.Mengkritisi fungsi, cara penggunaan perpustakaan
3.Menganalisis perpustakaan sebagai PBS, pusat informasi dan inovasi
6 Memahami tentang lingkungan (masyarakat) sbg sumber media pembelajaran Agama 1.Menjelaskan pengertian lingkungan sebagai media pembelajaran dan tujuannya
2.Menjelaskan kelebihan dan kelemahan lingkungan sebagai media pembelajaran
3.Menganalisis jenis & teknik lingkungan sbg media pembel.
7 Memiliki kemampuan memanfaatkan, menggunakan media pembelajaran 1.Membuat Media Sederhana
2.Menggunakan OHP
3.Menggunakan LCD dan Laptop
4.Membuat PowerPoint
5. Memanfaatkan Game Based Computer
8 Memiliki kemampuan mengembangkan media pembel.& membuat media sederhana
1.Menyusun rancangan media pembelajaran sesuai dg kebutuhan & karakteristik siswa
2.Membuat naskah audio dan film
3.Memproduksi media
4.Membuat media audio video
9 Memahami konsep dasar evaluasi media pembelajaran PGMI 1.Menjelaskan ciri-ciri efektif media pembelajaran PGMI
2.Menjelaskan kriteria mengevaluasi media pembelajaran dari kualitas isi, tujuan, kualitas instruksional& teknis
3.Menganalisis ciri dan kriteria evaluasi media pembelajaran
10 Memahami tentang aplikasi media dlm pembel. PGMI Menerapkan jenis-jenis media dlm pembelajaran PGMI sesuai dengan pokok bahasan dan sub pokok bahasan
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
NO KEGIATAN PEMBELAJARAN KEGIATAN METODE MEDIA WAKTU
DOSEN MAHASISWA
1 a. a. Pra
b. pembelajaran
b. Inti
Pembelajaran
c. Akhir
Pembelajaran a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi
d.Membagi Kelompok menjadi 4
a.Mengamati jalannya diskusi
b. Mereview hasil diskusi
a. Memberikan motivasi untuk gemar membaca
b. mengabsen a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c.Mengelompok menjadi 4( kel 1 membahas pengertian media, kel 2 membahas fungsi dan manfaat media, kel 3 membahas Latar belakang menggunakan media, dan kel 4 membahas urgensi media dalam pembelajaran
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang tersedia, kemudian
c.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
d. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b. Mengumpulkan resume hasil diskusi a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Kertas Plano 10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
2 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi
d.Membagi Kelompok menjadi 5
a.Mengamati jalannya diskusi
b. Mereview hasil diskusi
a. Memberikan motivasi untuk
gemar membaca
a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c.Mengelompok menjadi 5( kel 1 membahas media grafis, kel 2 membahas mediafotografis, kel 3 membahas media proyeksi, kel 4 membahas media audio, dan kel 5 membahas media tiga dimensi
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang tersedia, kemudian
c.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
d. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil diskusi a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Kertas Plano 10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
3 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c.Akhir Pembelajaran a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi
d.Membagi Kelompok menjadi 5
a.Mengamati jalannya diskusi
b. Mereview hasil diskusi
a.Memberi
kan motivasi untuk
gemar membaca
b.Mengab
sen
a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c.Melanjutkan diskusi minggu lalu dan Mengelompok menjadi 5 untuk menganalisa kelemahan dan kelebihan masing-masing media( kel 1 membahas media grafis, kel 2 membahas mediafotografis, kel 3 membahas media proyeksi, kel 4 membahas media audio, dan kel 5 membahas media tiga dimensi
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang tersedia, kemudian
c.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
d. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil diskusi a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Kertas Plano 10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
4 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi
d.Membagi Kelompok menjadi 3
a.Mengamati jalannya diskusi
b. Mereview hasil diskusi
a.Memberikan motivasi untuk
gemar membaca
b. Mengab
sen
a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c. Mengelompok menjadi 3 yang membahas tentang 1). Syarat-syarat pemilihan media, 2).Dasar pertimbangan pemilihan media,dan 3).Kreteria pemilihan media
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang tersedia, kemudian
c.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
d. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil diskusi a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Kertas Plano 10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
5 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi
d.Membagi Kelompok menjadi 3
a.Mengamati jalannya diskusi
b. Mereview hasil diskusi
a. Memberikan motivasi untuk
gemar membaca
b.Mengabsen
a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c. Mengelompok menjadi 3 yang membahas tentang 1). Pengertian sumber belajar
2). Klasifikasi Sumber belajar
3).Komponen-komponen sumber belajar
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang tersedia, kemudian
c.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
d. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil diskusi a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Kertas Plano 10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
6 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi
d.Membagi Kelompok menjadi 2
a.Mengamati jalannya diskusi
b. Mereview hasil diskusi
a. Memberikan motivasi untuk
gemar membaca
b. Mengabsen
a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c. Mengelompok menjadi 2 yang membahas tentang 1). Fungsi dan peranan sumber belajar
2).Kreteria pemilihan sumber belajar
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang tersedia, kemudian
c.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
d. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil diskusi a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Kertas Plano 10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
7 UTS
1.Apa yang Anda ketahui tentang pengertian, jenis dan Fungsi media pembelajaran bagi guru di kelas
2. Apa yang anda ketahui tentang sumber belajar, dan fungsui sumber belajar dalam proses pembelajaran?
3. Buatlah analisis kekurangan dan kekurangan media grafis, fotografis, proyeksi, audio, dan media tiga dimensi
8 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran
a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi tentang perpustakaan
a.Mengamati jalannya kinerja mahasiswa di perpustakaan
b. Mereview hasil diskusi
a. Memberikan motivasi untuk
gemar membaca
a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c. Mengajak mahasiswa ke perpustakaan
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang tersedia, kemudian
b.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
c. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil kinerja a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Lembar Tugas
Perpustakaan 10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
9
a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran
a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi
d.Membagi Kelompok menjadi 4
a.Mengamati jalannya diskusi
b. Mereview hasil diskusi
a. Memberikan motivasi untuk
gemar membaca
b. Mengabsen a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c. Mengelompok menjadi 4 yang membahas tentang 1). Pengertian lingkungan sebagai media pembelajaran
2).Kelebihan dan kelemahan lingkungan sebagai media pembelajaran
3). Jenis Lingkungan sebagai media pembelajaran
4). Teknik menggunakan lingkungan sebagai media pembelajaran
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang
tersedia, kemudian
c.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
d. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil diskusi a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Kertas Plano 10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
10 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran
a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mengajak mahasiswa ke lab microteaching
mendiskripsikan materi
d.Membagi Kelompok menjadi 4
a.Mengamati jalannya diskusi
b. Mereview hasil diskusi
c. Presentasi bagaiaman menggunakan
lab microteaching dan OHP
a. Memberikan motivasi untuk
gemar membaca
b. Mengabsen a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c. Mengelompok menjadi 4, masing-masing kelompok diinstruksikan membuat tulisan diatas plastik transparan tentang materi PGMI
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang
tersedia, kemudian
b.secara kelompok mhs presentasi, dilanjutkan dengan praktek menggunakan OHP dan lab microteaching
c. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil diskusi a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Plastik transparan/
Mika, lab microteaching, OHP 10 menit
15 menit
30 menit
45 menit
10 menit
11 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran
a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mengajak mahasiswa ke lab bahasa dan kemudian
mendiskripsikan materi
d.Membagi Kelompok menjadi 4
a. Presentasi bagaiman menggunakan
lab bahasa
a. Memberikan motivasi untuk
gemar membaca
b. Mengabsen a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c. Mengelompok menjadi 4,
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang
tersedia, kemudian
b.secara kelompok mhs presentasi, dilanjutkan dengan praktek menggunakan lab bahasa
c. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil diskusi a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Lab bahasa 10 menit
15 menit
30 menit
45 menit
10 menit
12 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran
a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi tentang mengembangkan dan membuat rancangan media
a.Mengamati jalannya kinerja mahasiswa di perpustakaan
b. Mereview hasil diskusi
a. Memberikan motivasi untuk
gemar membaca a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c. Mengelompokkan mahasiswa menjadi 4 kelompok
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang tersedia, kemudian
c.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
d. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil kinerja a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Lembar Tugas
10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
13 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran
a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi tentang evaluasi media pembelajaran
a.Mengamati jalannya kinerja mahasiswa di perpustakaan
b. Mereview hasil diskusi
a.Memberikan motivasi untuk
gemar membaca
b.Mengabsen a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c.Mengelompokkan mahasiswa menjadi 4 kelompok yang membahas tentang
pengertian evaluasi dalam media pembelajaran, ciri-ciri media yang efektif, dan kreteria evaluasi media pembelajaran
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang tersedia, kemudian
b.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
c. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil kinerja
a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Lembar Tugas
10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
14 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran
a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi tentang Aplikasi Media Pembelajaran untuk materi PGMI
a.Mengamati jalannya kinerja mahasiswa di perpustakaan
b. Mereview hasil diskusi
a.Memberikan motivasi untuk
gemar membaca
b.Mengabsen a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c.Mengelompokkan mahasiswa menjadi 3 kelompok yang membahas tentang
aplikasi media pembelajaran untuk materi Qur’an-Hadits, SKI, dan Fiqh
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang tersedia, kemudian
b.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
c. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil kinerja a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Lembar Tugas
10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
15 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran
a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi tentang Aplikasi Media Pembelajaran untuk materi PGMI
a.Mengamati jalannya kinerja mahasiswa di perpustakaan
b. Mereview hasil diskusi
a.Memberikan motivasi untuk
gemar membaca
b.Mengabsen a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c.Mengelompokkan mahasiswa menjadi 2 kelompok yang membahas tentang
aplikasi media pembelajaran untuk materi Bahasa Arab dan Aqidah Ahlak
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang tersedia, kemudian
b.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
c. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil kinerja a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Lembar Tugas
10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
16 Minggu Tenang
17 UAS
1. Apa yang anda ketahui tentang pengertian dan fungsi-fungsi Perpustakaan dan Lingkungan sebagai media pembelajaran
2. Apa yang anda ketahui tentang evaluasi dalam media pembelajaran dan kreteria dan cirri-ciri yang efektif dalam media pembelajaran
3. Buatlah analisis kelemahan dan kelebihan lingkungan dan perpustakaan sebagai media pembelajaran
F. LITERATUR
Arsyad, Azhar, Media Pengajaran, Cet. I, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1997.
Danim, Sudarwan, Media Komunikasi Pendidikan, Cet. I, Jakarta: Bumi Aksara, 1995.
Djamarah, Syaiful Bahri, dkk., Strategi Belajar Mengajar, Cet. I, Jakarta: Rineka Cipta, 1996.
Darajdat, Zakiah, Metodologi Pengajaran Agama Islam, Cet. I, Jakarta: Bumi Aksara, 1996.
Gilarso, T, dkk., Program Pengalaman Lapangan (Micro Teaching), Yogyakarta: Andi Offset, 1986.
Hamalik, Oemar, Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem, Cet. II, Jakarta: Bumi Aksara, 2003.
____________, Media Pendidikan
Hadimiarjo, Yusuf, Teknologi Komunikasi Pendidikan
Harjanto, Perencanaan Pengajaran, Jakarta: Rineka Cipta, 1997.
Ibrahim, R & Nana Syaodih, Perencanaan Pengajaran, Bandung: Rineka Cipta, 2003.
Ibrahim, Media Instruksional
Isbani, Media Pendidikan
Kasiram, Kapita Selekta Pendidikan II
Mukhtar, Desain Pembelajaran PGMI
Nasution, Teknologi Pendidikan, Cet. I, Jakarta: Bumi Aksara, 1994.
Nurhadi, Mulyani, Sejarah Perpustakaan dan Perkembangannya di Indonesia
Pardede, M.Tjoen, Perpustakaan di Indonesia dari Zaman ke Zaman
Rohani, Ahmad, Media Instruksional Edukatif, Cet. I, Jakarta: Rineka Cipta, 1997.
Sadiman, Arief, dkk., Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya, Cet. V, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2002.
Salma, Dewi, dkk.Mozaik Teknologi Pendidikan
Shalahuddin, Mahfudh, Media Pendidikan Agama, Cet. I, Surabaya: Bina Ilmu, 1986.
Soeprayitno, Seleksi dan Pemanfaatan Media Pembelajaran
Sujana, Nana, Media Pengajaran
Sudjarwo, Beberapa Aspek Pengembangan Sumber Belajar
Zainiyati, Husniyatus Salamah, Diktat Media Pengajaran, Surabaya: Biro Kajian Ilmiah Fak. Tarbiyah IAIN Sunan Ampel, 2002.
Rusydiyah, Evi Fatimatur. 2008. Media dan Teknologi Pembelajaran. Dakwah Press Surabaya
G. EVALUASI
1. TUGAS : Produk media pembelajaran PGMI
2. UTS
3. UAS
4. Performa : Keaktifan mahasiswa di kelas atau di luar kelas dalam proses perkuliahan
Mengetahui, Surabaya, 02 Maret 2010
Ketua Jurusan PGMI Dosen Pengampu,
Drs. H. Munawir,M.Ag Evi Fatimatur Rusydiyah, M.Ag
SATUAN ACARA PERKULIAHAN
MEDIA PEMBELAJARAN PGMI
A. PENGANTAR IDENTITAS
1. Data Pribadi
a. Nama Dosen : Evi Fatimatur Rusydiyah,M.Ag
b. Alamat Kantor : Fak. Tarbiyah IAIN S.A Jl. A.Yani 117 Surabaya
c. Telepon
1. Kantor : (031) 8437893
2. Rumah : (031) 8054955/ HP. 081121635409
3. e-mail : evi_fatimatur@yahoo.com
2. Mata Kuliah
a. Kode Mata Kuliah :
b. Komponen :
c. Fakultas/Jurusan/kls : Tarbiyah/PGMI/CD
d. Bobot : 2 Sks
e. Semester : 3 (tiga)
f. Hari/Jam/Ruang : Sabtu/14.00-15.30/15.30-17.00
B. DISKRIPSI DAN URGENSI MATA KULIAH
Materi Media Pembelajaran akan memberikan gambaran dan pelatihan pada mahasiswa tentang bagaimana mengenal, memilih, menggunakan, mengembangkan media pembelajaran dan membuat alat bantu pembelajaran yang sederhana. Materi perkuliahannya meliputi; pengenalan beberapa media, kriteria pemilihan media pembelajaran, penggunaan, pengembangan media, pembuatan alat bantu pembelajaran yang sederhana, penggunaan dan pengelolaan sumber belajar (lab, perpustakaan dan microteaching) serta konsep evaluasi media pembelajaran.
Sebagai calon pendidik, mahasiswa fakultas Tarbiyah diharapkan dapat membuat dan menggunakan media pendidikan baik umum atau agama sehingga pengalaman mengajar di masyarakat kelak dapat diperkaya dan lebih menarik serta efektif sesuai dengan tujuan pengajaran yang hendak dicaPGMI.
C. KOMPTENSI
NO KOMPETENSI DASAR INDIKATOR KOMPETENSI
1 Memahami konsep dasar tentang media pembelajaran PGMI
1. Menjelaskan pengertian media pembelajaran
2. Mengkritisi fungsi & manfaat media dalam proses pembelajaran PGMI
3.Menganalisis ruang lingkup materi & urgensinya dalam proses pembelajaran PGMI
2 Memahami tentang jenis-jenis dan karakteristik Media pembelajaran PGMI 1.Menjelaskan jenis dan karakteristik media pembelajaran
2.Mengkritisi jenis dan karakteristik media pembelajaran
3.Menganalisis kelebihan dan kekurangan jenis&karakteristik media pembelajaran
3 Ketepatan memilih media dalam pembelajaran PGMI 1. Memilih media pembelajaran dengan tepat sesuai dengan karakteristik materi pelajaran
2. Memilih media pembelajaran dengan tepat sesuai dengan tujuan pembelajaran
3. Memilih media pembelajaran dengan tepat sesuai sasaran pembelajaran
4. Menganalisis kriteria pemilihan media pembelajaran
4 Memahami konsep umum sumber belajar sebagai komponen media pembelajaran 1.Menjelaskan pengertian sumber belajar sebagai komponen media pembelajaran
2.Mengklasifikasi macam-macam sumber belajar
3.Menjelaskan faktor/ komponen sumber belajar
4.Menjelaskan fungsi sumber belajar
5.Mengkritisi kriteria pemilihan sumber belajar
5 Memiliki wawasan tentang perpustakaan sebagai Pusat Sumber Belajar 1.Menjelaskan pengertian perpustakaan sbg PSB
2.Mengkritisi fungsi, cara penggunaan perpustakaan
3.Menganalisis perpustakaan sebagai PBS, pusat informasi dan inovasi
6 Memahami tentang lingkungan (masyarakat) sbg sumber media pembelajaran Agama 1.Menjelaskan pengertian lingkungan sebagai media pembelajaran dan tujuannya
2.Menjelaskan kelebihan dan kelemahan lingkungan sebagai media pembelajaran
3.Menganalisis jenis & teknik lingkungan sbg media pembel.
7 Memiliki kemampuan memanfaatkan, menggunakan media pembelajaran 1.Membuat Media Sederhana
2.Menggunakan OHP
3.Menggunakan LCD dan Laptop
4.Membuat PowerPoint
5. Memanfaatkan Game Based Computer
8 Memiliki kemampuan mengembangkan media pembel.& membuat media sederhana
1.Menyusun rancangan media pembelajaran sesuai dg kebutuhan & karakteristik siswa
2.Membuat naskah audio dan film
3.Memproduksi media
4.Membuat media audio video
9 Memahami konsep dasar evaluasi media pembelajaran PGMI 1.Menjelaskan ciri-ciri efektif media pembelajaran PGMI
2.Menjelaskan kriteria mengevaluasi media pembelajaran dari kualitas isi, tujuan, kualitas instruksional& teknis
3.Menganalisis ciri dan kriteria evaluasi media pembelajaran
10 Memahami tentang aplikasi media dlm pembel. PGMI Menerapkan jenis-jenis media dlm pembelajaran PGMI sesuai dengan pokok bahasan dan sub pokok bahasan
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
NO KEGIATAN PEMBELAJARAN KEGIATAN METODE MEDIA WAKTU
DOSEN MAHASISWA
1 a. a. Pra
b. pembelajaran
b. Inti
Pembelajaran
c. Akhir
Pembelajaran a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi
d.Membagi Kelompok menjadi 4
a.Mengamati jalannya diskusi
b. Mereview hasil diskusi
a. Memberikan motivasi untuk gemar membaca
b. mengabsen a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c.Mengelompok menjadi 4( kel 1 membahas pengertian media, kel 2 membahas fungsi dan manfaat media, kel 3 membahas Latar belakang menggunakan media, dan kel 4 membahas urgensi media dalam pembelajaran
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang tersedia, kemudian
c.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
d. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b. Mengumpulkan resume hasil diskusi a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Kertas Plano 10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
2 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi
d.Membagi Kelompok menjadi 5
a.Mengamati jalannya diskusi
b. Mereview hasil diskusi
a. Memberikan motivasi untuk
gemar membaca
a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c.Mengelompok menjadi 5( kel 1 membahas media grafis, kel 2 membahas mediafotografis, kel 3 membahas media proyeksi, kel 4 membahas media audio, dan kel 5 membahas media tiga dimensi
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang tersedia, kemudian
c.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
d. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil diskusi a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Kertas Plano 10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
3 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c.Akhir Pembelajaran a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi
d.Membagi Kelompok menjadi 5
a.Mengamati jalannya diskusi
b. Mereview hasil diskusi
a.Memberi
kan motivasi untuk
gemar membaca
b.Mengab
sen
a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c.Melanjutkan diskusi minggu lalu dan Mengelompok menjadi 5 untuk menganalisa kelemahan dan kelebihan masing-masing media( kel 1 membahas media grafis, kel 2 membahas mediafotografis, kel 3 membahas media proyeksi, kel 4 membahas media audio, dan kel 5 membahas media tiga dimensi
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang tersedia, kemudian
c.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
d. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil diskusi a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Kertas Plano 10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
4 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi
d.Membagi Kelompok menjadi 3
a.Mengamati jalannya diskusi
b. Mereview hasil diskusi
a.Memberikan motivasi untuk
gemar membaca
b. Mengab
sen
a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c. Mengelompok menjadi 3 yang membahas tentang 1). Syarat-syarat pemilihan media, 2).Dasar pertimbangan pemilihan media,dan 3).Kreteria pemilihan media
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang tersedia, kemudian
c.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
d. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil diskusi a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Kertas Plano 10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
5 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi
d.Membagi Kelompok menjadi 3
a.Mengamati jalannya diskusi
b. Mereview hasil diskusi
a. Memberikan motivasi untuk
gemar membaca
b.Mengabsen
a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c. Mengelompok menjadi 3 yang membahas tentang 1). Pengertian sumber belajar
2). Klasifikasi Sumber belajar
3).Komponen-komponen sumber belajar
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang tersedia, kemudian
c.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
d. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil diskusi a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Kertas Plano 10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
6 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi
d.Membagi Kelompok menjadi 2
a.Mengamati jalannya diskusi
b. Mereview hasil diskusi
a. Memberikan motivasi untuk
gemar membaca
b. Mengabsen
a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c. Mengelompok menjadi 2 yang membahas tentang 1). Fungsi dan peranan sumber belajar
2).Kreteria pemilihan sumber belajar
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang tersedia, kemudian
c.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
d. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil diskusi a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Kertas Plano 10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
7 UTS
1.Apa yang Anda ketahui tentang pengertian, jenis dan Fungsi media pembelajaran bagi guru di kelas
2. Apa yang anda ketahui tentang sumber belajar, dan fungsui sumber belajar dalam proses pembelajaran?
3. Buatlah analisis kekurangan dan kekurangan media grafis, fotografis, proyeksi, audio, dan media tiga dimensi
8 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran
a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi tentang perpustakaan
a.Mengamati jalannya kinerja mahasiswa di perpustakaan
b. Mereview hasil diskusi
a. Memberikan motivasi untuk
gemar membaca
a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c. Mengajak mahasiswa ke perpustakaan
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang tersedia, kemudian
b.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
c. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil kinerja a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Lembar Tugas
Perpustakaan 10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
9
a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran
a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi
d.Membagi Kelompok menjadi 4
a.Mengamati jalannya diskusi
b. Mereview hasil diskusi
a. Memberikan motivasi untuk
gemar membaca
b. Mengabsen a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c. Mengelompok menjadi 4 yang membahas tentang 1). Pengertian lingkungan sebagai media pembelajaran
2).Kelebihan dan kelemahan lingkungan sebagai media pembelajaran
3). Jenis Lingkungan sebagai media pembelajaran
4). Teknik menggunakan lingkungan sebagai media pembelajaran
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang
tersedia, kemudian
c.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
d. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil diskusi a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Kertas Plano 10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
10 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran
a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mengajak mahasiswa ke lab microteaching
mendiskripsikan materi
d.Membagi Kelompok menjadi 4
a.Mengamati jalannya diskusi
b. Mereview hasil diskusi
c. Presentasi bagaiaman menggunakan
lab microteaching dan OHP
a. Memberikan motivasi untuk
gemar membaca
b. Mengabsen a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c. Mengelompok menjadi 4, masing-masing kelompok diinstruksikan membuat tulisan diatas plastik transparan tentang materi PGMI
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang
tersedia, kemudian
b.secara kelompok mhs presentasi, dilanjutkan dengan praktek menggunakan OHP dan lab microteaching
c. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil diskusi a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Plastik transparan/
Mika, lab microteaching, OHP 10 menit
15 menit
30 menit
45 menit
10 menit
11 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran
a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mengajak mahasiswa ke lab bahasa dan kemudian
mendiskripsikan materi
d.Membagi Kelompok menjadi 4
a. Presentasi bagaiman menggunakan
lab bahasa
a. Memberikan motivasi untuk
gemar membaca
b. Mengabsen a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c. Mengelompok menjadi 4,
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang
tersedia, kemudian
b.secara kelompok mhs presentasi, dilanjutkan dengan praktek menggunakan lab bahasa
c. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil diskusi a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Lab bahasa 10 menit
15 menit
30 menit
45 menit
10 menit
12 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran
a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi tentang mengembangkan dan membuat rancangan media
a.Mengamati jalannya kinerja mahasiswa di perpustakaan
b. Mereview hasil diskusi
a. Memberikan motivasi untuk
gemar membaca a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c. Mengelompokkan mahasiswa menjadi 4 kelompok
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang tersedia, kemudian
c.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
d. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil kinerja a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Lembar Tugas
10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
13 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran
a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi tentang evaluasi media pembelajaran
a.Mengamati jalannya kinerja mahasiswa di perpustakaan
b. Mereview hasil diskusi
a.Memberikan motivasi untuk
gemar membaca
b.Mengabsen a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c.Mengelompokkan mahasiswa menjadi 4 kelompok yang membahas tentang
pengertian evaluasi dalam media pembelajaran, ciri-ciri media yang efektif, dan kreteria evaluasi media pembelajaran
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang tersedia, kemudian
b.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
c. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil kinerja
a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Lembar Tugas
10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
14 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran
a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi tentang Aplikasi Media Pembelajaran untuk materi PGMI
a.Mengamati jalannya kinerja mahasiswa di perpustakaan
b. Mereview hasil diskusi
a.Memberikan motivasi untuk
gemar membaca
b.Mengabsen a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c.Mengelompokkan mahasiswa menjadi 3 kelompok yang membahas tentang
aplikasi media pembelajaran untuk materi Qur’an-Hadits, SKI, dan Fiqh
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang tersedia, kemudian
b.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
c. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil kinerja a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Lembar Tugas
10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
15 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran
a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi tentang Aplikasi Media Pembelajaran untuk materi PGMI
a.Mengamati jalannya kinerja mahasiswa di perpustakaan
b. Mereview hasil diskusi
a.Memberikan motivasi untuk
gemar membaca
b.Mengabsen a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c.Mengelompokkan mahasiswa menjadi 2 kelompok yang membahas tentang
aplikasi media pembelajaran untuk materi Bahasa Arab dan Aqidah Ahlak
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang tersedia, kemudian
b.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
c. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil kinerja a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Lembar Tugas
10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
16 Minggu Tenang
17 UAS
1. Apa yang anda ketahui tentang pengertian dan fungsi-fungsi Perpustakaan dan Lingkungan sebagai media pembelajaran
2. Apa yang anda ketahui tentang evaluasi dalam media pembelajaran dan kreteria dan cirri-ciri yang efektif dalam media pembelajaran
3. Buatlah analisis kelemahan dan kelebihan lingkungan dan perpustakaan sebagai media pembelajaran
F. LITERATUR
Arsyad, Azhar, Media Pengajaran, Cet. I, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1997.
Danim, Sudarwan, Media Komunikasi Pendidikan, Cet. I, Jakarta: Bumi Aksara, 1995.
Djamarah, Syaiful Bahri, dkk., Strategi Belajar Mengajar, Cet. I, Jakarta: Rineka Cipta, 1996.
Darajdat, Zakiah, Metodologi Pengajaran Agama Islam, Cet. I, Jakarta: Bumi Aksara, 1996.
Gilarso, T, dkk., Program Pengalaman Lapangan (Micro Teaching), Yogyakarta: Andi Offset, 1986.
Hamalik, Oemar, Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem, Cet. II, Jakarta: Bumi Aksara, 2003.
____________, Media Pendidikan
Hadimiarjo, Yusuf, Teknologi Komunikasi Pendidikan
Harjanto, Perencanaan Pengajaran, Jakarta: Rineka Cipta, 1997.
Ibrahim, R & Nana Syaodih, Perencanaan Pengajaran, Bandung: Rineka Cipta, 2003.
Ibrahim, Media Instruksional
Isbani, Media Pendidikan
Kasiram, Kapita Selekta Pendidikan II
Mukhtar, Desain Pembelajaran PGMI
Nasution, Teknologi Pendidikan, Cet. I, Jakarta: Bumi Aksara, 1994.
Nurhadi, Mulyani, Sejarah Perpustakaan dan Perkembangannya di Indonesia
Pardede, M.Tjoen, Perpustakaan di Indonesia dari Zaman ke Zaman
Rohani, Ahmad, Media Instruksional Edukatif, Cet. I, Jakarta: Rineka Cipta, 1997.
Sadiman, Arief, dkk., Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya, Cet. V, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2002.
Salma, Dewi, dkk.Mozaik Teknologi Pendidikan
Shalahuddin, Mahfudh, Media Pendidikan Agama, Cet. I, Surabaya: Bina Ilmu, 1986.
Soeprayitno, Seleksi dan Pemanfaatan Media Pembelajaran
Sujana, Nana, Media Pengajaran
Sudjarwo, Beberapa Aspek Pengembangan Sumber Belajar
Zainiyati, Husniyatus Salamah, Diktat Media Pengajaran, Surabaya: Biro Kajian Ilmiah Fak. Tarbiyah IAIN Sunan Ampel, 2002.
Rusydiyah, Evi Fatimatur. 2008. Media dan Teknologi Pembelajaran. Dakwah Press Surabaya
G. EVALUASI
1. TUGAS : Produk media pembelajaran PGMI
2. UTS
3. UAS
4. Performa : Keaktifan mahasiswa di kelas atau di luar kelas dalam proses perkuliahan
Mengetahui, Surabaya, 02 Maret 2010
Ketua Jurusan PGMI Dosen Pengampu,
Drs. H. Munawir,M.Ag Evi Fatimatur Rusydiyah, M.Ag
MEDIA PEMBELAJARAN PGMI
A. PENGANTAR IDENTITAS
1. Data Pribadi
a. Nama Dosen : Evi Fatimatur Rusydiyah,M.Ag
b. Alamat Kantor : Fak. Tarbiyah IAIN S.A Jl. A.Yani 117 Surabaya
c. Telepon
1. Kantor : (031) 8437893
2. Rumah : (031) 8054955/ HP. 081121635409
3. e-mail : evi_fatimatur@yahoo.com
2. Mata Kuliah
a. Kode Mata Kuliah :
b. Komponen :
c. Fakultas/Jurusan/kls : Tarbiyah/PGMI/CD
d. Bobot : 2 Sks
e. Semester : 3 (tiga)
f. Hari/Jam/Ruang : Sabtu/14.00-15.30/15.30-17.00
B. DISKRIPSI DAN URGENSI MATA KULIAH
Materi Media Pembelajaran akan memberikan gambaran dan pelatihan pada mahasiswa tentang bagaimana mengenal, memilih, menggunakan, mengembangkan media pembelajaran dan membuat alat bantu pembelajaran yang sederhana. Materi perkuliahannya meliputi; pengenalan beberapa media, kriteria pemilihan media pembelajaran, penggunaan, pengembangan media, pembuatan alat bantu pembelajaran yang sederhana, penggunaan dan pengelolaan sumber belajar (lab, perpustakaan dan microteaching) serta konsep evaluasi media pembelajaran.
Sebagai calon pendidik, mahasiswa fakultas Tarbiyah diharapkan dapat membuat dan menggunakan media pendidikan baik umum atau agama sehingga pengalaman mengajar di masyarakat kelak dapat diperkaya dan lebih menarik serta efektif sesuai dengan tujuan pengajaran yang hendak dicaPGMI.
C. KOMPTENSI
NO KOMPETENSI DASAR INDIKATOR KOMPETENSI
1 Memahami konsep dasar tentang media pembelajaran PGMI
1. Menjelaskan pengertian media pembelajaran
2. Mengkritisi fungsi & manfaat media dalam proses pembelajaran PGMI
3.Menganalisis ruang lingkup materi & urgensinya dalam proses pembelajaran PGMI
2 Memahami tentang jenis-jenis dan karakteristik Media pembelajaran PGMI 1.Menjelaskan jenis dan karakteristik media pembelajaran
2.Mengkritisi jenis dan karakteristik media pembelajaran
3.Menganalisis kelebihan dan kekurangan jenis&karakteristik media pembelajaran
3 Ketepatan memilih media dalam pembelajaran PGMI 1. Memilih media pembelajaran dengan tepat sesuai dengan karakteristik materi pelajaran
2. Memilih media pembelajaran dengan tepat sesuai dengan tujuan pembelajaran
3. Memilih media pembelajaran dengan tepat sesuai sasaran pembelajaran
4. Menganalisis kriteria pemilihan media pembelajaran
4 Memahami konsep umum sumber belajar sebagai komponen media pembelajaran 1.Menjelaskan pengertian sumber belajar sebagai komponen media pembelajaran
2.Mengklasifikasi macam-macam sumber belajar
3.Menjelaskan faktor/ komponen sumber belajar
4.Menjelaskan fungsi sumber belajar
5.Mengkritisi kriteria pemilihan sumber belajar
5 Memiliki wawasan tentang perpustakaan sebagai Pusat Sumber Belajar 1.Menjelaskan pengertian perpustakaan sbg PSB
2.Mengkritisi fungsi, cara penggunaan perpustakaan
3.Menganalisis perpustakaan sebagai PBS, pusat informasi dan inovasi
6 Memahami tentang lingkungan (masyarakat) sbg sumber media pembelajaran Agama 1.Menjelaskan pengertian lingkungan sebagai media pembelajaran dan tujuannya
2.Menjelaskan kelebihan dan kelemahan lingkungan sebagai media pembelajaran
3.Menganalisis jenis & teknik lingkungan sbg media pembel.
7 Memiliki kemampuan memanfaatkan, menggunakan media pembelajaran 1.Membuat Media Sederhana
2.Menggunakan OHP
3.Menggunakan LCD dan Laptop
4.Membuat PowerPoint
5. Memanfaatkan Game Based Computer
8 Memiliki kemampuan mengembangkan media pembel.& membuat media sederhana
1.Menyusun rancangan media pembelajaran sesuai dg kebutuhan & karakteristik siswa
2.Membuat naskah audio dan film
3.Memproduksi media
4.Membuat media audio video
9 Memahami konsep dasar evaluasi media pembelajaran PGMI 1.Menjelaskan ciri-ciri efektif media pembelajaran PGMI
2.Menjelaskan kriteria mengevaluasi media pembelajaran dari kualitas isi, tujuan, kualitas instruksional& teknis
3.Menganalisis ciri dan kriteria evaluasi media pembelajaran
10 Memahami tentang aplikasi media dlm pembel. PGMI Menerapkan jenis-jenis media dlm pembelajaran PGMI sesuai dengan pokok bahasan dan sub pokok bahasan
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
NO KEGIATAN PEMBELAJARAN KEGIATAN METODE MEDIA WAKTU
DOSEN MAHASISWA
1 a. a. Pra
b. pembelajaran
b. Inti
Pembelajaran
c. Akhir
Pembelajaran a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi
d.Membagi Kelompok menjadi 4
a.Mengamati jalannya diskusi
b. Mereview hasil diskusi
a. Memberikan motivasi untuk gemar membaca
b. mengabsen a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c.Mengelompok menjadi 4( kel 1 membahas pengertian media, kel 2 membahas fungsi dan manfaat media, kel 3 membahas Latar belakang menggunakan media, dan kel 4 membahas urgensi media dalam pembelajaran
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang tersedia, kemudian
c.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
d. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b. Mengumpulkan resume hasil diskusi a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Kertas Plano 10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
2 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi
d.Membagi Kelompok menjadi 5
a.Mengamati jalannya diskusi
b. Mereview hasil diskusi
a. Memberikan motivasi untuk
gemar membaca
a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c.Mengelompok menjadi 5( kel 1 membahas media grafis, kel 2 membahas mediafotografis, kel 3 membahas media proyeksi, kel 4 membahas media audio, dan kel 5 membahas media tiga dimensi
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang tersedia, kemudian
c.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
d. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil diskusi a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Kertas Plano 10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
3 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c.Akhir Pembelajaran a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi
d.Membagi Kelompok menjadi 5
a.Mengamati jalannya diskusi
b. Mereview hasil diskusi
a.Memberi
kan motivasi untuk
gemar membaca
b.Mengab
sen
a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c.Melanjutkan diskusi minggu lalu dan Mengelompok menjadi 5 untuk menganalisa kelemahan dan kelebihan masing-masing media( kel 1 membahas media grafis, kel 2 membahas mediafotografis, kel 3 membahas media proyeksi, kel 4 membahas media audio, dan kel 5 membahas media tiga dimensi
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang tersedia, kemudian
c.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
d. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil diskusi a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Kertas Plano 10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
4 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi
d.Membagi Kelompok menjadi 3
a.Mengamati jalannya diskusi
b. Mereview hasil diskusi
a.Memberikan motivasi untuk
gemar membaca
b. Mengab
sen
a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c. Mengelompok menjadi 3 yang membahas tentang 1). Syarat-syarat pemilihan media, 2).Dasar pertimbangan pemilihan media,dan 3).Kreteria pemilihan media
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang tersedia, kemudian
c.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
d. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil diskusi a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Kertas Plano 10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
5 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi
d.Membagi Kelompok menjadi 3
a.Mengamati jalannya diskusi
b. Mereview hasil diskusi
a. Memberikan motivasi untuk
gemar membaca
b.Mengabsen
a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c. Mengelompok menjadi 3 yang membahas tentang 1). Pengertian sumber belajar
2). Klasifikasi Sumber belajar
3).Komponen-komponen sumber belajar
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang tersedia, kemudian
c.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
d. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil diskusi a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Kertas Plano 10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
6 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi
d.Membagi Kelompok menjadi 2
a.Mengamati jalannya diskusi
b. Mereview hasil diskusi
a. Memberikan motivasi untuk
gemar membaca
b. Mengabsen
a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c. Mengelompok menjadi 2 yang membahas tentang 1). Fungsi dan peranan sumber belajar
2).Kreteria pemilihan sumber belajar
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang tersedia, kemudian
c.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
d. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil diskusi a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Kertas Plano 10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
7 UTS
1.Apa yang Anda ketahui tentang pengertian, jenis dan Fungsi media pembelajaran bagi guru di kelas
2. Apa yang anda ketahui tentang sumber belajar, dan fungsui sumber belajar dalam proses pembelajaran?
3. Buatlah analisis kekurangan dan kekurangan media grafis, fotografis, proyeksi, audio, dan media tiga dimensi
8 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran
a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi tentang perpustakaan
a.Mengamati jalannya kinerja mahasiswa di perpustakaan
b. Mereview hasil diskusi
a. Memberikan motivasi untuk
gemar membaca
a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c. Mengajak mahasiswa ke perpustakaan
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang tersedia, kemudian
b.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
c. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil kinerja a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Lembar Tugas
Perpustakaan 10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
9
a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran
a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi
d.Membagi Kelompok menjadi 4
a.Mengamati jalannya diskusi
b. Mereview hasil diskusi
a. Memberikan motivasi untuk
gemar membaca
b. Mengabsen a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c. Mengelompok menjadi 4 yang membahas tentang 1). Pengertian lingkungan sebagai media pembelajaran
2).Kelebihan dan kelemahan lingkungan sebagai media pembelajaran
3). Jenis Lingkungan sebagai media pembelajaran
4). Teknik menggunakan lingkungan sebagai media pembelajaran
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang
tersedia, kemudian
c.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
d. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil diskusi a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Kertas Plano 10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
10 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran
a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mengajak mahasiswa ke lab microteaching
mendiskripsikan materi
d.Membagi Kelompok menjadi 4
a.Mengamati jalannya diskusi
b. Mereview hasil diskusi
c. Presentasi bagaiaman menggunakan
lab microteaching dan OHP
a. Memberikan motivasi untuk
gemar membaca
b. Mengabsen a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c. Mengelompok menjadi 4, masing-masing kelompok diinstruksikan membuat tulisan diatas plastik transparan tentang materi PGMI
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang
tersedia, kemudian
b.secara kelompok mhs presentasi, dilanjutkan dengan praktek menggunakan OHP dan lab microteaching
c. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil diskusi a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Plastik transparan/
Mika, lab microteaching, OHP 10 menit
15 menit
30 menit
45 menit
10 menit
11 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran
a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mengajak mahasiswa ke lab bahasa dan kemudian
mendiskripsikan materi
d.Membagi Kelompok menjadi 4
a. Presentasi bagaiman menggunakan
lab bahasa
a. Memberikan motivasi untuk
gemar membaca
b. Mengabsen a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c. Mengelompok menjadi 4,
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang
tersedia, kemudian
b.secara kelompok mhs presentasi, dilanjutkan dengan praktek menggunakan lab bahasa
c. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil diskusi a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Lab bahasa 10 menit
15 menit
30 menit
45 menit
10 menit
12 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran
a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi tentang mengembangkan dan membuat rancangan media
a.Mengamati jalannya kinerja mahasiswa di perpustakaan
b. Mereview hasil diskusi
a. Memberikan motivasi untuk
gemar membaca a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c. Mengelompokkan mahasiswa menjadi 4 kelompok
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang tersedia, kemudian
c.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
d. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil kinerja a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Lembar Tugas
10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
13 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran
a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi tentang evaluasi media pembelajaran
a.Mengamati jalannya kinerja mahasiswa di perpustakaan
b. Mereview hasil diskusi
a.Memberikan motivasi untuk
gemar membaca
b.Mengabsen a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c.Mengelompokkan mahasiswa menjadi 4 kelompok yang membahas tentang
pengertian evaluasi dalam media pembelajaran, ciri-ciri media yang efektif, dan kreteria evaluasi media pembelajaran
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang tersedia, kemudian
b.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
c. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil kinerja
a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Lembar Tugas
10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
14 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran
a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi tentang Aplikasi Media Pembelajaran untuk materi PGMI
a.Mengamati jalannya kinerja mahasiswa di perpustakaan
b. Mereview hasil diskusi
a.Memberikan motivasi untuk
gemar membaca
b.Mengabsen a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c.Mengelompokkan mahasiswa menjadi 3 kelompok yang membahas tentang
aplikasi media pembelajaran untuk materi Qur’an-Hadits, SKI, dan Fiqh
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang tersedia, kemudian
b.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
c. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil kinerja a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Lembar Tugas
10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
15 a. Pra Pembelajaran
b. Inti Pembelajaran
c. Akhir Pembelajaran
a.Salam
b. Ramah
Tamah
c.Dosen mendiskripsikan materi tentang Aplikasi Media Pembelajaran untuk materi PGMI
a.Mengamati jalannya kinerja mahasiswa di perpustakaan
b. Mereview hasil diskusi
a.Memberikan motivasi untuk
gemar membaca
b.Mengabsen a. Menjawab salam
b. Menyimak SAP atau Cours Design
c.Mengelompokkan mahasiswa menjadi 2 kelompok yang membahas tentang
aplikasi media pembelajaran untuk materi Bahasa Arab dan Aqidah Ahlak
a.Berdiskusi dan
mhs mengerjakan tugas berdasarkan materi yang tersedia, kemudian
b.secara voluntir mhs presentasi, dilanjutkan dialog interaktif antara mahasiswa
c. Dialog interaktif antara mhs dan dosen
a.Menyimak
b.Mengumpulkan resume hasil kinerja a.Tanya Jawab
b.Resitasi
c.Diskusi
d.Ceramah Lembar Tugas
10 menit
30 menit
20 menit
20 menit
10 menit
16 Minggu Tenang
17 UAS
1. Apa yang anda ketahui tentang pengertian dan fungsi-fungsi Perpustakaan dan Lingkungan sebagai media pembelajaran
2. Apa yang anda ketahui tentang evaluasi dalam media pembelajaran dan kreteria dan cirri-ciri yang efektif dalam media pembelajaran
3. Buatlah analisis kelemahan dan kelebihan lingkungan dan perpustakaan sebagai media pembelajaran
F. LITERATUR
Arsyad, Azhar, Media Pengajaran, Cet. I, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1997.
Danim, Sudarwan, Media Komunikasi Pendidikan, Cet. I, Jakarta: Bumi Aksara, 1995.
Djamarah, Syaiful Bahri, dkk., Strategi Belajar Mengajar, Cet. I, Jakarta: Rineka Cipta, 1996.
Darajdat, Zakiah, Metodologi Pengajaran Agama Islam, Cet. I, Jakarta: Bumi Aksara, 1996.
Gilarso, T, dkk., Program Pengalaman Lapangan (Micro Teaching), Yogyakarta: Andi Offset, 1986.
Hamalik, Oemar, Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem, Cet. II, Jakarta: Bumi Aksara, 2003.
____________, Media Pendidikan
Hadimiarjo, Yusuf, Teknologi Komunikasi Pendidikan
Harjanto, Perencanaan Pengajaran, Jakarta: Rineka Cipta, 1997.
Ibrahim, R & Nana Syaodih, Perencanaan Pengajaran, Bandung: Rineka Cipta, 2003.
Ibrahim, Media Instruksional
Isbani, Media Pendidikan
Kasiram, Kapita Selekta Pendidikan II
Mukhtar, Desain Pembelajaran PGMI
Nasution, Teknologi Pendidikan, Cet. I, Jakarta: Bumi Aksara, 1994.
Nurhadi, Mulyani, Sejarah Perpustakaan dan Perkembangannya di Indonesia
Pardede, M.Tjoen, Perpustakaan di Indonesia dari Zaman ke Zaman
Rohani, Ahmad, Media Instruksional Edukatif, Cet. I, Jakarta: Rineka Cipta, 1997.
Sadiman, Arief, dkk., Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya, Cet. V, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2002.
Salma, Dewi, dkk.Mozaik Teknologi Pendidikan
Shalahuddin, Mahfudh, Media Pendidikan Agama, Cet. I, Surabaya: Bina Ilmu, 1986.
Soeprayitno, Seleksi dan Pemanfaatan Media Pembelajaran
Sujana, Nana, Media Pengajaran
Sudjarwo, Beberapa Aspek Pengembangan Sumber Belajar
Zainiyati, Husniyatus Salamah, Diktat Media Pengajaran, Surabaya: Biro Kajian Ilmiah Fak. Tarbiyah IAIN Sunan Ampel, 2002.
Rusydiyah, Evi Fatimatur. 2008. Media dan Teknologi Pembelajaran. Dakwah Press Surabaya
G. EVALUASI
1. TUGAS : Produk media pembelajaran PGMI
2. UTS
3. UAS
4. Performa : Keaktifan mahasiswa di kelas atau di luar kelas dalam proses perkuliahan
Mengetahui, Surabaya, 02 Maret 2010
Ketua Jurusan PGMI Dosen Pengampu,
Drs. H. Munawir,M.Ag Evi Fatimatur Rusydiyah, M.Ag
Langganan:
Postingan (Atom)